Membantu Anak Sesat Pulang

Untuk anak-anak kita yang meninggalkan iman mereka, hendaknya kita jangan memaksa mereka kembali atau menghakimi mereka. Hendaknya kita membujuk mereka dengan penuh kasih agar mereka tersentuh hatinya dan kembali dengan keinginan sendiri.

1,593 views   |   shares
  • Setelah saya sendiri menyimpang dari akar spiritual selama hampir 15 tahun, saya kembali ke kepercayaan saya hampir empat tahun lalu. Karena pengalaman itu saya mungkin sedikit unik, tetapi cocok, untuk menjadi orang yang menulis cara membantu anak sesat.

  • Mengapa orang kehilangan imannya?

  • Jadi mengapa ada orang yang sukar diajar dan menyimpang dari iman mereka? Saya yakin ada banyak alasan mulai dari tragedi tak terduga yang menghancurkan iman yang belum matang, keraguan yang mencuri masuk, kekurangan komitmen spiritual, hasrat jasmani biasa, hingga dibutakan oleh kecanduan.

  • Iman adalah bagian dari siapa diri kita yang dalam secara personal dan emosional. Iman adalah emosi, bukan akal pikiran. Itu adalah pilihan kita setiap hari.

  • Kehilangan iman kelihatannya membutuhkan pembenaran intelektual dari pihak orang yang kehilangan. Seringkali ketika seseorang meninggalkan imannya dia membanjiri anggota keluarganya dengan setumpuk alasan mengapa dia meninggalkan kepercayaan yang telah dipeluknya selama bertahun-tahun.

  • Seseorang yang kehilangan iman lebih sering disebabkan oleh dorongan emosi daripada alasan intelektual. Saya katakan demikian karena anggota keluarga yang bermaksud baik mungkin terbawa arus untuk memberikan argumen intelektual padahal sebenarnya lebih baik mencoba memahami dasar luka emosional di balik keputusan tersebut.

  • Seseorang yang dikasihi yang mendadak berhenti melihat hidup dari kaca mata rohani mungkin membingungkan dan mengejutkan anggota keluarga yang penuh perhatian. Jadi apa yang dapat dilakukan orangtua, kakek dan nenek, serta saudara yang sedih untuk memungkinkan kembalinya kerabat yang sesat?

  • Perhatikanlah saya sengaja menggunakan kata ‘memungkinkan’ bukan memaksa. Saya percaya bahwa pilihan, atau kemampuan menentukan nasibnya sendiri, adalah hukum rohani yang tidak dapat dilanggar bahkan oleh Yang Maha Kuasa – apalagi oleh manusia fana.

  • Bagaimana Anda memperlihatkan dukungan?

  • Anda dapat mengasihi, berdoa untuknya, dan menemani anggota keluarga yang sesat. Anda tidak dapat memaksa dan hendaknya tidak pernah meninggalkannya, mengintimidasinya, menghakiminya atau mengancamnya. Saya yakin perbuatan itu tidak akan menolong dan hampir pasti justru menjauhkan mereka yang Anda kasihi. Jangan pernah melakukannya.

  • Mungkin hal paling buruk yang dapat Anda lakukan adalah membiarkan kemarahan, ketakutan, dan kekawatiran Anda membuat orang yang Anda kasihi kehilangan kepercayaannya kepada Anda daripada kepada dirinya. Ini bukan kegagalan Anda sebagai orangtua, saudara atau teman. Bukan juga masalah bagaimana nanti pandangan relasi atau teman terhadap keluarga Anda. Ini adalah masalah orang itu sendiri. Mereka tidak perduli berapa banyak Anda tahu mengenai agama Anda hingga mereka tahu betapa besar perhatian Anda terhadap mereka.

  • Advertisement
  • Yuli (nama samaran) memiliki saudara lelaki Yono yang kehilangan imannya setelah lulus SMU. Dia mungkin sedang sedih atau kecewa, siapa tahu? Akhirnya Yono pindah dari keluarganya ke daerah yang terpencil di desa. Yuli jarang melihat atau berbicara kepada saudaranya lagi. Yuli tidak membiarkan keadaan tersebut menghalanginya untuk tetap berhubungan dengan Yono. Setiap bulan, hujan maupun angin, dia menulis surat kepada Yono. Dia memberitahu Yono tentang apa yang dilakukannya dan tetap memberitahu kegiatan anak-anaknya, yang adalah kemenakannya. Dia memberitahu Yono bahwa dia mengasihinya dan rindu kepadanya. Yono tidak pernah membalas suratnya atau bahkan mengakui upayanya untuk tetap berhubungan dengannya. Tahun berganti tahun – lebih daripada lima tahun. Lalu, suatu hari, Yono memberitahu saudara perempuannya, Yuli, bahwa dia menyimpan semua surat Yuli. Itu merupakan awal, yang akhir kisahnya masih perlu dituliskan.

  • Baru-baru ini Mariam (nama samaran) juga meninggalkan imannya. Tak seorangpun dalam keluarganya memahami alasannya. Dia telah memberi mereka banyak alasan intelektual, beberapa diantaranya kurang masuk akal, tetapi dia tidak pernah berbagi perasaannya dengan mereka. Nampaknya ada orang lain dalam hidup Mariam yang terang-terangan tidak disetujui keluarganya. Saudara iparnya masih tetap berhubungan dengan bekas pacar Mariam, walau cuma lewat pesan singkat. Seandainya dan jika Mariam berpikiran untuk kembali, apakah keluarga ini pilihannya? Jalan pulangnya nampak sangat jauh.

  • Saya tidak mengatakan bahwa kita boleh membenarkan perilaku yang tidak patut. Kita tidak boleh demikian. Namun demikian, kita dapat mengasihi seseorang terlepas dari perilakunya. Menghukum mereka yang menyakiti atau mengecewakan kita tidaklah produktif. Tujuannya adalah membawa mereka kembali, bukan?

  • Tidak pernah terlambat

  • Anda ingin anak Anda memahami bahwa kembali pulang tidaklah pernah terlambat. Anda akan selalu menantinya dengan tangan terbuka – sama seperti keluarga saya menunggu saya, ketika saya akhirnya kembali ke iman saya.

  • Kasihilah anggota keluarga yang sesat ketika perilaku mereka – yang tidak dapat Anda kendalikan – mematahkan hati Anda. Terimalah dan kasihilah mereka sepenuhnya, bahkan ketika mereka tidak pantas untuk menerimanya. Dan, ketika mereka mulai mendengarkan dan saatnya tiba, ingatkan mereka bahwa Anda mengasihi mereka. Seringlah memeluk mereka. Biarkanlah mereka merasakan kasih sepenuhnya keluarga mereka.

  • Anak-anak sesat hendaknya selalu merasakan bahwa ada lebih banyak kasih di dalam keluarga mereka daripada di luar rumah. Doronglah mereka untuk mengambil bagian dalam kegiatan kecil yang mungkin menyentuh hati dan rohani mereka. Kemudian tunggulah, amatilah, dan berharaplah. Sampai suatu hari mereka, sama seperti saya, datang kepada keluarganya dan menemukan jalan pulang.

  • Advertisement
  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli "Ways to Help Wayward Wanderers Come Home" karya Susan N Swann.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Read about the power of families to seek after the one in Susan's book: Coming Home: A Mormon's Return to Faith. Learn more at www.returntofaith.org You can reach Susan at: susanswann7@hotmail.com

Membantu Anak Sesat Pulang

Untuk anak-anak kita yang meninggalkan iman mereka, hendaknya kita jangan memaksa mereka kembali atau menghakimi mereka. Hendaknya kita membujuk mereka dengan penuh kasih agar mereka tersentuh hatinya dan kembali dengan keinginan sendiri.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr