Cara terbaik menyapih si dua tahun dari ASI

Sebetulnya tidak perlu terburu-buru untuk menyapih si kecil dari kegiatan menyusui. Namun jika sudah tidak nyaman, ada lho cara-cara baik melakukannya tanpa membohongi atau mengoleskan makanan pahit ke payudara.

706 views   |   4 shares
  • Bagi para ibu dengan anak yang masih bayi, kegiatan menyusui merupakan saat-saat istimewa yang intim antara keduanya. Karena itu, meski pada usia dua tahun-yang menjadi waktu paling pas untuk balita berhenti menyusui pada ibu atau disapih- berbagai penolakan sering terjadi, baik dari balita sendiri atau ketidaksiapan dalam diri si ibu.

  • Wajar, karena banyak ibu yang merasa enggan kehilangan momen istimewa tersebut. Mereka juga khawatir anak akan merasa tidak dicintai dengan disapih. Untuk itu proses menyapih haruslah dilakukan secara bertahap dan tanpa paksaan agar tidak berdampak buruk kepada kedua belah pihak. Agar si kecil tidak terguncang secara psikologis dan agar si ibu juga lebih rela menyapih dan tidak mengalami bengkak payudara yang parah akibat penyapihan yang terjadi secara tiba-tiba.

  • Menurut Mia Sutanto, ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), bila kedua belah pihak, yakni ibu dan anak, masih menikmati kegiatan menyusui, anak tidak perlu disapih. "Bila alasannya tidak mendesak tunda dulu menyapih. Kecuali jika salah satu pihak mulai merasa tidak nyaman," katanya. Yang harus dipahami adalah kegiatan menyapih bukanlah proses yang instan, butuh waktu beberapa minggu bahkan beberapa bulan.

  • Kegiatan menyapih bisa dimulai dengan menjarangkan frekuensi dan waktu pemberian ASI. Ketika anak sudah bisa diajak berkomunikasi, berikan penjelasan yang mudah dan diterima akalnya mengapa ia harus berhenti menyusui pada ibunya. Selama proses menyapih ini tunjukkan kasih sayang Anda kepada si kecil dengan memeluk atau menciumnya agar ia tidak merasa diabaikan meski sudah disapih.

  • Mengapa jadi rumit, dan tidak dibuat mudah seperti mengoleskan pasta gigi atau makanan pahit di puting saja? Sebab, bagi anak, menyusu bukan sekadar kegiatan yang mengenyangkan perut. Menyusu juga memenuhi kebutuhan emosi anak. Bahkan, anak dan ibu sebetulnya amat menikmati kontak kulit selama proses menyusui.

  • Jadi apa yang sebaiknya Anda lakukan? Upayakanlah agar anak berhenti menyusu tanpa membahayakan perkembangan fisik dan emosinya. Kuncinya mudah saja, beri anak hubungan dekat dan rasa cinta yang sama seperti pertama kali Anda menyusui dirinya.

  • Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua ketika anak menolak untuk disapih:

  • Lakukan proses menyapih secara bertahap dan perlahan

  • . Misalnya dengan mengurangi secara bertahap frekuensi menyusui. Bisa dimulai dengan mengurangi frekuensi menyusui saat siang. Baru kemudian bertahap mengurangi frekuensi menyusui di malam hari.

  • Advertisement
  • Jelaskan alasan Anda menyapihnya

  • Tenang saja, anak usia 2 tahun sudah bisa mendengarkan dan memahami penjelasan Anda, lho. Katakan saja dengan lembut, dan ulangi terus setiap malam sebelum tidur sejak usianya sudah jelang 2 tahun. Agar ia siap dan ibu juga siap.

  • Alihkan perhatiannya

  • Setiap kali dia mendekati Anda untuk meminta menyusu, segera ajak dia bermain atau melakukan kegiatan menyenangkan yang bisa membuat dia lupa tujuan awalnya mendekati Anda. Saat siang, kelika si anak meminta untuk menyusu alihkan perhatiannya dengan berbagai kegiatan seperti menyanyi, membaca, tertawa bersama. Kalau dia haus, biasakan untuk memberikan air putih atau jus buah. Kalau ayah sedang ada di rumah, ayah bisa membantu untuk mengalihkan perhatian anak dari keinginan untuk menyusu pada ibunya

  • Tinggalkan kebiasaan saat menyusui

  • Bila Anda terbiasa menyusui dia sebelum tidur ganti ritual tersebut dengan membacakan dia dongeng. Jika Anda punya sudut favorit untuk menyusui anak, misalnya di sofa kamar, hindari duduk di sofa tersebut di jam-jam di mana Anda biasa menyusui anak.

  • Siap dengan camilan sehat pengganti ASI

  • Jika Anda ingin menyapih anak, pastikan Anda sudah menyediakan camilan lezat dan sehat yang bisa memuaskan rasa laparnya. Hindari menyapih anak dari menyusu ke benda lain seperti empeng, botol susu, bantal, dsb.

  • Hal penting lagi yang perlu diingat adalah: Hindari menyapih saat anak sedang tidak sehat atau sedang sedih, kesal, marah. Hindari juga menyapih anak saat terjadi perubahan besar lain pada hidupnya, seperti mulai ditinggal bekerja, pindah rumah, mulai sekolah, atau ganti pengasuh.

  • Selain itu, setelah balita disapih, sebaiknya diajarkan untuk minum dari gelas, tidak kembali ke dot agar ia mandiri. Penuhi kebutuhan nutrisinya dari makanan padat yang dikonsumsi sehari-hari.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Cara terbaik menyapih si dua tahun dari ASI

Sebetulnya tidak perlu terburu-buru untuk menyapih si kecil dari kegiatan menyusui. Namun jika sudah tidak nyaman, ada lho cara-cara baik melakukannya tanpa membohongi atau mengoleskan makanan pahit ke payudara.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr