Stop lakukan 'secondary gain'. Apa itu?

Setiap hal yang Anda lakukan, baik atau buruk, pasti ada alasannya. Begitu juga saat Anda mengalami sakit terus menerus dalam suatu kondisi. Ya, psikosomatis pun bisa jadi sengaja Anda lakukan untuk mendapatkan sesuatu..

392 views   |   5 shares
  • Anda sering mengalami sakit kepala, sakit perut, bahkan hingga mual muntah atau penyakit lain yang tidak kunjung dapat disembuhkan meski telah mengonsumsi obat-obatan rutin? Mungkin sudah saatnya Anda memeriksakan kondisi psikologis, sebab bisa jadi Anda mengalami psikosomatis.

  • David B.Cheek, M.D. dan Leslie M. Lecron,B.A. dalam bukunya Clinical Hypnotherapy mengatakan bahwa ada 7 faktor penyebab berbagai gangguan psikosomatis. Mereka menggunakan istilah COMPISS (Conflict, Organ Language, Motivation, Past Experience, Identification, Self-punishment, Suggestion/Imprint). Ya, salah satunya adalah Motivation / secondary gain.

  • Apa itu secondary gain? David dan Leslie mendefiniskannya sebagai gejala yang dialami seseorang sering kali karena tujuan tersembunyi demi keuntungan orang tersebut. Contohnya adalah kasus pada seorang wanita yang mengalami migrain. Setelah diselidiki lebih dalam ternyata pikiran bawah sadar wanita ini membuat wanita ini mengalami migrain karena dengan demikian suami dan anak-anaknya memerhatikannya. Bila dalam kondisi normal, tanpa migrain, keluarganya biasanya sibuk sendiri dan kurang memerhatikan wanita ini.

  • Salah satu faktor yang paling sering menghambat seseorang untuk sembuh dari berbagai kebiasaan buruk, ledakan emosi maupun masalah psikologis lainnya yang menghambat kemajuan hidup adalah Secondary Gain ini.

  • Ada orang yang menunjukkan perilaku marah tak terkendali seperti orang kesurupan sampai berteriak-teriak dan kejang-kejang. Lucunya adalah perilaku tersebut munculnya "bisa diatur" kapan dan terhadap siapa. Orang seperti ini akan sulit sekali untuk bisa sembuh selama ia masih terus menikmati keuntungan dibalik masalahnya ini, menjadi ''Drama Queen/King''. Di satu sisi ia menyatakan ingin sembuh, di sisi lain ia bisa bersembunyi di balik masalah ini.

  • Orang-orang di sekitarnya jadi takut, tidak berani macam-macam dan jadi menuruti terus kemauannya supaya ia tidak meledak marah lagi. Ada seorang wanita yang selalu sakit saat sendirian di rumah. Sakitnya benar-benar ada dalam artian dia merasa pusing, mual, hingga muntah-muntah sehingga terkapar di tempat tidur. Menariknya penyakit ini muncul saat sang suami ke luar kota.

  • Masalah? Tentu saja. Di satu sisi si istri membutuhkan kehadiran suami, di sisi lain si suami harus bekerja menafkahi keluarganya. Secondary Gain jika tidak dideteksi dan dibereskan, maka suatu masalah akan sulit sekali untuk bisa dibereskan.

  • Michael J. Hurd, terapis di The Living Recources Centre, AS pernah menuliskan sebuah artikel mengenai secondary gain. Menurutnya, setiap hal yang kita lakukan pasti dengan sebuah alasan. Bahkan pecandu narkoba atau alkohol, seberapa pun konyolnya, pasti memiliki alasan untuk melakukannya. Biasanya untuk menghindari kenyataan.

  • Advertisement
  • Karena itu, setiap kali Anda melakukan hal-hal yang tidak masuk akal, coba tanyakan pada diri sendiri. "Apa yang sebetulnya saya berusaha hindari atau dapatkan dengan melakukan hal ini?" jawabannya mungkin tidak terlalu jelas, namun biasanya selalu ada tujuan yang mendasari perilaku tersebut. Inilah secondary gain. Alasan tersembunyi dari perilaku yang tak masuk akal.

  • Namun, mengetahui alasan dari hal yang Anda lakukan bukan pembenaran dari tindakan tersebut. Berselingkuh karena Anda tidak puas dengan pernikahan Anda, bukan pembenaran atas kebohongan yang dilakukan. Begitu juga dengan menjadi pecandu, bukanlah pembenaran karena Anda berusaha untuk melupakan kenangan buruk atau situasi yang tidak menyenangkan.

  • Mengetahui secondary gain yang Anda praktikkan akan membantu agar Anda mengetahui dengan benar, apa yang sedang terjadi dalam pikiran Anda, dan berusaha untuk mencari solusi dari permasalahan yang terjadi. Tanpa mengenali alasan tersebut, Anda akan seperti pengendara di tengah badai yang tak bisa melihat jelas pemandangan di luar.

  • Dengan mengenali alasan itu, Anda bisa berhenti dan mengubah diri juga perilaku buruk yang Anda lakukan. Jika yang Anda butuhkan adalah perhatian, maka, berhentilah pura-pura sakit untuk mendapatkannya. Toh, Anda selalu bisa membicarakan baik-baik dengan orang yang bersangkutan. Ingatlah, bahwa selalu ada solusi untuk setiap masalah. Ketahui diri Anda dengan baik, dan selesaikan akar masalahnya, bukan melakukan tindakan pelarian, akan jauh lebih baik.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Stop lakukan 'secondary gain'. Apa itu?

Setiap hal yang Anda lakukan, baik atau buruk, pasti ada alasannya. Begitu juga saat Anda mengalami sakit terus menerus dalam suatu kondisi. Ya, psikosomatis pun bisa jadi sengaja Anda lakukan untuk mendapatkan sesuatu..
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr