Peringatkan anak Anda untuk menghindari permainan 'skip challenge'

Tidak perlu selalu ikut-ikutan apa yang menjadi tren saat ini, apalagi jika tren tersebut berujung pada maut. Skip challenge sebuah tantangan yang patut untuk dilewatkan!

328 views   |   4 shares
  • Skip challenge. Belakangan ini marak terdengar dan beredar di whatsap group ataupun sosial media. Mereka yang menontonnya terutama para orangtua tentu akan menggelengkan kepala dan menahan napas karena tertegun dengan apa yang dilakukan para pelajar dalam video tersebut.

  • Skip challenge atau pass out challenge dikembangkan dari choking challenge yang telah terlebih dahulu viral. Sesuai dengan namanya, choking challenge ini merupakan sebuah permainan mencekik diri sendiri untuk mendapatkan sensasi tersendiri. Mereka mencekik lehernya sehingga pingsan. Saat leher tercekik dan pingsan yang terjadi adalah otak kekurangan suplai darah serta oksigen. Kondisi inilah yang dicari oleh para pelaku dari choking challenge ini. Sudah banyak korban yang berjatuhan karena permainan ini.

  • Namun, ini tidak membuat para remaja ini takut. Permainan jahil atau prank semacam ini seringkali menjadi kesukaan dari para remaja. Seru, kuno kalau tidak ikutan, ingin mencoba, memperat persahabatan atau membuat menjadi tenar jika berhasil melakukannya, seringkali menjadi alasan dari para remaja ini melakukan tantangan semacam ini. Mereka tidak paham betul apa yang menjadi resiko dari permainan ini.

  • Menurut laporan Yayasan The Dangerous Behaviour sudah banyak remaja yang mati sia-sia karena permainan semacam ini. Bahaya dari permainan ini justru adalah sensasi yang mereka cari yaitu sensasi high akibat dari berhentinya aliran udara dan oksige ke otak.

  • "Memang benar yang diinginkan adalah efek keleyengan," kata spesialis anestesi, dr. Aryati W. Partodimulyo, SpAn.

  • "Orang lain melihatnya anak ini pingsan dan kejang. Sebetulnya, kejadian itu sama seperti kalau kita mau pingsan betulan; mata berkunang-kunang dan gelap, kepala terasa berat dan berputar. Namun, karena dalam permainan ini si pelaku sudah siap pingsan, maka rasanya jadi enak. Seperti orang yang mau naik roller coaster saja. Sebetulnya, kan, dijungkirbalik di roller coaster tidak enak, tapi karena kita sudah siap, rasanya jadi beda... jadi enak... dan sensasi petualangan itulah yang dicari."

  • Tantangan ini dilakukan oleh anak-anak sambil bercanda dan menekan dada temannya sekuat tenaga sampai ia pingsan atau passout. Pingsan terjadi karena berhentinya aliran darah dan oksigen ke otak. Ini tentu sangat berbahaya. Kekurangan oksigen pada otak atau hipoksia jika berlangsung lebih dari 4 menit dapat mengakibatkan kerusakan otak permanen bahkan kematian. Walaupun anak tetap hidup dengan otak yang rusak, ia akan mengalami kelumpuhan seperti penderita stroke.

  • Advertisement
  • Ironisnya, anak-anak ini seperti mengabaikan begitu saja bahaya dari permainan ini karena penasaran akan sensasi yang akan dirasakan ataupun alasan lain hingga hanya ingin bercanda.

  • Nah, jika Anda memiliki anak terutama yang telah berusia remaja ataupun masih duduk di bangku SD, segeralah berbicara pada mereka dan jelaskan betapa berbahayanya permainan ini. terangkan pada anak Anda bahwa ini bahkan bukan sebuah permainan. Jelaskan kematian bisa saja terjadi jika ia atau teman-temannya melakukan tantangan ini. ajak anak Anda berpikir apa yang akan Ia korbankan bila ia tetap nekat melakukan tantangan ini dan mengakibatkan kerusakan otak permanen atau kematian. Mimpi-mimpinya akan terkubur karena keisengan semata. Masa depan dan banyak hal berharga yang ia tukarkan demi sensasi yang bahkan tidak sepadan dengan semua ini.

  • Bila perlu, Anda dapat mencari berita atau mungkin video dari para korban yang tidak selamat dari tantangan ini. tunjukkan pada anak Anda dan ajak ia berpikir baik-baik atas apapun perbuatan dia.

  • Anda juga dapat memberikan kegiatan menarik lainnya atau hobinya untuk mengalihkan rasa penasaran atau keingintahuan dari para remaja ini. Apalagi menteri pendidikan sudah jelas memberikan pernyataan bahwa skip challenge atau passout challenge adalah berbahaya dan harus diberhentikan.

  • Seperti ikan salmon yang berenang melawan arus supaya dapat bertelur di hulu sungai. Ia tidak ikut arus tapi ia menjadi ikan yang dicari-cari dan mahal harganya. Terkadang, melawan arus justru bisa menjadikan kita trendsetter.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Setelah lulus dari kuliah IT, saya menjadi guru TK selama 7 tahun. Tidak jarang selain menghadapi murid saya juga memberi masukan kepada orangtua murid dari sisi seorang guru. Membaca, menulis dan musik adalah hobi saya. Setelah menikah saya langsung dikaruniai 1 putera yang lucu, saya menjadi ibu penuh waktu dan mulai mengembangkan hobi dan talenta saya yaitu membuat kue atau memasak. Saya senang mengumpulkan berbagai resep dan mencobanya di waktu senggang (yang tidak banyak) saya.

Peringatkan anak Anda untuk menghindari permainan 'skip challenge'

Tidak perlu selalu ikut-ikutan apa yang menjadi tren saat ini, apalagi jika tren tersebut berujung pada maut. Skip challenge sebuah tantangan yang patut untuk dilewatkan!
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr