4 faktor yang mempengaruhi kemampuan bayi berjalan dan stimulasi untuk mengatasinya

Proses tumbuh kembang setiap bayi berbeda-beda, sehingga sebagai orangtua Anda tidak perlu terlalu cemas dan tergesa-gesa si kecil segera berjalan.

519 views   |   1 shares
  • Orangtua mana yang tidak bahagia tatkala menyaksikan buah hatinya mulai belajar berjalan? Kabar mengembirakan ini merupakan momen sangat bersejarah dan wajib diabadikan.

  • Umumnya, bayi belajar berjalan ketika memasuki usia 8 - 9 bulan. Dimulai dari beberapa tahapan seperti merangkak, merambat, mengangkat dirinya dengan bantuan, berjalan dengan bantuan, hingga akhirnya melangkah maju. Pada proses ini bayi sangat membutuhkan bantuan dari orangtua. Stimulasi-stimulasi yang tepat bisa diberikan agar kemampuannya berkembang dengan pesat.

  • Namun ada juga banyak kasus di mana bayi terlambat berjalan meski usianya sudah mencukupi. Bayi terlambat berjalan bisa disebabkan oleh banyak faktor, berikut di antaranya:

  • Faktor fisik

  • Menurut dr. Hardiono D. Pusponegoro, Dept Neurologi Anak RSUPN Cipto Mangunkusumo, perkembangan fisik yang terganggu bisa menjadi penyebab mengapa bayi terlambat berjalan. Dalam hal ini faktor paling dominan adalah adanya gangguan pada struktur tulang belakang, otot kaki dan kerusakan otak akibat penyakit atau sebelumnya pernah cedera akibat terjatuh.

  • Faktor Motorik kasar

  • Kemampuan bayi berjalan sangat dipengaruhi oleh fungsi motoriknya, terutama motorik kasar. Pada bayi sehat perkembangan motorik kasarnya merupakan gabungan dari beberapa faktor seperti kematangan fisik, usia dan perkembangan sistem syaraf pusat. Asalkan memperoleh stimulasi yang tepat, seorang bayi dapat mencapai tahap perkembangan motorik kasar yang optimal.

  • Faktor psikologis

  • Selain faktor fisik dan motorik kasar, faktor psikologi ternyata juga memiliki dampak yang sangat signifikan. Faktor psikologi sangat dipengaruhi oleh semangat serta kemauan dari dalam diri si bayi. Bayi aktif dan ceria akan lebih bersemangat untuk belajar berjalan ketimbang bayi yang cenderung pasif dan pendiam. Faktor psikis bisa dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti: Pola asuh orangtua dan trauma pernah terjatuh sebelumnya.

  • Faktor lingkungan

  • Kebiasaan orangtua yang terlalu sering memanjakan anak dengan cara menggendongnya juga sangat memengaruhi cepat tidaknya bayi belajar berjalan. Tidak hanya itu, penggunaan baby walker yang terlalu sering juga bisa memengaruhi kemampuan bayi belajar berjalan. Di beberapa negara maju penggunaan babywalker telah resmi dilarang. Penggunaan baby walker pada bayi terbukti tidak aman karena mampu meningkatkan angka kecelakaan ketimbang manfaatnya untuk membantu bayi belajar berjalan.

  • Advertisement
  • # Stimulasi-stimulasi untuk membantu bayi belajar berjalan

  • Proses tumbuh kembang setiap bayi berbeda-beda, orangtua tidak perlu terlalu cemas dan tergesa-gesa memaksa bayinya agar bisa segera melangkahkan kakinya. Jika buah hati Anda belum siap, maka bersabarlah. Tunggu sampai dia menunjukkan tanda-tanda siap untuk melakukan hal tersebut. Sembari menunggu, lebih baik lakukan beberapa stimulasiberikut ini:

  • 1. Saat bayi mulai belajar duduk

  • Saat bayi mulai belajar duduk berikan stimulasi dengan cara mengajaknya bermain bersama. Permainan-permaianan yang cocok pada periode ini di antaranya menggelindingkan bola, menyusun balok atau membiarkannya melompat-lompat di paha Anda sambil memeganginya.

  • 2. Saat bayi mulai merangkak

  • Berikan semangat dan dukungan kepada bayi saat ia mulai merangkak dari satu sisi ke sisi yang lain. Berikan mainan kesukannya dan letakkan agak jauh supaya ia tergerak untuk meraihnya. Jangan lupa memberikan pujian ketika ia berhasil mendapatkan mainan tesebut.

  • 3. Saat bayi mulai belajar mengangkat dirinya dengan bantuan

  • Untuk melatih kekuatan otot-otot kaki, letakkan benda-benda yang kokoh di dekat bayi Anda. Berikan alas lantai yang lunak, sehingga saat jatuh bayi Anda tidak mengalami kesakitan. Saat bayi berhasil berdiri tegak, jangan buru-buru membantunya ke posisi duduk saat ia mulai kelelahan. Sebaiknya ajari dia supaya berani menekuk lututnya agar mudah kembali ke posisi semula. Pada proses ini sangat dibutuhkan kesabaran, saat bayi Anda tidak berani menekuk lututnya pahami hal tersebut memang menjadi bagian paling sulit untuk dia lakukan.

  • 4. Saat bayi mulai merambat dan berjalan dengan bantuan

  • Bantu bayi Anda menjaga keseimbangannya, tahan tubuhnya dengan sesekali melepaskan pegangan Anda. Kemudian biarkan dia berjalan dengan kemampuannya sendiri.

  • 5. Langkah pertamanya

  • Setelah semua proses di atas terlewati, kini bayi Anda seharusnya sudah memiliki rasa percaya diri untuk mulai berjalan dengan kemampuannya sendiri. Berikan pujian dan semangat atas keberhasilannya. Sewaktu bayi Anda tiba-tiba ragu, kembali topang ia seperti menggunakan jari telunjuk Anda sebagai pegangan agar ia kembali merasa aman.

Bantu kami menyebarkan

Saya adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Saya juga saat ini sedang menempuh kuliah untuk mengejar gelar sarjana saya. Untuk mengisi waktu luang saya memanfaatkannya dengan menulis dan membaca.

4 faktor yang mempengaruhi kemampuan bayi berjalan dan stimulasi untuk mengatasinya

Proses tumbuh kembang setiap bayi berbeda-beda, sehingga sebagai orangtua Anda tidak perlu terlalu cemas dan tergesa-gesa si kecil segera berjalan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr