Memahami 'gaya' belajar anak dan bagaimana mengoptimalkannya

Kenali gaya belajar anak dan pertimbangkan kemampuannya, sehingga tidak akan menimbulkan tekanan stres pada anak.

280 views   |   9 shares
  • Semua orangtua tentu menginginkan anak-anaknya memiliki prestasi yang baik di segala bidang pendidikannya. Namun terkadang juga keinginan tidak mempertimbangkan kemampuan dan gaya belajar sang anak, sehingga justru dapat membuat Anak merasa tertekan. Untuk menghindari masalah kejiwaan sekaligus mendorong anak berhasil dalam proses belajar, maka terlebih dahulu kenali kepribadian anak Anda dan pahami gaya belajar yang paling tepat untuknya.

  • 1. Mengenali apa yang disukai anak

  • Merupakan tugas orangtua untuk mengamati mana gaya belajar yang paling efektif untuk anaknya. Spesialis anak dari Universitas kedokteran North Carolina, Prof Levine,__ menyatakan bahwa ada beberapa anak belajar dengan cepat melalui praktik, beberapa melalui Bahasa, beberapa melalui membaca. Tugas orangtua adalah mengamati apa yang terjadi dan melihat mana yang paling efektif bagi anak.

  • Selanjutnya Levine juga menyatakan bahwa usia yang terbaik untuk mengevaluasi gaya belajar anak adalah di usia 6-7 tahun. Seorang ahli gaya belajar dan penulis buku Discover your Child Learning Style, Mariaemma Pellulo-Wilis, membagi gaya belajar anak menjadi: gaya belajar pengelana, pencari tahu dan pencipta. Seorang anak dengan gaya pengelana tidak dapat belajar efektif dengan duduk di belakang meja sepanjang hari. Anak dengan tipe pencipta akan menanyakan banyak pertanyaan sampai dia puas saat sudah menemukan jawabannya dengan jelas. Selain gaya belajar, faktor lain adalah media pembelajaran. Apakah anak lebih suka belajar menggunakan gambar, melalui suara dengan mendengar dan perkataan, atau lewat praktik langsung atau dituliskan kembali.

  • 2. Menemukan minat dan kemampuan terbaiknya

  • Tanpa disadari orangtua sering mengancam anak yang dianggap kurang berprestasi di sekolah dengan melarang dia melakukan apa yang disukainya. Padahal apa yang disukainya lah yang akan menumbuhkan rasa percaya diri. Cara ini dapat mengganggu perkembangan belajar anak. Setelah Anda mengamati dan menemukan apa gaya dan media belajar yang disukainya, maka doronglah mereka untuk mengembangkan hal itu. Proses ini memang memerlukan waktu, namun akan memberikan hasil terbaik untuk anak dan orangtua. Prof. Levine menasihati para orangtua agar menjadikan anak-anak ahli di bidang yang disukainya.

  • Advertisement
  • 3. Bekerjasama dengan Guru

  • Di saat anak-anak mulai masuk sekolah, penting bagi Anda untuk membahas gaya dan media belajar yang efektif anak dengan gurunya. Kurikulum sekolah di era sekarang sudah menggunakan gaya belajar interaksi antara murid dan guru serta banyak menggunakan alat peraga. Meskipun demikian, jumlah murid yang cukup banyak tidak memungkinkan sang guru dapat betul-betul fokus mengidentifikasi gaya belajar anak satu per satu. Bila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi maka Anda perlu mencari jalan keluar untuk mengatasinya.

  • 4. Pembelajaran di luar sekolah

  • Tidak terakomodirnya kebutuhan anak Anda di kelas dapat menyebabkan turunnya prestasi anak di sekolah. Segera cari solusi belajar di luar sekolah, mengajarkannya sendiri atau meminta bantuan ahli dengan menggunakan metode yang cocok. Bisa saja si anak cocok belajar di alam terbuka, atau gayanya yang selalu ingin tahu sehingga selalu ada banyak pertanyaan.

  • Apa pun gaya dan media yang disukai anak, orangtua patut memberikan yang tepat walaupun tidak murah harganya. Investasi yang Anda tanamkan tidak akan sia-sia, karena mereka akan berkembang dan mencapai potensinya.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Memahami 'gaya' belajar anak dan bagaimana mengoptimalkannya

Kenali gaya belajar anak dan pertimbangkan kemampuannya, sehingga tidak akan menimbulkan tekanan stres pada anak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr