Parenting: Video game, kawan atau lawan?

Perlukah takut memberikan video game untuk anak? Lakukan trik ini agar anak terhindar dari kecanduan bermain video games.

124 views   |   shares
  • Bagaimana reaksi anak-anak terhadap video game dapat bervariasi. Hal ini merupakan sebuah pengalaman yang intens di mana beberapa anak akan tetap baik-baik saja dan menunjukkan perubahan perilaku yang minim, sementara yang lain akan menghadapi perubahan perilaku dramatis hingga hilangnya kontrol emosi.

  • Video game memiliki sifat adiktif. Permainan dibuat tidak hanya untuk menarik perhatian, tetapi juga mendorong supaya kita terus memainkannya. Yang paling mengerikan, video game tidak jauh berbeda dengan permainan-permainan judi di sebuah kasino yaitu menciptakan keinginan yang kuat untuk menggoda siapa saja supaya terus memainkannya terutama anak-anak.

  • Bagaimana membantu anak-anak mengatasi kecanduan terhadap video game?

  • Bagi sebagian orangtua mengajar anak mengatasi kecanduan terhadap video game bisa menjadi tantangan yang cukup sulit. Sayangnya, beberapa orangtua justru merasa senang ketika melihat anak-anak berada di dalam rumah dan segan memaksa mereka untuk berhenti. Bahkan ada yang memanfaatkan video game bak 'pengasuh' sehingga orangtua bisa mengerjakan pekerjaan yang lain tanpa perlu merasa khawatir dengan keberadaan anak-anak mereka.

  • Hal demikian memang dapat dimaklumi, tetapi jika hal tersebut terus dibiarkan akan makin sulit bagi orangtua untuk menjauhkan pengaruh buruk video game dari kehidupan anak-anak. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda sebagai orangtua lakukan untuk membantu anak-anak mengatasi kecanduan bermain game:

  • 1. Komunikasi

  • Bicarakan dengan anak-anak mengenai dampak negatif penggunaan video game secara berlebihan. Cari tahu apakah ada alasan tertentu sehingga mereka lebih memilih menghabiskan banyak waktu dengan video game ketimbang melakukan kegiatan lain di luar rumah. Terkadang, video game hanya dijadikan sebagai pelarian dari realitas.

  • 2. Pembatasan

  • Melarang anak sepenuhnya tidak boleh bermain video game juga bukan keputusan yang bijak. Anak-anak juga perlu mengikuti perkembangan teknologi yang ada, tetapi semuanya harus melalui kontrol yang ketat. Pembatasan durasi waktu untuk memainkan video game bisa menjadi solusi atas permasalahan ini. Asal disepakati bersama, Anda tidak perlu melihat video game sebagai musuh yang harus diperangi. Jangan segan-segan menegur jika anak memainkannya melebihi waktu yang telah ditetapkan bersama.

  • 3. Pindahkan komputer atau perangkat video game dari dalam kamar anak

  • Kesalahan yang kerap orangtua lakukan adalah meletakkan perangkat video game di dalam kamar anak. Hal ini memang nampak sepele, tetapi sebetulnya orangtua telah mengajarkan kepada anak-anak bagaimana menjadi seorang pemalas. Pindahkan segera perangkat video game dari dalam kamar anak, letakkan perangkat tersebut di ruang keluarga agar Anda dan anggota keluarga yang lain bisa membantu melakukan pengawasan.

  • Advertisement
  • 4. Berikan perhatian lebih pada anak

  • Telah disinggung sebelumnya bahwa kecenderungan seorang anak memainkan video game secara berlebihan adalah sebagai cara untuk melarikan diri dari situasi yang membuatnya tidak nyaman. Hal semacam ini bisa disebabkan oleh banyak faktor dan salah satunya adalah kurangnya kasih sayang dari kedua orangtua. Jangan biarkan anak-anak mengalami situasi semacam ini. Berikan perhatian lebih pada anak-anak supaya mereka tidak merasa diabaikan.

  • 5. Ganti password

  • Anak-anak tidak akan bisa sesuka hatinya bermain video game jika Anda mengunci perangkat dengan password agar dapat melakukan pengawasan dan membuat jadwal bermain.

  • 6. Tunjukkan teladan yang baik

  • Setiap anak belajar melalui apa yang dilihatnya. Mereka sangat mengandalkan contoh dan teladan dari orangtua dalam mengambil sikap serta berperilaku. Sebetulnya tidak sulit menjauhkan pengaruh buruk video game pada anak-anak, semua tergantung bagaimana orangtua memberikan teladan baik kepada mereka.

  • Permainan video game bisa menjadi bermanfaat atau justru merusak tergantung bagaimana kontrol orangtua kepada anak-anak sejak mereka masih kecil. Sejak dini anak-anak perlu diberi pemahaman bahwa permainan video game hanyalah sarana untuk mengisi waktu luang dan bukan untuk dimainkan sepanjang hari. Melalui kepedulian orangtua, anak-anak akan terhindar dari kencanduan video games yang dapat merusak masa depan mereka.

Baca, hidupkan, bagikan!

Saya adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Saya juga saat ini sedang menempuh kuliah untuk mengejar gelar sarjana saya. Untuk mengisi waktu luang saya memanfaatkannya dengan menulis dan membaca.

Parenting: Video game, kawan atau lawan?

Perlukah takut memberikan video game untuk anak? Lakukan trik ini agar anak terhindar dari kecanduan bermain video games.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr