HPL semakin dekat. Pilih bidan atau dokter?

Siapa yang Anda inginkan untuk mendampingi proses persalinan nanti? Keduanya adalah tenaga kesehatan dengan kelebihan masing-masing. Pertimbangkan dengan cermat segala manfaat dan risikonya.

1,113 views   |   shares
  • Semakin mendekati waktu persalinan, Anda dihadapkan pada banyak pertanyaan. Berpangkal kepada keinginan Anda untuk meminimalkan masalah yang sekiranya dapat terjadi sehingga Anda dapat melahirkan dengan selamat dan bayi pun sehat walafiat.

  • Pertanyaan pertama yang kerap muncul adalah mengenai tempat dan metode persalinan. Di Indonesia, ada dua jenis tenaga kesehatan yang menjadi pilihan utama dalam membantu proses persalinan, yaitu bidan dan dokter kandungan.

  • Baik bidan dan dokter kandungan, sama-sama menjalani pendidikan terlebih dahulu untuk dapat mendampingi proses persalinan. Bidan sendiri, ada yang menjalankan praktik sendiri, ada pula yang bekerja di fasilitas kesehatan seperti puskesmas, klinik, dan rumah sakit.

  • Perbedaan dasar dari bidan dan dokter kandungan, terletak pada kemampuan serta kewenangan untuk melaksanakan tindakan operasi. Dokter kandungan dapat dan mampu melakukan intervensi melalui tindakan operasi. Sementara, bidan perlu merujuk pasien kepada dokter kandungan, saat pasien ternyata memerlukan tindakan operasi.

  • Anda yang tengah menanti Hari Perkiraan Lahir (HPL) dan masih meragu untuk memilih tenaga kesehatan yang akan mendampingi proses persalinan Anda, inilah 4 pertimbangan yang perlu Anda pikirkan:

  • 1. Risiko pada kehamilan

  • Anda yang memiliki kehamilan berisiko, baik karena kondisi janin maupun karena kondisi kesehatan Anda yang kurang prima, disarankan untuk memilih dokter kandungan sebagai mitra persalinan. Terlebih, jika masalah yang Anda hadapi termasuk serius, Anda dapat menemui dokter kandungan spesialis fetomaternal yang sudah terbiasa menghadapi kehamilan berisiko. Beberapa risiko kehamilan yang umum terjadi di antaranya tekanan darah tinggi, kelebihan berat badan, kehamilan kembar, adanya penyakit bawaan (asma, diabetes, wasir, jantung, dan lain-lain), mioma atau kista pada rahim, usia kehamilan pertama terlalu muda (di bawah 21 tahun) atau terlalu tua (di atas 35 tahun), sejarah keguguran, dan sebagainya.

  • 2. Rencana persalinan

  • Persalinan seperti apakah yang Anda inginkan? Melakukan persalinan di rumah (home birth)? Memerlukan suntikan epidural untuk mengurangi rasa sakit saat kontraksi? Masih gamang antara melahirkan normal atau sectio caesaria? Setelah Anda mengetahui kondisi dan risiko kehamilan Anda, Anda dapat memutuskan proses persalinan seperti apa yang ingin Anda lalui. Jika Anda dinyatakan sehat dan tidak memiliki risiko kehamilan berarti atau membahayakan, Anda dapat mempertimbangkan untuk melahirkan bersama bidan. Pilihlah bidan bersertifikasi dengan fasilitas lengkap, untuk meningkatkan kelancaran dan keberhasilan persalinan Anda. Pastikan pula, bidan telah memberitahukan ke mana Anda akan dirujuk apabila terjadi kemungkinan terburuk, yaitu komplikasi persalinan.

  • Advertisement
  • 3. Kedekatan hubungan dengan pasien

  • Salah satu faktor yang membuat pasien memilih bidan adalah pendekatan yang digunakan bidan kepada pasiennya. Umumnya, bidan memberikan pelayanan yang lebih personal, dikarenakan tempat pelayanan yang tidak terkungkung banyak aturan dan prosedur seperti di rumah sakit atau klinik. Aura "keibuan" yang ditawarkan oleh mayoritas bidan (khususnya, yang memiliki jam terbang tinggi dan sarat pengalaman) menjadi daya tarik tersendiri. Para ibu hamil (terutama yang akan menghadapi persalinan perdana), memiliki kebutuhan tinggi untuk ditenangkan, didengar, dan diperhatikan. Bidan mengutamakan pendekatan personal karena mereka ingin membuat pasien mengalami persalinan sebagai sesuatu yang berlangsung alamiah. Membangun kenyamanan dan keyakinan bahwa persalinan dapat berjalan lancar, akan menjadi sebuah kunci penting kesuksesan persalinan secara normal. Jika tidak benar-benar diperlukan, makan intervensi medis tidak akan diberikan dan membuka kesempatan para ibu untuk menyerahkan segalanya kepada mekanisme alami pada tubuh mereka.

  • 4. Biaya

  • Tingginya biaya persalinan yang dilakukan bersama dokter kandungan menjadi pertimbangan lain mengapa ibu memilih untuk bersalin bersama bidan. Biaya yang lebih tinggi biasanya terjadi karena rincian prosedur persalinan bersama dokter kandungan akan melibatkan banyak item intervensi medis, seperti peralatan kesehatan, obat-obatan, hingga tindakan yang dilakukan. Sebenarnya, biaya persalinan bersama dokter kandungan dapat ditekan dengan memanfaatkan jasa asuransi, baik dari penyedia swasta maupun pemerintah melalui BPJS. Persalinan di bidan pun memiliki kemungkinan biaya membengkak, apabila ternyata Anda mengalami komplikasi persalinan dan berakhir dengan rujukan kepada dokter kandungan di fasilitas kesehatan yang lebih memadai. Jayadin R. Binaardi dari ZAP Finance, menyarankan untuk mempersiapkan dana persalinan jauh-jauh hari. Anda dapat menyimpannya dalam tabungan atau deposito, untuk menghindari uang tersebut terpakai untuk keperluan lain.

  • Persalinan apapun yang menjadi pilihan Anda, tetaplah ingat untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan Anda serta si jabang bayi. Selalu persiapkan rencana cadangan dan hindari memaksakan kehendak demi "kesempurnaan semu" karena metode persalinan apapun memiliki manfaat dan risikonya masing-masing.

  • Advertisement
Anda suka artikel ini? Bagikan..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

HPL semakin dekat. Pilih bidan atau dokter?

Siapa yang Anda inginkan untuk mendampingi proses persalinan nanti? Keduanya adalah tenaga kesehatan dengan kelebihan masing-masing. Pertimbangkan dengan cermat segala manfaat dan risikonya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr