Selagi si kecil masih di dalam kandungan, yuk traveling dulu!

Hamil itu melelahkan, namun sebetulnya Anda masih bisa menikmati saat-saat sebelum Anda sibuk mengasuh buah hati tercinta setiap saat.

640 views   |   1 shares
  • Mengandung, bukanlah proses yang mudah bagi setiap wanita. Di trimester pertama, Anda akan banyak merasa mual dan mudah mengantuk. Sementara saat perut sudah membesar, jalan sedikit saja sudah ngos-ngosan. Namun apakah berarti sepanjang masa kehamilan 9 bulan Anda tidak boleh beraktivitas atau bahkan bepergian? Duh, membosankan sekali.

  • Jika tidak ada kasus-kasus tertentu, dan Anda hamil dengan normal, boleh saja kok bepergian. Bahkan menggunakan pesawat terbang pun tidak masalah. Hanya saja, Anda harus ekstra hati-hati dan memerhatikan banyak hal. Misalnya, dokter kandungan pasti akan menyarankan untuk bepergian di trimester kedua. Sebab, di saat itu perut belum terlalu besar, dan mual sudah berlalu.

  • Wendy Wilcox, MD, MPH, asisten profesor divisi obstetrik dan ginekologi di Albert Einstein College of Medicine/Montefiore Medical Center, New York City, mengatakan; hal utama yang harus diingat adalah pastikan bahwa dokter kandungan Anda tahu betul kontak Anda dan memberikan izin. Jadi, apa saja yang wajib diperhatikan?

  • 1. Traveling di saat yang tepat

  • Meski Anda sudah membayangkan betapa asyiknya traveling Anda nanti, keselamatan bayi dalam kandungan tetaplah yang utama.

  • Jika Anda hendak traveling menggunakan pesawat, sebaiknya Anda memeriksa kebijakan yang diterapkan maskapai penerbangan sebelum Anda membeli tiket. Apakah pihak airlines mengizinkan ibu hamil traveling dengan usia kandungan tertentu dalam penerbangan mereka?

  • Menurut Pamela Berens, MD, profesor divisi obstetrik and ginekologi di the University of Texas, Houston mengingatkan agar tidak bepergian jauh pada trimester pertama. Sebab, risiko keguguran masih tinggi. Lagipula, rasa mual dan mudah ngantuk itu kan tidak enak juga diajak jalan-jalan.

  • 2. Tanggal jatuh tempo

  • Sebaiknya hindari melakukan perjalanan pada saat usia kandungan telah mencapai 9 bulan. Hal ini dimaksudkan agar Anda tak merasa kewalahan jika sewaktu-waktu Anda mengalami kontraksi di tempat dan waktu yang tidak Anda inginkan.

  • Namun jika Anda terpaksa harus bepergian jauh menjelang datangnya 'hari H', maka sebaiknya Anda harus bersiap diri terhadap segala kemungkinan. Bawalah beberapa potong baju bayi dan pembalut khusus melahirkan dalam tas Anda. Jika memungkinkan, lengkapi diri Anda dengan informasi tentang bidan, dokter atau klinik bersalin di sekitar tempat tujuan.

  • "Kebanyakan dokter kandungan sepakat agar ibu hamil tidak bepergian jauh setelah 36 minggu masa kehamilan. Bahkan sebaiknya tidak dilakukan juga jika sudah 34 minggu," kata William Rayburn, MD, ketua jurusan obstetrik dan ginekologi di the University of New Mexico. Bahkan jika kehamilan Anda bermasalah, maka sebaiknya tidak bepergian jauh setelah 24-28 minggu. Sebab risiko bayi lahir prematur menjadi tinggi.

  • Advertisement
  • 3. Hindari daerah berbahaya

  • Ibu hamil dianjurkan tidak menerima vaksinasi apa pun selama masa kehamilan karena dikhawatirkan berbahaya bagi kesehatan janin. Karenanya, hindari berkunjung ke negara-negara yang mengharuskan Anda melakukan imunisasi terlebih dahulu.

  • 4. Tak perlu "sok" kuat

  • Bandara itu besar dan Anda hamil. Besar kemungkinan Anda akan merasa kelelahan. Jadi, jangan gengsi ya, untuk meminta kursi roda dan meminta bantuan orang lain untuk bagasi, atau menaikkan barang ke kabin.

  • 5. Terus bergerak

  • Umumnya ibu hamil sering buang air kecil, maka Anda akan sering bolak balik ke toilet. Manfaatkan saat-saat ini untuk bergerak, dan stretching, jika bepergian dengan roda transportasi apa pun. Selain mencegah terjadinya perdarahan dan komplikasi, karena jarang minum dan buang air kecil, namun banyak bergerak juga mencegah terjadinya darah menggumpal di kaki. Hal ini fatal bagi kesehatan ibu hamil. "Hormon kehamilan membuat Anda mudah mengalami sumbatan pembuluh darah, dan lebih sering dialami mereka yang jarang bergerak," kata Edward Lazarus, MD, asisten profesor obstetrik dan ginekologi di the University of Tennessee Health Science Center.

  • Selain lima hal di atas, yang perlu diperhatikan juga adalah istirahat cukup, makan makanan bergizi, melengkapi surat-surat dokter juga data kesehatan, serta gunakanlah baju juga sepatu yang senyaman mungkin. Dengan itu, Anda siap menikmati perjalanan.

  • Mumpung si kecil belum lahir, pergilah jalan-jalan. Karena nanti jika ia sudah lahir, maka waktu Anda bepergian akan semakin terbatas, dan kapan lagi, bisa menikmati perjalanan dengan tendangan-tendangan halus dari dalam perut? Asyik, lho..

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Selagi si kecil masih di dalam kandungan, yuk traveling dulu!

Hamil itu melelahkan, namun sebetulnya Anda masih bisa menikmati saat-saat sebelum Anda sibuk mengasuh buah hati tercinta setiap saat.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr