Kisah nyata: Vonis kanker ganas tidak menghalangi tekad calon ibu ini untuk tetap mempertahankan dan melahirkan sang buah hati

Ketika dunianya nyaris tamat, Emma Johns mendobrak segala rasa takut. Semua terjadi atas nama cinta tak bersyarat.

89 views   |   shares
  • Keteguhan hati akan diuji dalam sebuah kondisi bernama menanti datangnya maut. Ketika Anda divonis dengan umur yang diprediksi tak lama lagi, apa yang akan Anda lakukan? Bisa jadi Anda meratapi diri. Berpasrah pada keadaan dan memutuskan untuk menuntaskan "hutang" yang belum terselesaikan. Ada pula yang memilih mengasingkan diri dari hiruk pikuk duniawi dan mendekatkan diri kepada Ilahi. Namun, mempertahankan pikiran positif dan optimis dalam detik yang terus menipis, adalah sebuah kehebatan yang hanya dimiliki orang-orang istimewa.

  • Kisah wanita yang satu ini, patut menjadi inspirasi Anda. Ketika dunianya nyaris tamat, Emma Johns tetap mendobrak segala rasa takut. Semua terjadi atas nama cinta tak bersyarat. Kasih seorang ibu yang tiada batas. Sebuah keberanian yang luar biasa.

  • Wanita berusia 38 tahun asal Inggris ini didiagnosa mengidap kanker payudara sejak 4 tahun lalu. Ketika itu, Emma baru setahun menjadi istri dari Matt Johns. Kebahagiaan pengantin baru yang sedang menata rumah tangga ini porak poranda dengan turunnya vonis kanker payudara yang diderita Emma.

  • Palu godam kembali menghantam hidup Emma. Hidupnya diprediksi hanya bersisa dua tahun. Ditambah dengan tiga sumber kanker yang menggerogoti kesehatannya. Kemoterapi menjadi jalan Emma untuk memperpanjang usia dan mengatasi penyakit mematikan ini.

  • Pengobatan ini membawa dampak besar bagi Emma. Ia merasakan penurunan drastis dalam segi kehidupannya. Kerontokan rambut, tubuh yang tidak lagi bugar seperti dulu, berbagai tindakan medis yang berganti-ganti dijalaninya. Sebuah ujian besar yang menguras emosi dan kesabaran. Emma dan Matt menjalani cobaan ini dengan penuh keceriaan. Sebagai pasangan yang optimis, mereka yakin, ada hikmah manis di balik kepedihan ini.

  • Rupanya Tuhan tidak tidur. Di antara pergulatan Emma untuk melawan kankernya, sebuah anugerah menjadi miliknya. Di dalam rahim Emma, bersemayam jabang bayi, buah cintanya dengan Matt. Terkejut, bahagia, sekaligus bingung. Perasaan campur aduk Emma dan Matt melanda dalam menyikapi kehamilan mendadak ini.

  • Advertisement
  • "Ketika dokter menyebutkan, ada hal lain yang ditemukan dalam tubuhku, aku sudah berpikir kemana-mana. Benar-benar tidak disangka, kalau yang dimaksudnya adalah janin berusia 18 minggu. Bayi yang sudah dapat mengisap jempolnya di dalam rahimku," tutur Emma kepada Daily Mail

  • Kehamilan ini mengubah hidup Emma. Ia menunda program kemoterapi yang dijalaninya, mengingat risiko yang ditimbulkan kepada bayi yang dikandungnya. Namun, akhirnya kemoterapi dapat dilanjutkan dengan penyesuaian dosis, demi keselamatan ibu dan anak.

  • Terobosan ilmu pengetahuan pun menemukan bahwa, ibu hamil yang juga mengidap kanker, dapat melanjutkan kehamilan ini dengan pemantauan seksama. Mereka tetap dapat menjalani terapi yang disesuaikan dengan kondisi kehamilan tersebut. Aborsi tidak lagi menjadi pilihan utama untuk menyikapi diri yang berbadan dua dalam kondisi kesehatan yang terkendala kanker.

  • Perjuangan Emma berbuah manis. Pada Desember 2016, ia melahirkan bayi laki-laki dengan selamat dan sehat walafiat melalui operasi caesar pada usia kehamilan 36 minggu. Bayi tampan yang diberi nama Phoenix ini menambah semangatnya untuk tidak menyerah hingga titik darah penghabisan.

  • Kini, Emma didiagnosa memiliki empat tumor baru di area pinggul dan bagian bawah tulang belakangnya. Emma pun kembali menjalani kemoterapi dan radioterapi secara penuh. Sebagai ikhtiar baru, Emma dan Matt membuka kesempatan untuk mencoba sebuah jenis obat baru bernama Pembrolizumab. Mereka mengumpulkan dana melalui GoFundMe untuk membiayai upaya percobaan terapi ini, dengan nama gerakan Fight for Phoenix.

  • Advertisement
  • "Kanker memang adalah salah satu hal terburuk yang terjadi dalam hidupku. Namun, kanker juga membuatku tersadar dan lebih menghargai hal-hal kecil yang sebelumnya terlupakan untuk disyukuri," ujar Emma dengan bijak.

  • Hidup memang menyimpan sejuta misteri. Di balik kepahitan yang tak terkira, tetesan manis pembangkit semangat selalu muncul, dalam bentuk berkah yang tak ternilai.

  • Foto-foto diambil dari Daily Mail UK

Baca, hidupkan, bagikan!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Kisah nyata: Vonis kanker ganas tidak menghalangi tekad calon ibu ini untuk tetap mempertahankan dan melahirkan sang buah hati

Ketika dunianya nyaris tamat, Emma Johns mendobrak segala rasa takut. Semua terjadi atas nama cinta tak bersyarat.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr