Putranya mendapatkan nilai buruk, dan sang ayah memiliki respons yang luar biasa

Orang tua lain mungkin murka melihat rapor merah sang anak. Pria ini justru 'menegur' putranya dengan cara yang tidak biasa.

2,308 views   |   3 shares
  • Orangtua manapun pasti menaruh harapan besar untuk setiap anaknya. Menimba ilmu berguna dan memiliki kepandaian adalah beberapa yang sering dipanjatkan dalam doa. Namun, dalam perjalanannya, anak tidak selalu dapat memenuhi harapan orangtua dengan mulus.

  • Terutama ketika memasuki masa remaja, dimana anak mulai memiliki aneka keinginan dan kegemarannya sendiri. Tidak sedikit remaja memandang belajar sebagai hal yang membosankan hingga mereka lebih memilih hobi serta pergaulan, ketimbang menjalankan kewajiban sebagai pelajar dengan disiplin.

  • Reaksi kebanyakan orangtua biasanya nyaris serupa. Konsekuensi biasanya akan diberikan kepada mereka yang mendapatkan angka merah di buku rapor atau prestasi akademik yang tidak mencapai harapan. Imbasnya, sang anak kian memberontak dan kesenjanganpun tercipta semakin lebar antara orangtua dengan anak.

  • Kisah yang satu ini begitu membuka mata. Tommy, memiliki seorang putra yang sudah beranjak remaja bernama Thomas. Ia duduk di kelas satu SMA, di sebuah sekolah swasta. Thomas adalah penggemar berat bola basket, khususnya liga bola basket terkemuka NBA.

  • Ketika nilai-nilai akademik Thomas anjlok, Tommy kecewa. Namun, ia tidak serta-merta menumpahkan kekecewaannya dengan memarahi, menghukum, atau 'mendisiplinkan' Thomas dengan keras. Ia justru memilih cara mencengangkan ini.

  • Tommy menyadari betapa Thomas menggemari NBA, hingga rasa cinta Thomas menjadi impian tersendiri baginya. Ini adalah sebuah kesempatan, pintu menuju kesadaran dan bangkitnya motivasi untuk Thomas. Tommy benar-benar memanfaatkan hal ini untuk menggugah kesadaran putranya.

  • Pria setengah baya yang enggan menyebutkan nama belakangnya ini, hadir di beberapa pertandingan NBA. Pada masing-masing pertandingan, ia memegang sebuah tulisan berukuran besar. Isi tulisan ini benar-benar "menampar" Thomas, dimana sang ayah mengingatkan kepada Thomas betapa pentingnya pendidikan di atas segala hobi dan kegemaran.

  • "Pelajar dulu, Atlet kemudian." Begitu kutipan salah satu tulisan yang kemudian difoto dan menjadi viral di media sosial.

  • Advertisement
  • Tulisan lainnya, menjanjikan Thomas sebuah pertandingan NBA jika ia berhasil memperbaiki nilai-nilainya. Tak cukup demikian, Tommy juga menuliskan rasa cintanya, kepada Thomas seorang.

  • Apa yang dilakukan oleh Tommy, mendapatkan reaksi dari berbagai pihak. Banyak sesama orang tua yang mengagumi caranya. Begitu pula dengan sekolah dan guru-guru, menghargai cara Tommy menyampaikan motivasinya kepada sang anak.

  • Satu hal yang menarik, Tommy menolak untuk memberitahukan nama keluarganya. Ia pun menampik tawaran wawancara media yang penasaran dengan sosok sang anak. "Saya tidak ingin mempermalukan Thomas. Ini adalah cara saya memotivasinya untuk menjadi lebih baik," demikian kata Tommy.

  • Terlepas dari caranya mempublikasikan tegurannya kepada Thomas, Tommy memberikan sebuah alternatif cara memotivasi anak ketika ia mengalami penurunan prestasi.

  • Apa yang sebaiknya dilakukan ketika Anda mengalami hal yang sama? Yaitu, anak tersayang mengalami penurunan nilai-nilai akademik atau tidak mampu memenuhi standar yang ditetapkan.

  • Pertama, Anda perlu menggali terlebih dahulu, apa yang menjadi pangkal permasalahan. Hal-hal apa saja yang menyebabkan anak Anda belum mampu memenuhi ekspektasi. Berbagai hal dapat menyebabkan anak tak mencapai hasil optimal dalam pembelajaran formal, di antaranya :

    • Keterbatasan kemampuan, yaitu kurangnya keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti proses pembelajaran

    • Masalah sosial dan pergaulan, misalnya anak mengalami perundungan (bullying), tekanan teman sebaya (peer pressure), hubungan pertemanan yang tidak sehat (termasuk berpacaran, gaya pergaulan bebas), pengucilan, dan sebagainya

    • Manajemen dan organisasi diri yang tidak efektif, misalnya tidak disiplin terhadap jadwal, buku-buku berantakan, melalaikan tugas-tugas rutin.

    • Hambatan komunikasi dengan guru dan orang tua sehingga anak tidak menyerap arahan dan bimbingan yang sepatutnya

    • Kondisi kesehatan yang menghambat proses belajar dan ujian

    • Kondisi psikologis anak yang tertekan dengan sekolah dan tanggung jawab akademik secara umum, misalnya kerap tegang saat ujian, tidak mau melakukan presentasi, sulit berkonsentrasi, dan sejenisnya

  • Advertisement
  • Kedua, Anda perlu berdiskusi dengan guru, anak, dan jika perlu, mencari bantuan profesional, untuk mencari solusi dari permasalahan yang menimpa anak. Buatlah daftar alternatif langkah yang dapat dilakukan dan dimana Anda dapat berpartisipasi untuk menghadirkan solusi atas permasalahan ini.

  • Ketiga, dalam melaksanakan solusi-solusi tersebut, teruslah memantau perkembangan anak. Berpatokanlah kepada proses perbaikan yang ditunjukkan, bukan menuntut hasil cemerlang dalam waktu singkat. Anda yang memahami kemampuan dan kepribadian anak, berilah kesempatan baginya untuk menyelesaikan masalah ini secara dewasa dan bertanggung jawab.

  • Di atas segalanya, komunikasi efektif dan penuh kasih sayang dengan anak adalah jembatan yang kokoh untuk melindungi anak dari pengaruh negatif dunia luar. Bukalah telinga dan mata Anda. Peka terhadap apa yang terjadi pada anak-anak Anda. Bahkan ketika mereka tidak mengatakannya, Anda dapat mengetahui jika mereka sedang berjuang untuk keluar dari problematika hidupnya.

  • We have our own battles. Pengasuhan adalah sebuah petualangan yang memerlukan proses belajar kontinu pada setiap orang tua. Kegagalan anak bukanlah kegagalan Anda mendidiknya. Ini adalah sebuah bab kehidupan yang mengangkat kita lebih tinggi dan menjadi lebih baik, jika kita tetap terus berusaha dengan penuh semangat.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Putranya mendapatkan nilai buruk, dan sang ayah memiliki respons yang luar biasa

Orang tua lain mungkin murka melihat rapor merah sang anak. Pria ini justru 'menegur' putranya dengan cara yang tidak biasa.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr