Alasan mengapa Anda harus menghindarkan gadget dari si kecil yang masih di bawah dua tahun

Paparan gadget terhadap si kecil ketika masih di bawah dua tahun ternyata mampu mempengaruhi pertumbuhannya hingga usia dewasa.

129 views   |   2 shares
  • Menjadi orang tua di era digital menghadirkan banyak kemudahan sekaligus tantangan. Teknologi tidak hanya meringankan kerja kita. Aliran informasi pun seakan meluber tak terkendali, hingga dapat diakses dengan mudahnya oleh anak-anak kita.

  • Sebuah pemandangan lazim melihat anak pada usia dini, bahkan bayi, telah diperkenalkan oleh gawai (gadget). Sebut saja ponsel, tablet, pemutar musik, bahkan tidak sedikit produk, baik perangkat keras maupun aplikasi yang diciptakan untuk segmen anak-anak.

  • Cobalah melirik ke sekeliling Anda. Hitung, berapa banyak orang tua yang memutuskan untuk menjadikan gadget sebagai 'mitra pengasuhan'? Anak menangis, disodori video daring dari tablet. Sambil makan, menonton film favorit di televisi. Dari bangun hingga tidur, bisa jadi interaksi anak dengan gadget sama besarnya atau bahkan lebih banyak ketimbang interaksi pribadi Anda dengan anak tercinta.

  • Akademi Pediatrik America sendiri memberikan rekomendasi seperti ini. Sebelum usia 18 bulan, sebaiknya bayi tidak terpapar sama sekali dengan gadget. Setelahnya, hingga usia 5 tahun, anak memiliki jatah screen time sebanyak 1 jam per hari. Dengan catatan, pilihlah program edukatif dan sesuai dengan perkembangan usia anak.

  • Mengapa batasannya di usia 18 bulan? Ternyata, otak bayi memerlukan sekitar 18 bulan untuk berkembang hingga mencapai titik di mana mereka bisa menerjemahkan simbol-simbol yang terpampang di layar sebagai representasi dunia nyata.

  • Menilik larangan tiada gawai sebelum usia 2 tahun, sungguh berkebalikan dengan apa yang kita temui sehari-hari. Screen time sendiri memang diartikan sebagai kegiatan menggunakan gadget untuk kepentingan hiburan. Namun, di satu sisi, tanyakan dan perhatikan seksama. Apakah menyodorkan program edukatif di televisi atau video daring sudah cukup sebagai sumber pembelajaran anak?

  • Pada hakikatnya, cara belajar yang baik adalah melibatkan interaksi nyata antara anak, pengajar, dan bahan pembelajaran. Misalnya, Anda mengajari anak tentang bagian tubuh. Akan lebih efektif, ketika Anda meminta anak menunjuk langsung anggota tubuh, sambil bernyanyi dan menari, ketimbang menyetel video anggota tubuh saja. Begitu pula ketika berinteraksi sosial, mereka jauh lebih penting untuk mengalami interaksi sosial secara tatap muka, sebagai pengenalan utama. Telepon atau video call sah-sah saja Anda kenalkan, namun akan lebih baik jika mereka mengenal sentuhan nyata dalam interaksi sosial yang sebenarnya.

  • Advertisement
  • Ketergantungan anak pada gadget memiliki bahaya tersendiri. Anak-anak yang begitu nyaman dengan gadget, biasanya akan lebih malas beraktivitas fisik. Inilah yang akhirnya membuat anak terancam mengalami obesitas, mengalami masalah tidur, cepat lelah, dan rentan jatuh sakit.

  • Kerusakan pada jaringan otak pun dapat terjadi. Yang lebih mencemaskan, dampak ini dapat terjadi berkepanjangan dan tak kasat mata. Pengaruhnya dapat terasa hingga anak menginjak usia dewasa muda, pada umur 20-an.

  • Menghabiskan waktu di depan televisi jauh lebih menggoda ketimbang berlarian bebas. Bila ditilik lebih jauh, rata-rata ini terjadi karena keengganan orang tua untuk menemani anak. Orang tua yang lebih dulu tak bisa lepas dari gadget dan akhirnya, berimbas kepada gaya hidup yang berlaku pada keluarga.

  • Cara lain yang cukup menantang, namun patut Anda coba, adalah dengan melakukan detoks digital (digital detox). Dalam program yang berslogan Disconnect to Reconnect ini, Anda menyingkirkan dahulu aneka gawai untuk menghabiskan waktu dan berinteraksi secara optimal dengan keluarga, khususnya anak-anak. Anda dapat memulai dengan melakukannya 1 jam sehari, meningkat menjadi beberapa jam, hingga Anda dapat menghabiskan akhir pekan tanpa gangguan dan godaan perangkat elektronik berlayar ini. Ingin motivasi lebih? Anda dapat bergabung dengan beberapa kawan atau keluarga lain, untuk saling menyemangati dan mengingatkan. Sebuah terobosan sederhana yang akan memberikan dampak luar biasa bermanfaat.

  • Kunci terpenting dari pemanfaatan teknologi, khususnya bagi bayi tersayang Anda, adalah memberikannya kesempatan sedikit demi sedikit, setelah ia cukup besar (2 tahun ke atas) untuk menjadi pemirsa dan pengguna gadget. Dampingi selalu anak dalam bermain dan utamakan untuk mencari kegiatan stimulasi maupun unstructured play yang merangsang kemampuan serta keterampilan anak. Sebisa mungkin, gunakan alat-alat konvensional ketimbang digital untuk digunakan dalam interaksi Anda dengan anak. Teknologi dapat menjadi kawan, saat Anda bijak menggunakannya.

  • Advertisement
Bagikan pada teman dan keluarga..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Alasan mengapa Anda harus menghindarkan gadget dari si kecil yang masih di bawah dua tahun

Paparan gadget terhadap si kecil ketika masih di bawah dua tahun ternyata mampu mempengaruhi pertumbuhannya hingga usia dewasa.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr