Yuk perkenalkan anak pada dunia karier masa depan

Dunia karier anak di masa depan tentu akan jauh lebih menantang, namun bukan berarti Anda terus menyetir anak. Justru, mempersiapkan berbagai kebutuhan emosi serta life skills akan jauh lebih berguna baginya.

211 views   |   1 shares
  • Tahukah Anda, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), di sejumlah perguruan tinggi, animo dan minat kelulusan strata 1 untuk menjadi pengusaha (enterpreneur) hanya 4 persen. Sebanyak 83 persen mahasiswa Indonesia masih ingin menjadi karyawan dan 13 persen ingin bekerja di birokrat.

  • Angka yang amat kecil, untuk jumlah anak muda millennials yang kini membludak, bukan? Padahal, di zaman yang semakin maju ini, platform yang ada pun tak lagi memaksa orang untuk bekerja dengan ijazah. Namun dengan keahlian. Seperti yang diungkapkan oleh penulis Yoris Sebastian, bidang pekerjaan di generasi millennials saja sudah sedemikian bervariatif bentuknya. Maka, bidang usaha pun sebetulnya semakin terbuka apalagi untuk generasi anak-anak kita yang ada di ranah generasi z.

  • Karena itu, nampaknya kini menjadi penting untuk memperkenalkan berbagai jenis pekerjaan bagi anak-anak kita sedari dini. Tidak untuk menyetir, tetapi untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada kemampuan apa pun yang mereka miliki. Namun demikian, sebuah survei yang dilakukan HSBC Value of Education 2016 memperlihatkan, 91 persen orangtua di Indonesia memiliki andil menentukkan profesi yang akan digeluti anak mereka.

  • Survei terhadap 400 orang tua di Indonesia yang memiliki anak minimal 23 tahun itu menyebutkan, 1 dari 2 orangtua menyarankan anaknya agar mempunyai cita-cita tentang profesinya, yakni kedokteran (20 persen), ilmu komputer (12 persen), teknik (11 persen), keuangan (7 persen), dan pendidikan (6 persen).

  • Untuk mendukung harapan itu, 60 persen orangtua mempertimbangkan mengirim anak mereka untuk bersekolah di luar negeri. Sebanyak 51 persen orangtua juga menyarankan anak mereka untuk mengambil kelas pelatihan khusus. Sementara, 33 persen sisanya menyarankan anak untuk melanjutkan ke jenjang master atau S2.

  • Ketahui profesi-profesi prospektif di masa depan

  • Menanggapi survei itu, pakar pendidikan dan karier dan juga pendiri jurusanku.com, Ina Liem, mengatakan, di masa sekarang dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang berbeda dengan waktu-waktu sebelumnya, orangtua harus mengubah pola pikirnya dalam membantu anak menentukan jalan kariernya.

  • "Ke depannya ada banyak profesi yang sekarang belum dikenal namanya namun akan sangat berpotensial untuk generasi muda. Orangtua harus mengenali potensi anak dan juga lingkungan sekitar," jelas Ina.

  • Ia mencontohkan, dengan kekayaan Indonesia di bidang maritim, pekerjaan yang terkait ilmu kelautan akan menjadi profesi yang potensial di masa depan. Selain itu, pekerjaan yang berasal dari energi alternatif juga akan menunjukkan geliatnya di masa depan. Sumber daya alam semakin menipis profesional dari bidang energi alternatif akan diperlukan.

  • Advertisement
  • Menurut wanita yang lama berkecimpung dalam pendidikan, profesi dokter sudah tak menjadi tren. "Sekarang ada jaminan kesehatan dari pemerintah dan dilarang gratifikasi obat, teknologi juga semakin canggih dokter dari luar negeri juga bisa konsultasi dengan pasien tanpa harus bertemu muka," katanya. Profesi lain yang sangat menjanjikan, lanjut Inda, adalah profesi yang terkait big data, salah satunya adalah analis data. "Fenomena big data, secara volume semakin besar, kecepatannya juga luar biasa, namun belum terstruktur, sehingga perlu orang yang ahli mengolah data tersebut menjadi informasi yang bermanfaat. Dengan banyaknya data di masyarakat ini sebetulnya bisa dipakai.

  • "Analis data ini diperlukan dalam berbagai bidang. Kesehatan, bisnis bahkan pertanian sekali pun. Memprediksi kesehatan, atau bisnis apa yang akan menjadi peluang bisnis di masa depan. Dalam bidang pertanian juga bisa diketahui apa tanaman yang paling cocok di suatu bidang tanah. Profesi mengolah big data akan menjadi primadona," jelasnya.

  • Cerdas secara akademis tidaklah cukup

  • Menurut Nenny Soemawinata, Managing Director Putera Sampoerna Foundation, pendidikan yang baik tak boleh hanya mengandalkan kemampuan akademis saja, tapi juga social skills, kemampuan memecahkan masalah, serta kemampuan untuk bersikap kritis.

  • Selain itu, sistem pendidikan saat ini juga harus mengajarkan nilai-nilai kepemimpinan dan kewirausahaan kepada para murid. Poin terakhir ini sangat penting karena jiwa pekerja keras, pantang menyerah, bertanggung jawab, tekun, inovatif, dan suka tantangan sangatlah diperlukan untuk menghadapi era milenium.

  • Karena itu, penting sekali bagi kita untuk membekali anak dengan life skills dan pendidikan karakter yang baik. Hal ini akan sangat berpengaruh pada karier apa pun yang dipilihnya di masa depan.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Yuk perkenalkan anak pada dunia karier masa depan

Dunia karier anak di masa depan tentu akan jauh lebih menantang, namun bukan berarti Anda terus menyetir anak. Justru, mempersiapkan berbagai kebutuhan emosi serta life skills akan jauh lebih berguna baginya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr