Penjanjian pranikah untuk rumah tangga yang lebih kuat

Perjanjian pranikah, bisa jadi satu cara untuk menguatkan pernikahan Anda.

721 views   |   7 shares
  • Pernikahan adalah sebuah gerbang kehidupan yang penuh kejutan, petualangan, dan tentu saja, risiko. Menyatukan dua hati, dua kepala, dua karakter, dan dua keluarga besar, adalah bukan perkara sederhana. Meskipun Anda berdua berjanji sehidup semati, tidak ada yang dapat memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa mendatang. Pada akhirnya, Anda dan pasangan akan terpisah, baik karena kematian ataupun perceraian. Tidak ada pasangan yang mau menerima kepahitan di akhir perpisahan. Apalagi, apabila pernikahan Anda menghasilkan generasi penerus. Anda tentu memikirkan bagaimana kelanjutan hidup dan masa depan anak cucu Anda kelak.

  • Di sinilah muncul sebuah alternatif jalan untuk "mengamankan" masa depan Anda, pasangan, dan keturunan Anda dari kejadian tidak diinginkan dalam pernikahan. Alternatif ini bahkan dibuat sebelum Anda meresmikan ikatan pernikahan ini secara legal, yaitu berupa perjanjian pranikah (prenuptial agreement).

  • Hingga saat ini, perjanjian pranikah belum populer di Indonesia. Banyak anggapan bahwa perjanjian ini hanya dibuat oleh kalangan tertentu seperti selebritis, menengah ke atas, atau khusus untuk kondisi pernikahan tertentu seperti pernikahan antar bangsa dan pernikahan dengan duda atau janda.

  • Padahal, pasangan dengan latar belakang apapun dapat membuat perjanjian pranikah ini tanpa batasan persyaratan. Anda memang akan mengeluarkan biaya untuk membuat dokumen resmi di notaris atau ada kemungkinan harus berkonsultasi dengan advokat untuk menetapkan poin-poin yang relevan sesuai hukum yang berlaku. Namun, ini adalah sebuah investasi yang tak kalah penting. Anda rela merogoh kocek untuk menggelar resepsi pernikahan yang megah, maka sedikit tambahan biaya untuk merancang perjanjian pranikah tentu bukan sesuatu yang memberatkan.

  • Yakinkan diri Anda dan calon suami tercinta, inilah 4 alasan mengapa Anda perlu segera berdiskusi untuk merancang perjanjian pranikah Anda:

  • 1. Pernikahan bukan melulu tentang uang

  • Mahligai rumah tangga pada dasarnya bukan mengurusi tentang uang Anda belaka. Namun, Anda perlu memikirkan bagaimana caranya supaya harta yang telah Anda peroleh sebelum menikah dan nantinya Anda dapatkan dalam pernikahan tidak akan menjadi penghalang dan perusak pernikahan Anda. Caranya, lakukan pengaturan semenjak ikatan pernikahan Anda ini belum diresmikan. Menetapkan aturan main yang jelas mengenai status, proporsi, dan pengelolaan harta serta utang adalah tindakan yang bermanfaat tidak hanya bagi Anda dan suami, namun juga bagi generasi penerus Anda kelak.

  • Advertisement
  • 2. Memasuki arena dengan dua nyawa

  • Siapapun tidak ingin terpisah dengan pasangan dalam sebuah kejadian tragis. Namun, Anda tidak dapat mengatur jalannya nasib dan takdir. Kematian ataupun perceraian dapat terjadi kapan saja, bahkan tanpa Anda siap menghadapinya. Masalah tentunya akan muncul ketika keluarga harus ditopang oleh satu orang saja. Di sinilah Anda bak memasuki arena pertarungan dengan dua nyawa. Anda dan pasangan dapat mengatur bagaimana peralihan tanggung jawab ketika salah satu dari Anda tiada. Pencarian nafkah tetap harus berlanjut dan ada mulut-mulut yang menanti untuk diberi makan. Tanpa persiapan, Anda akan merasa gamang tak tentu arah. Mendobrak salah kaprah yang berlaku di benak banyak orang, perjanjian pranikah bukanlah "doa perpisahan". Justru, ini adalah jaring pengaman yang ditebarkan, supaya Anda atau pasangan tidak jatuh ke dalam jurang keputusasaan ketika ditinggalkan oleh pasangan pada suatu masa.

  • 3. Melatih dan membuka jalur komunikasi Anda bersama pasangan

  • Dalam merancang perjanjian pranikah, Anda dan pasangan akan dihadapkan pada kemampuan berkomunikasi efektif. Menyamakan persepsi, mengutarakan keinginan dan kebutuhan Anda dalam pernikahan. Tidak hanya mempersiapkan masa depan dalam hal perencanaan dan pengelolaan finansial, perjanjian pranikah juga merefleksikan bagaimana Anda dan pasangan mempersiapkan diri untuk menghadapi konflik. Anda berdua akan membahas hal-hal apa saja yang dapat mencetuskan konflik dalam rumah tangga. Tujuannya, menghindari terperciknya konflik tersebut dan jika pada akhirnya konflik terlanjur terjadi, Anda telah tahu langkah apa yang akan diambil sebagai penyelesaian.

  • 4. Menciptakan pernikahan yang saling mendukung, bukan membebani

  • Seyogyanya, pernikahan ideal menopang dan mendukung satu sama lain. Meskipun suami berperan sebagai kepala keluarga, bukan berarti Anda meletakkan seluruh beban di bahunya. Anda sebagai istri, juga perlu mengetahui caranya mengatasi masalah ketika pernikahan digoncang badai. Perjanjian pranikah akan menjadi pedoman Anda dalam menjalani koridor pernikahan dengan aturan-aturan yang jelas. Apakah perjanjian ini mengikat dalam satu kali peresmian? Tidak juga. Anda dan suami dapat melakukan pembaruan isi perjanjian, sesuai dengan dinamika pernikahan Anda. Yang jelas, hal terpenting yang menjadi perhatian utama adalah komitmen Anda berdua sedari awal, sejak merancang perjanjian, melaksanakan, dan mengevaluasinya.

  • Advertisement
  • Isi perjanjian pranikah secara umum memang banyak berkutat pada area finansial, di mana area ini memiliki kepentingan legalitas yang rumit. Namun, Anda juga dapat memasukkan hal-hal non-finansial ke dalam perjanjian Anda, jikalau Anda dan suami memandang aspek-aspek tersebut dapat memicu pertikaian atau sumber konflik di masa mendatang.

  • Namun, biasanya, pihak legal ataupun pengadilan merasa area pribadi sebagai hal yang kurang relevan untuk dibahas secara resmi di forum hukum. Ada baiknya Anda melakukan pemisahan perjanjian, untuk memperjelas area pembahasan di dalam perjanjian pranikah Anda.

  • Apabila Anda sudah terlanjur menjalani pernikahan tanpa perjanjian pranikah, Anda dapat berdiskusi dengan suami dan merancang perjanjian pasca menikah (postnuptial agreement). Perjanjian ini dapat berisi mirip dengan perjanjian pranikah, namun dengan penyesuaian yang disusun berdasarkan kondisi pernikahan Anda sekarang dan potensi permasalahan yang akan Anda hadapi di masa mendatang.

  • Persiapkan perjanjian pranikah ini setidaknya 3-6 bulan sebelum Anda meresmikan hubungan Anda. Sebuah modal penting untuk pernikahan yang siap sedia menerjang badai dan enggan dikalahkan begitu saja oleh perpisahan tak terencana.

Bantu kami menyebarkan

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Penjanjian pranikah untuk rumah tangga yang lebih kuat

Perjanjian pranikah, bisa jadi satu cara untuk menguatkan pernikahan Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr