Mengajar Anak-anak Tanggung Jawab

Anak-anak belajar bertanggung jawab dengan menjadi mandiri melalui dorongan orang tua, melalui contoh orang tua mereka, dan menyadari bila ada tugas yang harus dilakukan, mengapa bukan saya saja yang mengerjakannya?

1,900 views   |   shares
  • Anak-anak belajar bertanggung jawab dengan menjadi mandiri melalui dorongan orang tua, melalui contoh orang tua mereka, dan menyadari bila ada tugas yang harus dilakukan, mengapa bukan saya saja yang mengerjakannya?

  • Ketika anak-anak kami masih kecil mereka rutin melakukan tugas di rumah. Kami membuat daftar dan kantong yang ditempel. Tugas mereka di tulis di kartu. Setiap minggu mereka memindahkan kartu ke kantong yang lain untuk menggilir tugas mereka. Tetapi saya harus rutin mengingatkan mereka untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

  • Suami saya dan saya membahas cara-cara untuk mengatasi masalah. Kami memutuskan untuk menjalani enam hari tanpa mengingatkan tugas mereka. Kami tidak akan mengatakan sepatah kata pun tentang kamar yang berantakan, membuang sampah, atau menyapu lantai. Tidak ada perintah berulang-ulang untuk menyiapkan meja makan, membersihkan kamar mandi, atau menaruh pakaian mereka di tempat cucian. Setiap hari saya menaruh kantong sampah di dekat lemari di lantai. Tidak seorang pun memperhatikannya.

  • Setiap malam sebelum makan malam saya mengumumkan, “Makan malam sepuluh menit lagi.” Ketika kami duduk untuk makan, tidak ada piring, gelas, atau sendok dan garpu di atas meja, hanya sisir dan majalah Seattle Times. Kemudian saya taruh di meja makan spaghetti dan semangkok buncis yang sudah saya siapkan. Suami saya dan saya tetap diam. Anak-anak saling pandang dengan bingung, kemudian Scot bertanya, “Siapa yang seharusnya mengatur meja?”

  • Jill melihat daftar, “Itu tugasku.” Dia dengan cepat bergerak mengerjakannya sementara kami menunggu. Tidak ada seorang pun yang membersihkan kamar mandi. Tanpa disadari lantai tidak disapu. Tidak ada tempat tidur yang dibereskan, atau mengelap tempat cucian piring. Sampah berbau busuk. Bagaimana jika ada tamu? Kami akan malu atau terpaksa mengajak orang berbicara di luar.

  • Enam hari berlalu. Kami berkumpul di dapur di samping enam kantong besar sampah yang bau. Anak-anak kami menutup hidung mereka, kemudian hampir bersamaan, “Ooo, siapa yang harus buang sampah?” Mereka semua memeriksa bagan, tetapi yang membuat kami terkejut keempatnya mengambil kantong sampah dan membawanya keluar. Setelah makan malam, kami berjalan dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Kami berbicara tentang kamar yang tidak rapi, lantai yang tidak disapu, dan pakaian dalam bertumpuk di samping bak mandi. Mereka hampir tidak menyadarinya. Bersama-sama kami membuat peraturan. Mereka setuju bahwa mereka akan membersihkan kamar mereka dan melakukan tugas mereka tanpa diingatkan. Jika pakaian kotor tidak masuk ke dalam keranjang cucian, maka itu tidak akan dicuci. Akibat dari tidak mengerjakan tugas mereka adalah tidak boleh nonton TV atau bermain dengan teman-teman mereka seusai sekolah. Mereka semua setuju. Kami tidak lagi perlu mengingatkan mereka setiap hari dan anak-anak kami belajar bertanggung jawab.

  • Advertisement
  • Bekerja tanpa disuruh membawa kepuasan bagi diri sendiri, membangun harga diri, dan serta membangun rasa tanggung jawab. Mereka belajar, “Tugas ini harus dilakukan, mengapa bukan saya saja yang mengerjakannya?”

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Indah Wajarsari dari artikel asli "Teaching children responsibility" karya Jelean Reynolds.

Bantu kami menyebarkan

Jelean Reynolds is an accomplished author. She is a mother to 5 children and a grandmother to 18 beautiful grandchildren.

Mengajar Anak-anak Tanggung Jawab

Anak-anak belajar bertanggung jawab dengan menjadi mandiri melalui dorongan orang tua, melalui contoh orang tua mereka, dan menyadari bila ada tugas yang harus dilakukan, mengapa bukan saya saja yang mengerjakannya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr