8 tanda bahwa sebetulnya suami Anda belum siap punya momongan

Memiliki anak butuh kesiapan, tak hanya dari Anda, namun dari kedua belah pihak. Lalu, jika Anda kini telah siap memiliki momongan, apakah suami sudah siap? Bagaimana cara mengetahuinya?

5,860 views   |   3 shares
  • Anda sudah menikah sekian tahun, dan sudah memiliki keinginan untuk memiliki momongan. Namun, hal ini bisa saja menjadi keinginan sepihak, karena suami sebetulnya belum siap dengan tanggung jawab baru yang sangat besar itu. Jika Anda membicarakan keinginan Anda memiliki anak, ia tak mungkin dengan lugas mengatakan keengganannya. Namun, Anda sebagai pasangan pasti bisa melihat tanda-tanda kesiapan atau tidaknya.

  • Untuk itu, coba deh perhatikan delapan hal berikut ini. Jika masih muncul tanda-tanda seperti ini, bisa jadi suami Anda sebetulnya belum siap memiliki momongan. Apabila iya, maka Anda harus berbicara dengan serius dengannya, apalagi jika kini Anda tengah mengandung.

  • 1. Tidak mau menggendong bayi

  • Sebenarnya bukan berarti tidak mau menggendong bayi. Tentu ada alasan lainnya lagi. Mungkin suami Anda tidak luwes ketika menggendong bayi atau bayi menangis setiap kali digendong olehnya. Dan ini sebenarnya berasal dari diri suami Anda. Karena ia tidak siap, maka cara menggendongnya pun kurang luwes dan tidak bisa membuat bayi nyaman. Bayi pun akhirnya menangis setiap kali digendong.

  • 2. Kurang perhatian

  • Banyak ibu yang cerita bahwasanya ketika mereka sedang hamil, suami mereka semakin perhatian dan semakin sayang. Bahkan, mereka cenderung dimanja oleh suami. Namun, jika suami Anda kurang memberikan perhatian padahal Anda hamil besar, itu salah satu tanda ia tidak siap menjadi ayah.

  • Anda bisa saja kesal dan tersinggung kenapa ketika hamil justru ia tidak memberikan perhatian. Tapi, ini berkaitan dengan perasaan sang suami yang tidak siap dengan kehadiran seorang bayi di dalam rumah.

  • 3. Jarang berbicara dengan topik anak

  • Coba ajak suami berbicara tentang anak, seperti bagaimana berbagi peran untuk menjaga bayi suatu hari nanti, mendekorasi ulang kamar anak, dan lain sebagainya. Bagaimana responsnya? Jika ia tak tertarik sama sekali atau bahkan mengalihkan pembicaraan, maka ada baiknya dibicarakan dengan perlahan dan baik-baik agar tidak menimbulkan pertengkaran.

  • 4. Tidak pernah memberi perhatian pada anak kecil di sekitarnya

  • Ia tak pernah memiliki perhatian khusus pada anak-anak di mana pun ia bertemu dengan mereka. Misalnya, ketika pergi ke pertokoan dan ada seorang bayi lucu yang sedang bersama dengan orangtua mereka. Ia akan dengan jelas menunjukkan ketidaktertarikannya.

  • 5. Tidak senang bermain dengan anak kecil

  • Suami Anda tak pernah terlihat senang bermain dengan keponakan, atau anak-anak dari rekan-rekan Anda berdua. Ia tak pernah bisa tertawa lepas saat anak-anak itu bercanda gurau dengannya seolah mereka masih sama-sama anak kecil, dan bahkan berusaha menghindari mereka.

  • Advertisement
  • 6. Tak menunjukkan sikap ingin menyimpan uang untuk anak

  • Suami Anda tak pernah terlihat menyisihkan uangnya untuk keperluan seperti mobil yang lebih aman atau menambah kamar baru di dalam rumah. Tidak pernah ada pembicaraan atau tindakan untuk merencanakan keuangan yang mempersiapkan hadirnya orang baru dan masih asyik dengan hobinya.

  • 7. Tak pernah mengurangi waktu "nongkrong" dengan teman-temannya

  • Bukan rahasia lagi, menemukan waktu santai untuk hang out bersama teman-teman, akan menjadi sangat sulit jika sudah memiliki anak. Bahkan menurut psikolog Dr. Karen Sherman, Anda akan kehilangan 75 persen waktu bersosialisasi jika sudah menjadi orangtua. Maka, jika ia sudah siap memiliki anak, otomatis akan terlihat dari usahanya untuk lebih banyak menghabiskan waktu di rumah ketimbang nongkrong diluar.

  • 8. Tak pernah berusaha bangun pagi di akhir pekan

  • Semua orang pasti paham bahwa kekurangan tidur pun menjadi hal paling umum yang dialami orangtua. Dari poling yang dilakukan National Sleep Foundation di AS, menyatakan bahwa 76 persen orangtua memiliki masalah kekurangan waktu tidur. Ya, sebab bayi biasanya menyita sebagian besar waktu tersebut. Jadi, jika ia terlihat belum mau merelakan bangun siang di akhir pekannya, kemungkinan besar ia belum siap memiliki momongan.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

8 tanda bahwa sebetulnya suami Anda belum siap punya momongan

Memiliki anak butuh kesiapan, tak hanya dari Anda, namun dari kedua belah pihak. Lalu, jika Anda kini telah siap memiliki momongan, apakah suami sudah siap? Bagaimana cara mengetahuinya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr