'Junk food' dan pengaruhnya untuk kesehatan anak

Meskipun memiliki beberapa kelebihan secara rasa, tapi ternyata tidak diimbangi dengan kandungan gizi yang tinggi

199 views   |   1 shares
  • Junk food atau yang sering kita kenal dengan makanan cepat saji, saat ini sangat mudah kita temui di banyak tempat di Indonesia. Dari sisi bisnisnya memang makanan jenis ini sekarang menjadi pilihan banyak orang karena kepraktisannya dalam mengisi perut kita. Selain itu, soal rasa juga banyak yang menyukainya baik itu orang dewasa maupun anak-anak, ini juga yang menjadi nilai lebih yang dimiliki makanan cepat saji untuk menarik para pelanggannya. Bahkan ada juga yang mengimingi, jika kita membelinya, dengan hadiah-hadiah mainan anak-anak untuk menambah ketertarikan mereka. Sepertinya makanan cepat saji adalah primadona karena seakan menjadi solusi untuk banyak orang di tengah aktivitas yang padat, sehingga acara makan kini tidak lagi memerlukan waktu yang lama dalam mempersiapkannya.

  • Namun jika kita lihat dari sisi sehatnya, apakah jenis makanan seperti ini baik bagi tubuh kita terutama bagi anak-anak kita? Menurut Dr. Niti Desai, seorang ahli gizi di India, junk food meskipun memiliki beberapa kelebihan secara teknis, ternyata tidak memberikan dampak yang baik bagi kesehatan. Ada banyak sekali bahayanya makanan cepat saji bagi kesehatan orang dewasa maupun anak-anak, berikut di antaranya :

  • 1. Masalah pada gigi

  • Junk food mengandung kadar karbohidrat dan gula yang sangat tinggi karenanya dapat merusak dan menghancurkan enamel pada gigi. Faktor ini dapat menyebabkan terjadinya gigi berlubang.

  • 2. Masalah pada tulang

  • Natrium dapat banyak ditemukan pada garam. Rekomendasi konsumsi natrium bagi seseorang adalah tidak lebih dari satu sendok teh per hari. Kandungan natrium yang berlebih pada makanan cepat saji, dapat meningkatkan risiko perapuhan pada tulang dan tekanan darah tinggi.

  • 3. Memengaruhi fungsi otak

  • Dari studi menunjukkan bahwa dalam satu minggu memakan junk food sudah dapat memengaruhi fungsi ingatan. Lemak jahat pada makanan cepat saji dapat membuat gangguan mekanisme sinyal normal dalam otak sehingga dapat menghambat kemampuan untuk belajar.

  • 4. Cepat lelah

  • Nutrisi yang banyak dibutuhkan oleh tubuh tidak dapat terpenuhi oleh junk food yang dikonsumsi. Meskipun mengenyangkan perut, namun ternyata tidak mampu memenuhi kebutuhan protein dan vitamin yang dapat menjadi energi bagi tubuh sehingga tubuh menjadi lebih cepat lelah.

  • 5. Sistem pencernaan terganggu

  • Advertisement
  • Dibandingkan dengan nutrisi, junk food lebih banyak mengandung kalori yang dapat membuat tubuh menjadi kekurangan serat sehingga pencernaan dalam tubuh menjadi terhambat.

  • Bukan tanpa alasan jika banyak yang mengatakan bahwa junk food harus dihindari, melihat beberapa bahaya di atas yang dapat mengancam kesehatan kita dan anak-anak khususnya tentu Anda harus berpikir lebih untuk memutuskan mengonsumsi makanan ini. Menggantikan junk food dengan makanan yang sehat pada anak akan lebih banyak manfaatnya bagi pertumbuhan fisik dan studi mereka, karena bagaimana pun kita harus tetap memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita demi masa depan mereka nantinya. Jangan sampai makanan malah memberikan kerugian besar bagi mereka dan penyesalan yang cukup mendalam bagi kita orangtuanya. Oleh karenanya harus menjadi perhatian kita para orangtua.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Andreas Kurniawan lulus sarjana S1 Teknik Informatika tahun 2009 di STMIK MDP. Memulai karir sebagai IT officer di sebuah Bank selama 1 tahun sebelum akhirnya bekerja di PT. Thamrin Brothers sebagai analis sampai saat ini. Email:

'Junk food' dan pengaruhnya untuk kesehatan anak

Meskipun memiliki beberapa kelebihan secara rasa, tapi ternyata tidak diimbangi dengan kandungan gizi yang tinggi
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr