Pasangan posesif membuat karier mandek. Bagaimana menyiasatinya?

Bagaimana perasaan Anda jika dimarahi pasangan karena lupa mengabari, padahal Anda sedang berada di kantor dan berusaha mengejar tenggat waktu pekerjaan demi naik jabatan? duh..

527 views   |   5 shares
  • Menjalani hubungan dengan pasangan yang terlalu posesif dan obsesif kepada Anda, tentu bukan hal menyenangkan. Selain merasa tidak pernah dipercaya, Anda pun akan merasa risi karena terus-menerus direcoki bahkan dicurigai, bukan? Apalagi jika Anda sebetulnya memang sedang sibuk bekerja, dan tidak sempat mengabari saking sibuknya.

  • Bayangkan deh, di tengah rapat penting dengan direksi, saat Anda harus melakukan sebuah presentasi besar atas ide yang telah Anda susun dalam bentuk laporan selama berhari-hari, tiba-tiba ponsel bergetar tanpa henti karena pasangan sibuk mencari Anda yang "menghilang" seharian. Kesal, tidak? Ini, yang disebut, pasangan menghambat karier.

  • Padahal, seseorang yang perhatian dan mendukung segala usaha positif pasangan untuk memberikan yang terbaik pada keberlangsungan keluarga Anda adalah impian setiap orang. Bahkan, dalam jurnal Psychological Science pernah dipublikasikan bahwa suami atau istri yang penuh perhatian dan saling mencintai berdampak baik untuk kesuksesan karier masing-masing.

  • Washington University di St Louis melakukan studi selama lima tahun terhadap 5.000 responden yang telah menikah dan mayoritas (75 persen) suami istri yang bekerja. Studi menemukan bahwa responden pria dan wanita yang memiliki kepuasan bekerja, penghasilan yang tinggi, dan sering mendapatkan promosi jabatan adalah mereka yang mempunyai pasangan yang penuh perhatian, tidak membatasi aktivitas pasangan, dan mendukung karier masing-masing.

  • Responden yang memiliki karier cemerlang melaporkan bahwa pasangan mereka memiliki sifat yang fleksibel, tidak posesif, suportif, dan humoris. Studi menguraikan karakter pasangan suportif yang berdampak positif pada pencapaian karier istri atau suami.

  • Pertama, pasangan yang ringan tangan dalam membantu tugas domestik. Kedua, perhatian dan sangat mendukung usaha Anda dalam mendaki karier atau merintis bisnis. Terakhir, memprioritaskan keseimbangan antara kebutuhan personal dan pekerjaan. Memang, kebahagiaan yang paling hakiki adalah bersama keluarga. Saling mencintai dengan pasangan, dan tidak terus-menerus mendahulukan karier.

  • Namun, mencintai artinya juga memenuhi peran sebagai seorang pendukung setia. Bagaimana dengan pasangan Anda? atau jangan-jangan, Anda-lah yang posesif? Aduh! Jangan sampai hal-hal yang sering Anda lakukan malah menghambat pasangan dari kesuksesan. Jadi, sebaiknya hindarilah hal-hal berikut:

  • 1. Terlalu sering curiga

  • Akan ada saatnya pasangan Anda menghabiskan banyak waktu di kantor dengan orang lain dan mungkin ada kecurigaan yang muncul dalam benak Anda. Kecemburuan adalah emosi yang jujur, tapi dapat menimbulkan konflik antar pasangan. Jika kita memberikan kepercayaan penuh, maka pasangan akan memberikan kesetiaan penuh.

  • Advertisement
  • 2. Selalu menuntut waktu berdua

  • Jika Anda terlalu sering menuntut hal ini hingga terasa mengganggu dan membatasi pergerakan pasangan Anda. Anda boleh saja menuntut waktu berkualitas berdua jika Anda sudah berminggu-minggu tak punya waktu berduaan. Namun biarkan pasangan bekerja tanpa beban jika Anda ingin ia punya kesempatan karier yang lebih cemerlang di masa depan.

  • 3. Terlalu bergantung secara finansial kepada pasangan

  • Apakah Anda mengandalkan pasangan Anda untuk membiayai keseluruhan hidup Anda? jangan-jangan hal ini yang membuat Anda menjadi posesif? Cobalah untuk mandiri dalam hal finansial agar Anda dan pasangan bisa saling mendorong dan mendukung untuk mencapai keberhasilan dalam pekerjaan.

  • 4. Tak mau menjalani hubungan jarak jauh

  • Jika Anda sungguh-sungguh peduli dengan pasangan Anda, Anda akan mementingkan kebahagiaan pasangan daripada kekhawatiran diri Anda sendiri. Jangan sampai pasangan Anda melewatkan kesempatan karena Anda bersikap posesif dan paranoid.

  • 5. Tidak punya tujuan

  • Anda adalah orang yang paling berpengaruh dalam hidup pasangan Anda, mulai dari pilihan makanan, cara berpikir, hingga bagaimana cara Anda menghabiskan waktu di akhir pekan. Jika Anda tidak passionate dalam pekerjaan Anda, maka pasangan Anda sedikit banyak akan terpengaruh akan sikap Anda. Pikirkan, apakah Anda dan pasangan saling mendukung untuk mencapai puncak kesuksesan atau justru saling menarik ke bawah menuju kegagalan?

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Pasangan posesif membuat karier mandek. Bagaimana menyiasatinya?

Bagaimana perasaan Anda jika dimarahi pasangan karena lupa mengabari, padahal Anda sedang berada di kantor dan berusaha mengejar tenggat waktu pekerjaan demi naik jabatan? duh..
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr