Anak ingin memelihara hewan? Boleh, asal jangan beli ya..

Memilih hewan peliharaan yang lucu, menggemaskan dan gemuk dari pet shop memang menyenangkan. Namun, mengajari anak untuk berbagi dan mencintai hewan yang terlantar akan jauh lebih bermanfaat.

319 views   |   shares
  • Banyak anak kecil yang mudah gemas pada berbagai hewan peliharaan, dan biasanya akan merayu kedua orangtua untuk memelihara. Biasanya, petshop atau pembiak hewan peliharaan seperti kucing, anjing, kelinci, hingga reptil, menjadi pilihan utama untuk mencarikan peliharaan sebagai tambahan anggota keluarga di rumah, bukan?

  • Adopsi saja dari shelter

  • Bagaimana kalau sekarang, Anda beralih ke shelter? Ya, kini di berbagai kota besar sudah banyak lho, terdapat shelter yang menampung banyak hewan-hewan domestik. Asal-usulnya memang tidak selalu bisa dipetakan seperti membeli hewan di petshop atau pembiak, namun mereka tak berbeda kok. Mereka tetap bisa dijadikan bagian dari rumah Anda.

  • Apalagi mengingat kini, semakin bertambahnya populasi anjing dan kucing membuat kedua jenis binatang itu banyak berkeliaran di jalanan. Berbeda dari membeli anjing atau kucing, mengadopsi mementingkan unsur penyelamatan hewan. Dituturkan oleh Diah Putri Pramiandari, relawan Jakarta Animal Aid Network (JAAN), "Membeli anak anjing atau anak kucing seperti mendorong orang menjadikan ini sebagai ajang bisnis. Anjing atau kucing dipaksa 'memproduksi' anak terus-menerus demi kepentingan bisnis. Padahal, mereka adalah makhluk hidup, bukan barang pabrik. Maka, sebaiknya, jika ingin memelihara, adopsi saja."

  • Hewan peliharaan sebagai industri

  • Ya, ajang bisnis. Biasanya bahkan disebut puppy mill. Apa itu?

  • Menurut sebuah artikel terjemahan Vitri Mayastuti untuk Let's Adopt Indonesia, Puppy Mill atau perternakan anak anjing adalah tempat pembiakan anjing besar-besaran untuk menghasilkan anak anjing dalam jumlah banyak demi mendapatkan laba. Disamakan seperti deretan ayam betina, indukan anjing dimasukkan ke dalam kandang seumur hidup mereka dengan satu tujuan, yaitu menghasilkan anak anjing untuk toko binatang, internet dan pasar di luar negeri.

  • Pet shop atau toko yang menjual hewan peliharaan membutuhkan pasokan anak anjing muda terus-menerus. Satu pet shop bisa menerima lebih dari 20 ekor per minggunya. Dikalikan dengan jumlah petshop yang tersebar di Indonesia dan Anda akan mendapatkan jaringan distribusi yang sempurna untuk sebuah industri yang menghasilkan ribuan anak anjing tanpa mengindahkan kualitas, kesehatan atau temperamen mereka.

  • Dalam puppy mill, anjing berada di dalam kandang seumur hidup mereka -tak ada sosialisasi, perawatan bulu, tidak dimandikan, tidak berhubungan dengan manusia, tidak berolahraga dan jelas tak mendapatkan kasih sayang. Menurut sebuah artikel di situs petrescue.com.au, di Australia, puppy mill memiliki sekitar 20 hingga 1.000 anjing betina yang terus-menerus hamil dan menyusui untuk memenuhi permintaan. Di Indonesia, puppy mill ada di tempat-tempat tersembunyi dan tidak terlihat oleh umum dan keadaannya pun menyedihkan.

  • Advertisement
  • Mohon diperhatikan untuk setiap anak anjing yang lucu dan gemuk yang terlihat di pet shop, induk mereka kemungkinan besar adalah anjing yang menderita di puppy mill tersebut. Bahkan bila anak anjing terlihat lucu, bersih dan sehat, tak ada jaminan induk mereka tak menderita sebagai anjing yang dibiakkan terus-menerus di kandang seumur hidup mereka.

  • Karena itu, dengan tidak membeli peliharaan kita sudah membantu mengurangi kejadian buruk ini. Sebab, tidak ada permintaan, maka tidak ada pasokan, bukan? Bila Anda dan semua orang yang Anda kenal tak lagi membeli hewan peliharaan, maka breeder ini akan kehilangan tempat untuk meraih laba.

  • Selain itu, mengadopsi juga berarti memberi kesempatan hidup yang lebih baik bagi anjing dan kucing liar. Terkadang, ada anjing atau kucing yang dibuang pemilik mereka karena sudah tidak sanggup merawatnya. Anjing dan kucing tersebut mengalami perubahan, dari hidup teratur di rumah, menjadi binatang liar yang berkeliaran di jalan. Mereka harus berjuang mencari makanan dan juga bertahan hidup dari binatang lain yang berukuran lebih besar, atau dari manusia-manusia jahil yang tega menyiksa mereka.

  • Dimulai dari orangtua

  • Memelihara hewan adalah kegiatan yang amat baik dalam mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak karena anak belajar bertanggung jawab, dan kasih sayang pada sesama makhluk Tuhan. Maka tentunya akan lebih baik lagi jika kita juga mengajarkan pada mereka untuk mencintai hewan tanpa melihat rasnya.

  • Sebab, anjing dan kucing adopsi biasanya bukan dari ras yang terbaik. Kebanyakan adalah anjing atau kucing kampung. Tapi, sekali lagi, yang harus ditekankan, mengadopsi bertujuan untuk menyelamatkan. Tak peduli apa rasnya, anak harus tetap menerima dan menyayangi anjing atau kucing tersebut. Ketika berinteraksi dengan manusia, anak pun diharapkan menerima semua teman tanpa membeda-bedakan.

  • Kepeduliannya pada hewan sekitar harus dimulai dari orangtuanya, bukan?

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Anak ingin memelihara hewan? Boleh, asal jangan beli ya..

Memilih hewan peliharaan yang lucu, menggemaskan dan gemuk dari pet shop memang menyenangkan. Namun, mengajari anak untuk berbagi dan mencintai hewan yang terlantar akan jauh lebih bermanfaat.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr