Sudah bahagiakah anak saya?

Anugerah terbesar dalam kehidupan kita ini sudah sepantasnya mendapatkan yang terbaik dari kedua orangtuanya.

293 views   |   1 shares
  • Bagi para pasangan yang sudah memiliki anak, pertanyaan semacam ini pasti terkadang terlintas di pikiran, setelah apa yang telah kita berikan bagi sang buah hati selama ini apakah telah membuatnya bahagia? Hal seperti ini wajar saja, dan pastinya dialami oleh banyak orangtua, anugerah terbesar dalam kehidupan kita ini sudah tentu akan sepantasnya untuk mendapatkan yang terbaik dari kedua orangtuanya. Namun seringkali hal ini menjadi sebuah dilema yang berkepanjangan ketika diiringi dengan tuntutan hidup yang membuat kita para orangtua selalu disibukkan dengan tugas dan tanggung jawab lain. Terkadang kita merasa anak menjadi korban yang akhirnya memunculkan pertanyaan ini dalam benak kita.

  • Kehidupan kota yang hiruk pikuk selalu memaksa orangtua terus bekerja demi menyambung kehidupan keluarga yang kian hari semakin besar biayanya, tidak jarang yang justru kehabisan waktu berharganya untuk sekedar bermain bersama anak di rumah. Namun sebenarnya hal ini tidak seharusnya dijadikan sebuah beban yang berkepanjangan. Meski memang sering dapat membuat kita sedih jika memikirkan hal seperti ini, nyatanya anak pun sebenarnya dapat memiliki pengertian yang baik terhadap orangtuanya. Justru di sinilah sebenarnya kesempatan besar untuk menunjukkan peran dan fungsi dari seorang ibu rumah tangga untuk memberikan pengertian dan didikan yang benar kepada anak-anaknya. Karena penting juga untuk membuat anak mengerti tentang bagaimana hidup harus dijalani oleh keluarganya, bagaimana seorang ayah yang wajib bekerja untuk mencari nafkah, dan tugas seorang ibu yang harus mengurus rumah tangganya. Di mana nantinya pemahaman seperti ini juga akan menjadi berguna ketika anak-anak kita mandiri. Jadi dalam hal ini sebenarnya tidak hanya anak sendiri yang harus memahami, namun orangtua khususnya ayah yang paling jarang memiliki waktu lebih bagi anak-anaknya juga mengalami hal yang sama untuk menekan perasaannya demi didikan yang benar bagi mereka.

  • Meskipun demikian tidak berarti waktu khusus bagi mereka tidak perlu dipikirkan, merencanakan waktu untuk menyenangkan hati anak-anak pun perlu dilakukan dalam rentang waktu tertentu agar anak juga mengerti bahwa tidak selalu waktu yang ada digunakan untuk bersenang-senang saja. Dan hal ini tentu juga berguna untuk para orangtua melepaskan penat dari rutinitas yang selalu dikerjakan setiap harinya. Bekerja memang penting dan wajib dilakukan, tetapi menyediakan waktu bagi keluarga dan anak-anak juga tidak kalah pentingnya. Oleh karena itu diharapkan untuk dapat membuat segala sesuatunya seimbang agar tidak terjadi konflik atau masalah yang tidak kita inginkan.

  • Advertisement
  • Jadi, tidak perlu berkecil hati jika Anda merasa hari ini atau di hari-hari sebelumnya mungkin belum dapat meluangkan waktu bersama buah hati. Jadikan hal tersebut sebagai kesempatan untuk memberikan arahan dan didikan yang bermanfaat untuk bekal mereka di masa depan nantinya. Tidak akan pernah terlambat untuk mulai menata waktu dan mengatur suatu hal yang dapat menyenangkan hati mereka sesekali saat liburan tiba. Dan jangan pernah berpikir bahwa materi menjadi ukuran kebahagiaan yang dimiliki oleh anak-anak kita, pengertian dan perhatian yang Anda berikan pada mereka saja sudah cukup untuk membuat mereka bahagia dan kembali mengerti dan memerhatikan Anda.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Andreas Kurniawan lulus sarjana S1 Teknik Informatika tahun 2009 di STMIK MDP. Memulai karir sebagai IT officer di sebuah Bank selama 1 tahun sebelum akhirnya bekerja di PT. Thamrin Brothers sebagai analis sampai saat ini. Email:

Sudah bahagiakah anak saya?

Anugerah terbesar dalam kehidupan kita ini sudah sepantasnya mendapatkan yang terbaik dari kedua orangtuanya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr