Kerap berbeda pendapat dengan pasangan dalam berbagai hal. Bagaimana menyikapinya?

Perbedaan pendapat bukanlah soal menjadi siapa yang benar atau salah. Ini juga bukan sebuah kompetisi untuk menunjukkan siapa yang terhebat.

785 views   |   10 shares
  • Menyatukan dua kepala dalam satu mahligai bernama rumah tangga, bukan perkara mudah. Perbedaan demi perbedaan silih berganti datang menghiasi hari-hari Anda. Ketidaksamaan yang tidak selalu dapat diterima secara toleran atau bertemu titik komprominya. Perdebatan, mulai dari hal kecil hingga sesuatu yang sifatnya prinsipil adalah bumbu pedas pada setiap pernikahan.

  • John Gottman, seorang peneliti terkemuka di area hubungan pernikahan, menyebutkan bahwa dalam pernikahan seyogyanya pasangan memiliki lebih banyak interaksi positif untuk mengimbangi interaksi negatif yang terjadi, seperti perdebatan dan konflik.

  • Gottman menjelaskan 4 tipe pasangan berdasarkan cara mereka menghadapi konflik, mulai dari yang paling ekspresif, hingga yang memilih untuk berdiam diri. Pernikahan yang gagal umumnya terjadi karena pasangan terjatuh pada empat hal yang merusak hubungan, yaitu kritik tajam, bersikap defensif, bahasa non-verbal yang merendahkan, dan menarik diri dari perselisihan tanpa mencari solusi.

  • Apabila Anda kerap mengeluhkan kepada pasangan, bahwa Anda terus-menerus berdebat pada area yang serupa, waspadalah! Ini adalah salah satu dari enam perdebatan sengit yang biasanya berakhir dengan perceraian. Sebuah pertanda bahwa Anda terjatuh pada lubang hitam dan berputar-putar tak tentu arah. Umumnya, hal ini dapat terjadi karena miskomunikasi dan kurangnya empati dalam hubungan Anda. Memaksakan kehendak dan enggan untuk mengubah sudut pandang Anda, tidak hanya berputar pada diri Anda sendiri, menjadi penyebab utama perdebatan tiada akhir ini.

  • Cobalah mengatasi perdebatan tak berujung Anda dengan 6 langkah ini, untuk menjadikan pernikahan Anda tak lagi di ujung tanduk:

  • 1. Tahan asumsi Anda

  • Pencetus perdebatan yang juga menjadi racun dalam pernikahan adalah munculnya asumsi. Ya, berpraduga dengan mencampuradukkan emosi tanpa keseimbangan logika. Mengedepankan prasangka di atas fakta. Anda memiliki kesan (biasanya negatif) atas suatu hal tentang pasangan, yang sesungguhnya belum Anda benar-benar kuasai atau ketahui. Ketika pasangan tidak memberikan respons atau reaksi sesuai yang Anda bayangkan atau inginkan, Anda membenarkan asumsi secara impulsif. Telinga Anda pun menutup, enggan mendengar dan memahami. Empati tak lagi ada dalam kamus komunikasi Anda.

  • Advertisement
  • 2. Buka telinga

  • Perdebatan tidak selamanya merupakan hal yang negatif, sepanjang Anda memerhatikan tata cara berkomunikasi yang tepat. Jadikan perbedaan pendapat ini sebagai kesempatan untuk Anda mengungkapkan pendapat, uneg-uneg, isi hati yang terpendam, dengan cara yang asertif. Seimbangkan porsi bicara dan mendengar Anda. Pada akhirnya, Anda dapat berbicara, "Aku setuju untuk tidak saling setuju."

  • 3. Berdamai dengan masa lalu

  • Terkadang, perbedaan pendapat membuka pikiran Anda dan pasangan akan wawasan baru, pemikiran yang lebih luas, sepanjang Anda dan pasangan dapat melakukan perdebatan cerdas. Tiada kekerasan, merendahkan salah satu atau satu sama lain, fokus kepada apa yang ingin Anda cari solusinya. Banyak pasangan tergoda untuk "mengungkit masa lalu". Mengaitkan apa yang terjadi saat ini dengan sejarah masa lampau dan mengorek luka lama. Apabila ini terjadi, ada kemungkinan bahwa jalan keluar dari masalah Anda sebenarnya adalah berdamai dengan inner self atau inner childAnda. Selesaikan ganjalan yang terjadi atau terpendam dalam alam bawah sadar Anda. Memaafkan kesalahan yang telah berlalu. Menerima ketidaksempurnaan tanpa menyalahkan sesuatu yang terjadi dahulu kala.

  • 4. Keluarlah dari belitan masalah

  • Perbedaan pendapat adalah sebuah hal yang lumrah dalam hubungan yang dinamis. Hal yang perlu Anda jaga adalah hindari menjadikan konflik sebagai sesuatu yang membelit atau "menyimpul mati" pernikahan Anda. Jadikan konflik dan perbedaan sebagai sarana pembelajaran. Ambil hikmah yang tersimpan dari perselisihan Anda. Jadikan ini sebagai pelajaran, persiapan untuk menghadapi ujian yang lebih berat di depan sana. Mencintai tanpa syarat, ini adalah sebuah prestasi besar yang sangat mungkin Anda capai, seiring Anda melalui konflik demi konflik dengan penuh keberanian dan kedewasaan.

  • 5. Menjaga perasaan anak-anak

  • Pernikahan ini pada akhirnya, tidak hanya terdiri atas Anda dan pasangan. Akan ada generasi penerus Anda, yaitu anak-anak tercinta. Jagalah selalu keharmonisan dengan menghindari bertengkar di depan umum dan anak-anak. Hindari menyebarkan kepada orang lain (termasuk sahabat Anda) mengenai perselisihan Anda dengan pasangan. Komitmen yang telah Anda ambil bersama, meminta Anda untuk saling mencintai, for better or worse.

  • Advertisement
  • 6. Berdamai dengan sentuhan penuh kasih

  • Akhiri setiap perdebatan dengan sentuhan hangat, baik secara fisik maupun dari kelembutan hati Anda. Ini adalah salah satu resep hubungan yang langgeng hingga menua bersama. Menyambung kembali koneksi yang terganggu akibat emosi dan interaksi negatif, sentuhan adalah sebuah obat ampuh untuk rasa tersisihkan dan sakit hati.

  • Perbedaan pendapat bukanlah soal menjadi siapa yang benar atau salah. Ini juga bukan sebuah kompetisi untuk menunjukkan siapa yang terhebat. Jadikan perbedaan sebagai kesempatan Anda untuk berintrospeksi dan mengembangkan sikap toleran. Dengan demikian, Anda pun lebih damai dalam menjalani hidup dan tidak tertekan dengan ekspektasi berlebihan.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Kerap berbeda pendapat dengan pasangan dalam berbagai hal. Bagaimana menyikapinya?

Perbedaan pendapat bukanlah soal menjadi siapa yang benar atau salah. Ini juga bukan sebuah kompetisi untuk menunjukkan siapa yang terhebat.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr