Tips sukses 'toilet training' si kecil

Sudah siapkah si kecil berlatih untuk 'meninggalkan' diapers-nya dan mulai toilet training?

658 views   |   2 shares
  • Mendidik anak adalah tanggung jawab orangtua sebab pelajaran pertama yang anak terima adalah di rumah. Mulai dari belajar berkata-kata, sopan santun, bernyanyi bahkan sampai kepada hal yang kecil namun penting yaitu toilet training.

  • Anda tidak dapat berkata bahwa suatu hari dia akan bisa, atau mari kita berdoa semoga suatu hari dia dapat pipis sendiri di kamar mandi tanpa Anda melatihnya. Sama halnya seperti berbicara. Anda perlu memberikan stimulasi untuk anak Anda dan melatihnya agar ia dapat berbicara dengan lancar.

  • Lantas, apa saja yang perlu dipersiapkan dalam melakukan toilet training ini?

  • Pada dasarnya Anda sedang menanamkan kebiasaan dan sedang melatih anak Anda untuk melakukan aktivitas membuang air kecil atau besar pada tempatnya, di toilet bukan di popok atau di sudut ruangan. Ini sesuatu yang baru buat anak Anda. Butuh waktu untuk ia memahami hal ini. Bila bayi membutuhkan waktu 1 tahun lamanya untuk ia belajar berjalan, maka toilet training ini tidak butuh waktu selama itu. Namun, kembali kepada kesiapan anak Anda. Bila ia siap dan Anda konsisten, maka biasanya tidak butuh terlalu lama untuk ia lulus toilet training. Mungkin sekitar 2 bulan atau bahkan hitungan minggu.

  • Kapan saat yang tepat untuk memulai toilet training?

  • Tidak ada acuan yang pasti, bisa saja dimulai dari 18 bulan atau kurang atau lebih. Toilet training siap dimulai ketika anak dan orangtua sama-sama siap, secara mental dan fisik.

  • Tanda anak Anda siap secara fisik:

    • Dapat duduk tegak

    • Mempunyai jadwal BAB dan BAK yang cukup teratur

    • Memiliki jeda waktu BAK 2-4 jam, memperlihatkan otot pada saluran kemih sudah berkembang dengan baik sehingga dapat menahan urin

    • Dapat menaikkan dan menurunkan celananya sendiri

  • Anda juga dapat mencermati ciri-ciri eksternal yang ditunjukkan anak Anda seperti muka yang sedang mengejan, memegang atau meremas celananya, mundur ke pojokan, bersembunyi, atau berjongkok. Biasanya tanda BAB lebih mudah terbaca sehingga kerap kali proses BAB yang lebih cepat lulus toilet training. Namun, seiring waktu tanda-tanda BAB dari anak Anda seringkali tidak terlihat. Tanda-tanda eksternal ini juga menunjukkan bahwa anak Anda telah mencapai tahap perkembangan yang cukup matang untuk menyadari hal yang sedang terjadi dalam tubuhnya.

  • Selain faktor fisik Anda perlu mencermati faktor mental dari anak Anda juga. Karena belum tentu anak yang siap secara fisik rela meninggalkan kenyamanan dari popok.

  • Advertisement
    • Sudah dapat membedakan BAK dan BAB

    • Tertarik dengan kebiasaan dan kegiatan orang dewasa di kamar kecil

    • Memahami instruksi sederhana dan bisa meniru perilaku orang

    • Tidak betah dengan kondisi popok kotor atau basah

    • Dapat mengungkapkan keinginan untuk BAB atau BAK dengan kata sederhana atau bahasa fisik

    • Mau belajar menggunakan toilet

  • Anda tidak perlu menunggu semua tanda ada di anak Anda untuk Anda memulai toilet training.

  • Pastikan juga bahwa Anda telah siap mental dan fisik untuk memulai latihan ini. Karena latihan ini harus konsisten dan akan membutuhkan waktu luang Anda. Anda tidak bisa memburu-buru anak Anda, hal ini akan membuat anak dan Anda stres. Anda akan membawa anak Anda berkali-kali ke toilet dan perlu membersihkan lantai bila ia BAK atau BAB di lantai, serta celana yang basah oleh pipis atau kotoran.

  • Langkah-langkah memulai toilet training

  • Bicaralah dengan anak Anda sebelum Anda memulai latihan ini. Mungkin sekitar 1 bulan sebelumnya. Katakan bahwa ia sudah tambah besar, sudah tidak BAB atau BAK di popok atau celana. Jelaskan toilet adalah tempat untuk ia BAB atau BAK. Anda juga dapat mempraktikkan caranya di depan anak Anda. Minta bantuan suami bila anak Anda adalah laki-laki.

  • Anda dapat mempersiapkan beberapa perlengkapan seperti berikut:

    • Training pants
  • Ini adalah celana dalam yang dapat menahan pipis 1x sehingga tidak langsung tumpah ke lantai. Ini pasti meringankan Bunda.

    • Potty pot
  • Potty pot sudah banyak dijual dan lucu-lucu bentuknya. Ini biasanya untuk membuat anak Anda tertarik pada toilet. Namun, Anda jadi 2x kerja ya Bun. Anda harus membersihkan potty potnya lagi. Bila Anda tidak ingin repot dan lebih praktis, langsung kenalkan toilet padanya.

    • Potty seat
  • Potty seat juga banyak dijual di toko online dan memiliki karakter yang lucu. Letakkan pada toilet Anda sehingga anak Anda akan merasa lebih nyaman dan aman ketika duduk di sana.

    • Stool untuk toilet training
  • Ini membantu untuk anak laki-laki Anda yang membuang air kecil dengan cara berdiri. Selain itu stool ini juga dapat menjadi pijakan ketika anak Anda sedang duduk di atas kloset. Kaki yang menggantung terkadang membuat beberapa bayi merasa tidak nyaman dan takut.

  • Terus ingatkan anak Anda di mana harusnya ia BAK atau BAB. Ajari ia mengungkapkan keinginan dia dengan kata-kata sederhana, misalnya "Bilang sama Mama kalau kamu mau pipis. Ma, pipis, piss. Atau Ma, mau poop, poopie." Anda juga dapat mengajarkan aktivitas menyalakan lampu kamar mandi atau mematikannya ketika selesai, flush dan membilas alat kelaminnya serta mencuci tangan setiap ia selesai menggunakan toilet. Banyak sekali kan Bunda hal-hal baru yang harus si kecil pahami?

  • Advertisement
  • Oleh karena itu, jangan memarahinya bila ia masih BAB atau BAK di celana. Katakan saja, "Dede lupa ya kasih tahu Mama mau pipis/poopie? Lain kali kasih tahu ya. Pipis/poopie di mana Dek? Di toilet." Jangan lupa untuk memujinya setiap kali ia berhasil melakukannya dengan benar.

  • Terus semangati dia untuk BAK dan BAB di toilet, ajak ia bernyanyi atau aktivitas yang menyenangkan ketika ia sedang di toilet sehingga ia akan merasa bahwa ini adalah sesuatu yang menyenangkan bukan sesuatu yang membuat stres.

  • Bila ia menangis dan menarik kembali celananya ketika Anda mengajaknya ke toilet, biarkan saja terlebih dahulu. Mungkin memang ia belum ingin pipis. Bila ia memang masih belum pipis anggap saja ini cara anak Anda sudah dapat mengomunikasikan pada Anda bahwa ia belum mau pipis.

  • Anda dapat melakukan toilet training ini secara bertahap sesuai dengan kesiapan Anda. Mulai dengan melepas popok di pagi hari mulai bangun tidur sampai malam. Bila Anda siap, Anda dapat segera memulai toilet training ketika Anda berada di luar rumah dan malam hari. Minta ia pipis sebelum Anda pergi. Kenali waktu-waktu anak Anda BAB dan BAK. Ajak anak Anda ke toilet ketika di mal atau di tempat lain bila Anda sedang keluar rumah. Pelan-pelan lepaskan popok pada malam hari. Biasanya anak Anda akan gelisah ketika ia sedang pipis di saat tidur. Pasang alarm 1-2 jam dari waktu ia tidur untuk melihat apakah ia pipis atau menunjukkan tanda akan pipis. Gendong anak Anda dan ajak ia pipis. Mungkin ia akan marah di awal-awal namun lama-lama ia akan terbiasa dan kembali terlelap dan semakin lama ia akan dapat menahan pipisnya dengan tetap kering semalaman.

  • Nah, Bunda konsistenlah pada tahap ini. karena konsistensi adalah kunci keberhasilan Anda dan anak Anda dalam proses ini. Bersabarlah pada tahap ini. Biarkan anak Anda belajar dengan menyenangkan.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Setelah lulus dari kuliah IT, saya menjadi guru TK selama 7 tahun. Tidak jarang selain menghadapi murid saya juga memberi masukan kepada orangtua murid dari sisi seorang guru. Membaca, menulis dan musik adalah hobi saya. Setelah menikah saya langsung dikaruniai 1 putera yang lucu, saya menjadi ibu penuh waktu dan mulai mengembangkan hobi dan talenta saya yaitu membuat kue atau memasak. Saya senang mengumpulkan berbagai resep dan mencobanya di waktu senggang (yang tidak banyak) saya.

Tips sukses 'toilet training' si kecil

Sudah siapkah si kecil berlatih untuk 'meninggalkan' diapers-nya dan mulai toilet training?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr