Menunggu pasangan Anda membuat Anda bahagia justru bisa membawa Anda pada akhir hubungan

Jangan korbankan waktu, perasaan, dan usaha yang sudah Anda lakukan untuk hubungan Anda hari ini untuk terus berharap orang lain akan memberikan hal yang Anda inginkan.

1,588 views   |   5 shares
  • Menjadi dewasa dan mandiri adalah proses yang akan selalu dilalui oleh setiap orang di mana pun dia berada. Sama halnya dengan memiliki pasangan dan memasuki kehidupan berumah tangga, fase ini merupakan fase yang sudah pasti baik bagi pria maupun wanita. Tujuannya adalah sama, hidup ini adalah mencari kebahagiaan sampai akhir. Dalam berumah tangga pun, hidup berpasangan diharapkan masing-masing individu mau berbuat yang terbaik demi kebahagiaan pasangannya. Namun sifat manusialah yang seringkali menjadikan hal ini seperti menjadi sesuatu yang sulit sekali dilakukan. Manusia sering kali hanya selalu ingin diperlakukan baik oleh orang lain tanpa mau mengerti bahwa masing-masing memiliki kewajiban yang sama untuk hal tersebut.

  • Keegoisan sering kali menjadi masalah terbesar yang merintangi sebuah hubungan dalam rumah tangga. Pikiran tentang harapan bahwa diri sendiri akan bahagia jika dapat hidup bersama seseorang yang dicintai selalu menjadi cita-cita awal sebuah kebahagiaan. Padahal hal terpenting pada kewajiban diri sendiri untuk membahagiakan pasangannya dengan tulus justru malah dilupakan. Dan meskipun dibutuhkan timbal balik dari masing-masing individu, kunci sebenarnya dari hal ini adalah ketulusan. Seorang yang mencintai orang lain dengan ketulusan justru tidak pernah akan berharap akan imbalannya. Inilah yang membuatnya menjadi perekat yang menyatukan banyak pasangan yang berhasil memahami arti dari sebuah ketulusan tersebut.

  • Walaupun cinta yang ada begitu besar, memberikannya tanpa ketulusan justru dapat menjadi penghancur dalam sebuah hubungan berpasangan. Harapan yang terlalu tinggi akan timbal balik dari pasangannya atau berharap mendapatkannya terlebih dahulu baru akan memberikannya jika tidak terwujud nantinya dapat berbuah menjadi kekecewaan besar yang menjadi awal retaknya hubungan dengan pasangan. Hal seperti inilah yang dapat dikatakan egois dan nihilnya rasa tulus itu. Sudah dapat ditebak jika kekecewaan sudah hinggap di dalam hati seseorang yang sebenarnya saling mencintai. Inilah sebabnya ketulusanlah yang menjadi kunci paling ampuh dalam hidup berpasangan. Berbagai perbedaan baik dalam pikiran perkataan maupun sikap akan jauh lebih dapat dipersatukan jika adanya ketulusan di hati masing-masing.

  • Oleh karena itu, mari kita periksa sekali lagi apakah kita sudah tulus mencintai pasangan kita hari ini? Berhentilah berharap pasangan Anda membuat diri Anda bahagia hari ini, tetapi cukup lakukanlah yang terbaik dan dengan ketulusan hati untuk membahagiakan dirinya. Agar dengan begitu Anda juga menanamkan sesuatu yang tidak pernah akan ternilai dengan apa pun di hatinya yang nantinya pasti akan kembali kepada diri Anda.

  • Advertisement
  • Jangan korbankan waktu, perasaan, dan usaha yang sudah Anda lakukan untuk hubungan Anda hari ini untuk terus berharap orang lain memberikan hal yang Anda inginkan, tetapi berikanlah hal tersebut secara tulus pada pasangan Anda hari ini agar ia merasa bahagia mendapatkan pribadi seperti Anda.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Andreas Kurniawan lulus sarjana S1 Teknik Informatika tahun 2009 di STMIK MDP. Memulai karir sebagai IT officer di sebuah Bank selama 1 tahun sebelum akhirnya bekerja di PT. Thamrin Brothers sebagai analis sampai saat ini. Email:

Menunggu pasangan Anda membuat Anda bahagia justru bisa membawa Anda pada akhir hubungan

Jangan korbankan waktu, perasaan, dan usaha yang sudah Anda lakukan untuk hubungan Anda hari ini untuk terus berharap orang lain akan memberikan hal yang Anda inginkan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr