Jangan remehkan kulit kering pada bayi Anda

Aneka penyebab dapat menimbulkan kulit bayi kering. Kenali penyebabnya dan tangani dengan tips-tips ini

5,230 views   |   11 shares
  • Di masa awal kehidupannya, tubuh bayi berusaha tumbuh, berkembang, dan beradaptasi dengan lingkungannya. Termasuk kulit bayi yang berbeda dengan kulit dewasa. Kulit bayi lebih tipis, hanya dua pertiga ketebalan kulit dewasa. Kulit bayi juga kehilangan kelembapan alaminya lima kali lebih cepat dari dewasa. Dengan produksi minyak pelembap alami yang lebih sedikit dari dewasa, kulit bayi pun lebih sensitif terhadap lingkungannya.

  • Berbagai hal dapat menyebabkan kulit bayi menjadi kering, di antaranya :

    • Cuaca dingin dan udara kering

    • Pemanasan atau pendinginan dalam ruangan berlebihan

    • Sinar matahari yang menyengat

    • Air laut

    • Kandungan klorin dalam kolam renang

  • Beberapa hal dapat Anda lakukan untuk menghindari dan mengatasi kulit kering pada bayi Anda, seperti :

  • 1. Di waktu mandi

  • Sewaktu mandi, kulit akan kehilangan minyak alaminya ketika bersatu dengan kotoran yang menempel, lalu tersapu air sabun. Dengan rutinitas mandi setiap hari, Anda perlu menyiapkan mandi bayi Anda dengan beberapa penyesuaian. Tujuannya, menjaga kelembapan kulitnya supaya tidak lenyap seluruhnya.

  • Langkah-langkah yang dapat Anda lakukan :

    • Batasi waktu mandi tidak lebih dari 10 menit

    • Gunakan air hangat atau suam-suam kuku

    • Pilih sabun mandi lembut, bebas pewangi, lebih utama jika teruji hipoalergenik

    • Hindari berendam di air sabun

    • Keringkan badan setelah mandi dengan menepuk-nepuk handuk perlahan pada kulit bayi

  • 2. Perlindungan terhadap udara

  • Tinggal di negara tropis seperti Indonesia, terdapat daerah-daerah yang bervariasi udaranya, baik panas maupun dingin. Kuncinya, lindungi bayi Anda dari terpaan udara dan cuaca. Kala dingin, tutupi kulitnya dengan sarung tangan, pakaian tebal menutupi tubuh, atau topi. Di udara panas, gunakan pakaian yang baik menyerap keringatnya. Perhatikan juga lama pemakaian pendingin dan pemanas ruangan. Berikan jeda waktu untuk tidak menggunakannya terus-menerus pada jangka waktu lama. Akan lebih baik, jika Anda memakai air humidifier untuk menjaga kelembapan ruangan. Pilih produk yang tidak bising dan mudah dibersihkan sehari-hari.

  • Advertisement
  • 3. Jaga hidrasi tubuh

  • Selain pencegahan eksternal, perlindungan internal juga penting untuk diperhatikan. Pastikan bayi Anda mendapatkan asupan cairan yang cukup, baik dari air susu, air minum, sayuran, dan buah-buahan.

  • 4. Gunakan produk pelembap kulit

  • Salah satu cara yang umum dilakukan untuk mencegah dan menangani kulit kering pada bayi adalah dengan mengoleskan pelembap kulit. Produk ini paling baik digunakan tiga menit setelah mandi, untuk memberikan lapisan "penghalang" pada kulit supaya kelembapannya tidak cepat hilang. Anda dapat memilih berbagai bentuk pelembap. Mulai dari lotion yang ringan, krim atau salep yang lebih tebal. Namun, ada jenis krim dan salep yang lebih lengket, sehingga mengurangi kenyamanan, meskipun akan menempel lebih lama pada kulit. Anda dapat mengaplikasikan pelembap kulit ini dua hingga empat kali sehari untuk mendapatkan hasil optimal.

  • 5. Perlindungan saat bermain air

  • Waktu berenang, kulit bayi rentan mengalami kekeringan setelahnya. Penyebab utama adalah klorin pada air kolam renang dan air garam di laut. Selesai berenang atau bermain air, segera mandikan bayi Anda hingga bersih menggunakan air PAM. Seusai mandi, oleskan pelembap kulit secara merata.

  • 6. Pakaian dan pencucian

  • Menghindari dan menangani kulit bayi yang kering, juga melibatkan faktor pakaian. Bahan yang lembut dan menyerap keringat sangat tepat digunakan pada kondisi ini. Bahan pemicu gatal seperti wol, sebaiknya digunakan dengan hati-hati. Mencuci pakaian bayi pun perlu penanganan khusus. Pilihlah deterjen dan pelembut pakaian khusus bayi dengan formula yang aman bagi kulitnya. Sesi pembilasan ekstra juga dapat membantu Anda menghilangkan residu deterjen yang masih melekat pada pakaian bayi Anda.

  • Kulit kering pada bayi bukanlah hal sepele. Kondisi ini dapat menjadi awal atau gejala dari penyakit kulit yang lebih serius seperti eczema (_dermatitis atopik) dan ichtyosis. Ada baiknya Anda segera berkonsultasi kepada dokter anak, apabila kekeringan pada kulit ini bertambah mengkhawatirkan seperti menyebar, pecah-pecah, atau menimbulkan rasa gatal yang menyakitkan.

  • Advertisement
Klik pilihan berbagi di bawah ini

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Jangan remehkan kulit kering pada bayi Anda

Aneka penyebab dapat menimbulkan kulit bayi kering. Kenali penyebabnya dan tangani dengan tips-tips ini
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr