Suami tiba-tiba murung dan pesimis terhadap kariernya. Ini yang bisa Anda lakukan sebagai istri

Pasangan yang menghadapi stres pekerjaan bersama-sama akan menguatkan pernikahan mereka. Anda dapat melakukannya dengan 6 cara ini.

4,906 views   |   2 shares
  • Mencari nafkah melahirkan lika-liku dalam hidup. Terlebih jika tanggung jawab sebagai penyedia nafkah utama dipikul di pundak Anda. Sayangnya, banyak laki-laki menikah memilih untuk menyimpan sendiri permasalahannya di kantor atau dunia kerja dari istri mereka. Ada anggapan bahwa menyerah terhadap masalah seperti ini bak membuat ia seorang lelaki tak bertanggung jawab dan tak pantas dilakukan seorang kepala keluarga.

  • Stres berlarut-larut dari dunia kerja yang dibiarkan tanpa penanganan akan menenggelamkan diri Anda dan akhirnya berpengaruh terhadap interaksi Anda dengan orang lain. Dampak terbesar tentu saja akan dialami oleh orang terdekat Anda, yaitu pasangan tercinta. Akan tetapi, pasangan yang menghadapi stres pekerjaan bersama-sama berpotensi untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan lebih baik dan membuat pernikahan semakin kuat.

  • Untuk membantu pasangan Anda melalui masa-masa berat dalam kariernya, berikan dukungan dan motivasi kepadanya dengan 6 cara ini:

  • 1. Kenali tanda-tanda dan penyebab stresnya

  • Sebagai istri, sudah layaknya Anda peka terhadap perubahan yang terjadi pada suami. Kebiasaan yang ditinggalkan, lalai melakukan rutinitas, hilangnya semangat, moodyang mudah berganti, maupun gejala-gejala penyakit psikosomatis seperti sakit kepala, migren, masalah pencernaan, adalah tanda-tanda yang menjadi alarm Anda. Ada sesuatu serius yang mengusik hidupnya. Galilah perlahan apa yang menyebabkan ia begitu murung, tak bersemangat menyongsong hari. Untuk langkah awal, Anda dapat diam dahulu, mendengarkan ceritanya, tahan dulu komentar Anda. Ajukan pertanyaan yang pengertian terhadap kondisinya dan menunjukkan empati Anda. Biarkan ia mengeluarkan semua uneg-uneg di dalam hatinya, termasuk yang mungkin masih tertahan di lubuk hati terdalam. Kuncinya, bukalah pikiran Anda, jauhkan dahulu prasangka, dan hindari menilai atau menghakiminya. Permasalahan lumrah dihadapi siapapun dalam dunia kerja dan motivasi tak selalu berada di atas. Ia adalah manusia biasa, maka perlakukan suami Anda dengan manusiawi.

  • 2. Sesuaikan ritme harian dan rutinitas

  • Seseorang yang sedang berjuang menghadapi pergolakan dalam dirinya akan mudah tersinggung, cemas, gelisah, dan panik. Pahami hal ini dan buatlah penyesuaian terhadap ritme harian serta rutinitas keluarga. Jika biasanya keluarga Anda berkegiatan dengan super tertib, hiruk pikuk dengan tumpukan jadwal, maka kini longgarkan sedikit tensi. Buatlah kegiatan lebih sederhana, selipkan rekreasi dalam setiap sesi kegiatan untuk mengendurkan ketegangan. Jagalah kebersihan dan kerapian rumah. Sambutlah ia dengan pijatan hangat, minuman favorit, dan hidangan lezat di waktu pulang kantor. Ia sudah cukup tertekan oleh pekerjaan, jadikan rumah sebagai tempat ternyaman baginya, sehingga ia tahu kemana harus pulang dan di mana keluarga tercinta berada.

  • Advertisement
  • 3. Ajak ia menyalurkan stresnya secara positif

  • Seringkali cara mengatasi stres, setidaknya Anda perlu menyalurkan energi negatif tersebut ke dalam kegiatan yang positif. Berolahraga bersama akan menyegarkan badan dan pikiran, sehingga lebih mudah mencari solusi atas permasalahan. Beribadah akan menumbuhkan optimisme dengan menerima masalah sebagai bagian dari ujian hidup. Melakukan kegiatan amal merupakan cara untuk lebih bersyukur dan menghindari keluh kesah akan "rumput tetangga yang jauh lebih hijau". Melakukan hobi akan mengalirkan kebahagiaan dengan sesuatu yang kita kuasai dan senangi. Judy Ford, pekerja sosial dan penulis buku Every Day Love : The Delicate Art of Caring for Each Other menyarankan untuk membuat stress temperature, yaitu skala 1 hingga 10 untuk menunjukkan seberapa tertekannya Anda dan pasangan. Jika salah satu atau kedua pasangan mencapai tingkat stres di angka 4 ke atas, lakukan ritual relaksasi favorit untuk meredakan stres. Lakukan kegiatan ini berdua dengan pasangan, misalnya berjalan-jalan, kencan, saling memijat, dan kegiatan sejenisnya.

  • 4. Hindari perbandingan

  • Menempatkan diri kita di posisi seseorang yang sedang bermasalah adalah langkah bijak. Namun, seringkali terlupa, Anda dan dia adalah pribadi berbeda. Akhirnya, Anda membandingkan, mengapa ia tidak begini, tidak begitu, lain dengan orang lain atau mungkin dengan Anda sendiri. Tahan diri Anda dari membandingkan suami dengan orang lain atau diri Anda sendiri. Ia memiliki kesempatan, kemampuan, dan kemauan sendiri untuk berubah atau keluar dari masalahnya. Berilah waktu kepadanya untuk menetapkan langkah dan mengambil keputusan dengan pertimbangan dirinya sendiri. Menjadi bayang-bayang orang lain sungguh bukan sesuatu yang menyenangkan, terlebih jika Anda memiliki harga diri.

  • 5. Bersiap untuk kemungkinan terburuk

  • Jaring pengaman perlu siap sedia saat Anda melihat permasalahan suami dalam pekerjaannya cukup pelik. Pastikan kondisi keuangan Anda memiliki rencana dan dana darurat. Mulailah mencari pekerjaan sampingan untuk menopang keluarga jika suami terancam kehilangan pekerjaan. Anak-anak pun perlu mengetahui bahwa akan ada perubahan dalam keluarga sehingga perlu ada penyesuaian gaya hidup. Apabila ternyata suami memutuskan untuk keluar dan berganti pekerjaan, Anda perlu tetap mendukungnya dengan mempertahankan kekompakan Anda bekerja sebagai pasangan, menjaga romantisme hubungan supaya ia tidak jatuh ke dalam depresi, menghindari sikap mengeluh dan menuntut, serta memberikan dukungan nyata berupa tindakan atau materi yang jelas menunjukkan upaya Anda sebagai tempatnya bersandar.

  • Advertisement
  • 6. Mencari bantuan dari pihak lain

  • Anda tahu benar, sebagai makhluk sosial, Anda tidak serta merta menghadapi kejamnya dunia berdua saja. Tak perlu ragu mencari uluran tangan pihak lain, bisa dari keluarga, teman, maupun profesional untuk membantu suami kembali pada jalur dan optimismenya. Ini bukanlah sebuah aib dan tanda Anda tak dewasa menjalani hidup. Ada titik dimana Anda memerlukan bantuan dan arahan dari mereka yang kompeten serta berpengalaman, supaya Anda dapat keluar dari permasalahan dan tidak terjerumus ke dalam lubang hitam. Jika ada kesempatan, ajak suami untuk datang ke acara workshop atau seminar dunia kerja, maupun pengembangan diri. Suami Anda perlu mencari jalan keluar dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan dirinya terlebih dahulu, barulah ia mengamati peluang serta ancaman yang terbentang di hadapannya.

  • Badai pasti berlalu, ucapkan itu di telinganya. Permasalahan boleh datang silih berganti. Sekali waktu, bersedih dan kehilangan semangat, wajar terjadi. Namun, dunia akan tetap berputar dan kaki perlu tetap melangkah. Karena ada masa depan istri dan anak-anak tercinta telah terikat pada hidup Anda. Sebuah komitmen menjalani kehidupan pernikahan dan berkeluarga, menjadi motivasi yang sepatutnya tetap terpatri di hati.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Suami tiba-tiba murung dan pesimis terhadap kariernya. Ini yang bisa Anda lakukan sebagai istri

Pasangan yang menghadapi stres pekerjaan bersama-sama akan menguatkan pernikahan mereka. Anda dapat melakukannya dengan 6 cara ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr