6 contoh sederhana memperlihatkan sikap saling menghormati antara Ibu dan Ayah di hadapan anak

Keutuhan rumah tangga Anda akan berpengaruh terhadap perkembangan anak. Jagalah dengan menunjukkan cara yang tepat untuk saling menghormati pasangan dengan 6 cara ini.

2,159 views   |   10 shares
  • Menjalani pernikahan membuat kita lebih bijak dalam bersikap. Segala perilaku Anda dan pasangan akan berdampak tak hanya bagi diri Anda berdua, namun juga kepada orang-orang di sekitar Anda. Khususnya, anggota lain dalam keluarga kecil Anda, yaitu darah daging Anda sendiri. Children see, children do. Anak-anak menjadikan orang tuanya sebagai contoh, suri tauladan. Sebagai significant others yang terdekat dalam kehidupan mereka, anak-anak akan berkaca terhadap apa yang Anda katakan, lakukan, bahkan pikirkan.

  • Sadar atau tidak, keutuhan rumah tangga akan berpengaruh terhadap perkembangan anak, baik secara fisik maupun psikis. Anak yang hidup di tengah keluarga yang harmonis dana bahagia, besar kemungkinan akan menjalani hidup yang lebih berkualitas. Kebahagiaan dan aura positif akan menghiasi hari-harinya, sehingga ia pun lebih optimis menjalani hari. Sedangkan kehancuran pernikahan pun dapat membayanginya, bahkan hingga masa tuanya kelak.

  • Banyak korban pecandu narkoba, miras, pelaku kejahatan seksual, ataupun seks bebas, berawal dari keluarga yang tidak bahagia. Apa yang membuat keluarga berantakan? Well, ternyata pangkal masalah dapat berada dari tiadanya saling menghormati antara orang tua itu sendiri.

  • Anak perempuan akan mencari sosok lelaki yang memenuhi figur Ayah dambaannya, begitu pula sebaliknya dengan anak laki-laki yang akan meniru cara Ayah memperlakukan wanita dari sikapnya terhadap Ibu. Ibu yang tidak menghormati suami, juga membuat anak-anak menjadi lebih dingin, kasar, dan melalaikan tata krama.

  • Demi masa depan anak-anak yang lebih cerah, Anda dan pasangan lebih baik segera menunjukkan secara konsisten sikap dan perilaku saling menghormati dalam mahligai pernikahan. Ini adalah 6 cara untuk memperlihatkannya.

  • 1. Berkomunikasi secara efektif

  • Ketahuilah benar apa yang ingin Anda ungkapkan dan tanyakan kepada pasangan. Sebelum mulai berkata, pikirkan dahulu dampak dari ucapan Anda. Apakah ini hal yang bermanfaat? Bagaimana perasaan pasangan terhadap kata-kata tersebut? Komunikasi efektif yang Anda contohkan kepada anak-anak, pada intinya berisi tiga hal, yaitu berbicara dengan sopan, menjadi pendengar yang baik, dan memberikan respons atau umpan balik yang sesuai. Roland Warren dari National Fatherhood Initiatives menyebutkan 3-R sebagai cara berkomunikasi dengan pasangan, yaitu Relax, Relate, dan Release. Anda harus santai atau mengontrol emosi, mampu menghubungkan diri dengan pasangan, dan tahu kapan melepaskan diri kala konflik tersulut. Perhatikan nada suara, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh. Komunikasi nonverbal seperti ini justru berpengaruh lebih besar dari kata-kata yang Anda lontarkan.

  • Advertisement
  • 2. Bekerja sebagai tim

  • Anda dan pasangan adalah "kami" bukan lagi "aku" dan "kamu". Inilah yang menjadi esensi pernikahan, bahwa keputusan didasarkan pada dua kepala dan dua hati. Meskipun untuk kepentingan pribadi atau individu, Anda tetap perlu mempertimbangkan pasangan kala mengambil langkah. Meminta izin darinya, menanyakan pendapat atau pandangannya, menghargai masukan darinya, berterima kasihlah kepadanya saat keputusan telah berjalan lancar, dan hindari menyalahkannya saat masukan darinya tidak berjalan sesuai ekspektasi. Anak-anak akan melihat dan merasakan kekompakan ini. Lambat laun, mereka akan selalu turut berpartisipasi menguatkan orang tua yang mereka pandang selalu berjuang bersama tanpa kenal menyerah.

  • 3. Berbesar hati memberi dan menerima maaf

  • Kesempurnaan hanyalah milik Yang Kuasa. Masalah yang timbul atau kelemahan diri yang menghalangi, tak sepatutnya menjadi pemecah bahtera rumah tangga. Saat Anda melakukan suatu kesalahan, segeralah meminta maaf dengan tulus. Tunjukkan penyesalan Anda dan upaya Anda memperbaikinya. Jika hal sebaliknya terjadi pada Anda, dinginkan kepala segera dan bukalah hati menerima maaf darinya. Fokuskan untuk segera mencari solusi, alih-alih mengungkit kesalahan dan kelemahan. Kebesaran hati ini adalah sebuah kebijaksanaan yang penting dipelajari oleh anak untuk pembentukan karakter luhurnya.

  • 4. Memberi privasi dan waktu sendiri (me-time)

  • Adakalanya, seorang individu membutuhkan waktu berkualitas untuk dinikmatinya sendiri. Termasuk Anda sebagai pasangan menikah dan orang tua. Tak selalu Anda perlu "mengorbankan" waktu dan kepentingan Anda selalu untuk keluarga. Anda juga seorang manusia yang memiliki kebutuhan dan keinginan pribadi. A happy mama makes a happy family, begitu pula dengan Papa. Bergantianlah memberi kesempatan untuk memanjakan diri sendiri. Satu siang yang bebas untuk Mama bersolek di salon atau Minggu pagi Papa bisa berkumpul dengan komunitas hobinya. Saat salah satu dari Anda sedang menyegarkan dirinya, berilah dukungan sepenuhnya dengan mengambil alih tugasnya atau mendelegasikan tugas tersebut kepada pihak lain. Biarkan ia menikmati me-time hingga waktu yang disepakati. Percayalah, saat Anda melakukan tindakan kecil ini, sangat besar apresiasi yang ia rasakan dan akhirnya membawa mood­-nya jauh lebih baik serta bersemangat. Anak-anak akan mengerti untuk berusaha tidak selalu bergantung pada orang tua dan menikmati hari tanpa merongrong Papa atau Mama tersayang.

  • Advertisement
  • 5. Dukung pekerjaan atau usahanya

  • Apapun yang Anda dan pasangan pilih sebagai sumber nafkah ataupun kegiatan, berikanlah dukungan tanpa henti, selama hal tersebut baik adanya. Saat suami sedang musim lembur, sambut dirinya dengan senyum dan secangkir minuman hangat. Ketika istri mendapatkan kesempatan untuk berwirausaha, bantulah mempromosikan bisnisnya. Kekuatan Anda untuk terus berjalan dan bertahan, sebenarnya juga ditopang oleh kesetiaannya berada di belakang Anda. Melihat cara Anda mendukung satu sama lain, anak-anak pun merasa yakin berada di dalam sebuah "rumah" yang kokoh, meskipun badai menerpa di luar sana. Anda tahu akan selalu ada pelangi yang menyambut Anda di depan sana kala Anda tetap terus maju menerjangnya.

  • 6. Apresiasi secara terbuka

  • Anda dan pasangan sama-sama memiliki tanggung jawab serta telah berusaha sebaik mungkin menjalankan peran Anda. Sebuah apresiasi amat sangat berharga untuk menyemangati Anda setiap saat, menguatkan Anda kala masalah menghadang, dan memberi arti untuk Anda bangun setiap pagi. Jangan ragu untuk memuji satu sama lain dengan tulus di depan anak-anak, keluarga, maupun umum. Bisa dengan kata-kata, sebuah ciuman dan pelukan hangat, maupun menghadiahinya sesuatu sebagai reward. Apresiasi Anda merupakan penghormatan sepenuh hati untuknya dan ini memberikan sebuah pandangan positif kepada anak-anak. Sebuah tindakan dari niat baik, bagaimanapun hasil akhirnya, patut mendapatkan sebuah penghargaan.

  • Tunjukkan penghargaan Anda dengan cara berbeda setiap harinya, sehingga anak dapat belajar sesuatu yang baru setiap hari. Contek tips dari Nina Roesner yang membuat daftar lebih dari 100 cara untuk menghormati pasangan dan mudah untuk dipraktikkan. Rasakan kehangatan yang menjalar di rumah dan kenyamanan yang tak terbeli oleh harta termahal sekalipun.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

6 contoh sederhana memperlihatkan sikap saling menghormati antara Ibu dan Ayah di hadapan anak

Keutuhan rumah tangga Anda akan berpengaruh terhadap perkembangan anak. Jagalah dengan menunjukkan cara yang tepat untuk saling menghormati pasangan dengan 6 cara ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr