Suami ternyata lebih terampil mengurus rumah tangga. Bagaimana mengimbanginya?

Suami lebih terampil dalam area yang secara tradisional adalah kodrat wanita. Adakah cara untuk mengimbanginya dan membuat Anda tidak kehilangan muka sebagai kaum Hawa?

302 views   |   4 shares
  • Peran tradisional sudah mulai bergeser di banyak keluarga modern. Tak selalu rumah tangga menjadi tanggung jawab istri dan mama semata. Lambat laun, banyak suami turut berperan aktif. Baik, dalam mengurus rumah tangga maupun turun tangan dalam pengasuhan anak. Pola pengasuhan di masa kecil yang memberi kesempatan para Papa untuk terjun ke dalam urusan rumah tangga, memiliki dampak positif di masa depan. Anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang luwes dalam mengerjakan tugas rumah tangga, apapun jenis kelamin mereka.

  • Fenomena "bapak rumah tangga" juga semakin lumrah terjadi. Bekerja dari rumah atau menjalankan usaha, atau bertukar peran dengan istri, menjadikan para lelaki ini tak segan menjalankan peran yang secara tradisional, disebut-sebut sebagai "kodrat wanita". Tak lagi menjadi hal yang memalukan, mengurus rumah tangga bahkan dilakukan secara handal oleh banyak pria.

  • Kala pekerjaan rumah tangga sering mencetuskan perselisihan rumah tangga, bayangkan jika kondisi seperti ini terjadi pada Anda. Suami Anda ternyata mengurus rumah tangga lebih terampil daripada Anda. Seharusnya, ini patut disyukuri, ya. Anda tidak perlu bersusah payah menyusun taktik perang untuk membuatnya mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Namun, sedikit banyak, sebagai kaum Hawa, "prestasi" ini acapkali bisa berpotensi menjadikan Anda inferior. Belum lagi pandangan sinis dan nyinyir dari kaum konservatif di sekeliling Anda. Lambat laun menggerogoti kepercayaan diri yang Anda miliki.

  • Ladies, singkirkan kecemasanmu! Inilah 4 langkah yang akan membantu Anda mengimbangi keunggulan suami dalam hal pekerjaan rumah tangga:

  • 1. Pastikan bahwa Anda dan suami memiliki perspektif yang sama mengenai pekerjaan rumah tangga

  • Pembagian tugas, standar yang disepakati bersama, termasuk apakah perlu mendelegasikan beberapa tugas kepada pihak ketiga. Pihak ketiga di sini, tak selalu harus penyedia jasa komersial. Anda dapat memberdayakan anak-anak Anda dengan tugas-tugas rumah tangga yang sesuai dengan perkembangan usianya.

  • Advertisement
  • 2. Periksalah kekuatan dan kelemahan diri Anda

  • Pekerjaan rumah tangga apa yang paling Anda kuasai? Atau setidaknya, yang Anda dapat kerjakan dengan gangguan seminimal mungkin? Tonjolkan kelebihan ini karena ini adalah zona nyaman Anda. Ini adalah area dimana Anda dapat memberikan hasil kerja teroptimal. Untuk kelemahan Anda, berdiskusilah dengan suami, apa kira-kira langkah yang dapat Anda lakukan untuk "menambal lubang" ini? Apakah Anda perlu mendelegasikannya? Memperbaikinya dengan melatih keterampilan? Pertimbangkan masing-masing pilihan dengan kesesuaian alokasi waktu dan biaya yang mampu dipikul oleh keluarga Anda.

  • 3. Buatlah sistem kerja yang terorganisir

  • Keteraturan adalah kunci sukses dari pekerjaan rumah tangga. Dengan sistem yang tertata baik, Anda dapat menciptakan proses yang efisien dan tepat sasaran. Tidak ada waktu terbuang percuma. Setiap masalah dapat cepat ditelusuri dan ditangani. Entah itu daftar komprehensif, jadwal rinci, alur kerja sistematis, hingga perangkat yang membuat pekerjaan lebih ringan dan cepat selesai. Bergurulah dari para ahli rumah tangga, baik itu orang yang Anda kenal atau mereka yang bermurah hati membagikan ilmunya di dunia maya.

  • 4. Terjang badai dengan tekad baja

  • Anjing menggonggong kafilah berlalu. Adakalanya Anda perlu menutup telinga dari komentar miring dan omongan negatif yang tidak ada faedahnya bagi kehidupan Anda. Satu hal yang perlu diketahui, ibu rumah tangga ataupun bapak rumah tangga,keduanya akan mengalami tekanan dan stres yang sama sebagai orang tua dan orang dewasa dalam keluarga yang mereka bangun. Belajarlah dari pengalaman Anda atau mengambil hikmah dari para keluarga yang mengambil jalan yang sama dengan Anda. Ketika Anda merasa yakin dan percaya diri, apapun kelemahan dan masalah yang menghadang, Anda dapat tersenyum optimis dan berkata, "Aku bisa melewatinya".

  • Petiklah manfaat dari keterampilan suami mengurus rumah tangga. Ini tidak serta merta menjadikan Anda istri dan ibu yang tidak berkualitas. Tetaplah kompak menopang rumah tangga dengan bahu-membahu menjalankan kewajiban Anda, baik sebagai pasangan berkomitmen maupun orang tua yang bertanggung jawab.

  • Advertisement
Klik pilihan berbagi di bawah ini

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Suami ternyata lebih terampil mengurus rumah tangga. Bagaimana mengimbanginya?

Suami lebih terampil dalam area yang secara tradisional adalah kodrat wanita. Adakah cara untuk mengimbanginya dan membuat Anda tidak kehilangan muka sebagai kaum Hawa?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr