Saatnya mengubah pandangan menjadi positif dalam menghadapi setiap masalah

Kehidupan penuh dengan keputusan atau tindakan yang diambil dan selalu memiliki dampak yang baik maupun buruk. Bagaimana mengubah tantangan menjadi penyemangat untuk bangkit?

680 views   |   5 shares
  • Kehidupan penuh dengan keputusan yang harus dipilih dan dengan konsekuensi yang harus ditanggung atas segala pilihan tersebut. Semuanya memiliki kebaikan dan keburukan. Anda hanya harus memilih yang mana yang paling banyak mendatangkan kebaikan bagi Anda, maupun orang-orang di sekitar Anda.

  • Ketika seseorang harus memutuskan tali cintanya, mengalami pemutusan hubungan kerja, atau saat seorang ibu memilih untuk berhenti bekerja demi kelangsungan kehidupan keluarganya, segala tantangan ini mesti dihadapi dengan sikap positif. Berlarut-larut dalam pemikiran yang tidak realistis, tidak akan mengubah hidup Anda. Lantas bagaimana mengubah tantangan menjadi penyemangat untuk bangkit? Berikut ini beberapa kondisi dan bagaimana sebaiknya Anda menyikapinya:

  • 1. Putus cinta

  • Putus cinta bukanlah akhir dari segala-galanya. Meski tidak pernah menyenangkan dan penuh dengan kesedihan, namun patut disadari bahwa pengalaman ini dapat menjadi pelajaran berharga dalam kehidupan Anda. Bila sebelumnya selalu bergantung pada pasangan, maka ini saatnya untuk belajar mandiri sehingga membuat Anda lebih kuat dan penuh percaya diri untuk bangkit dari keterpurukan.

  • 2. Perbedaan antara suami istri

  • Pernikahan memerlukan kompromi sehat. Apalagi dengan kepribadian yang berbeda antara Anda dan pasangan. Sangat penting memiliki mimpi bersama dan menghargai prinsip masing-masing meski kadang harus mengalah dan tidak egois. Pandanglah perbedaan ini sebagai tantangan untuk dihadapi, dengan selalu mengutamakan komunikasi yang transparan dan jujur sepanjang waktu -terutama di saat terjadi perselisihan dalam rumah tangga-. Perbedaan dapat diatasi dengan cara yang positif ketika Anda berdua mampu menghargai dengan rendah hati. Mengalah bukan berarti kalah namun bagian dari take and give dalam kehidupan rumah tangga.

  • 3. Pemutusan hubungan ker ja

  • Advertisement
  • Masalah 'perut' seseorang adalah hal yang vital, di mana kompor yang tidak 'ngebul' akan menimbulkan keresahan dalam kehidupan. Seseorang akan berpikir lebih cerdas lagi guna mempertahankan hidup keluarganya dengan melawan kelemahan dirinya sendiri yang perlu berjuang mengatasi masalah yang ada. Jadi anggaplah pemutusan hubungan kerja menjadi pemacu etos kerja dalam diri Anda untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Yang penting jangan memelihara 'gengsi' dalam kehidupan.

  • 4. Istri harus bekerja

  • Pemutusan hubungan kerja bisa terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja. Kemajuan teknologi memungkinkan beberapa jenis pekerjaan dikerjakan dengan mesin sehingga tenaga kerja manusia dikurangi. Di saat suami kena PHK, mau tidak mau sang istri harus mendapatkan pekerjaan untuk menopang kelangsungan hidup keluarga. Bagi wanita yang belum pernah bekerja, langkah ini barangkali membuatnya ragu dan tidak percaya diri. Namun Anda tidak perlu kecil hati, ada banyak wanita-wanita hebat di luar sana yang tampil gemilang bukan saja untuk keluarganya tetapi juga memiliki kontribusi baik untuk masyarakat luas.

  • Pandanglah setiap masalah bukan dari segi negatifnya saja. Selalu cari sisi positif dalam setiap permasalahan yang Anda temui, ambil hikmahnya dan berusahalah untuk lebih baik lagi di kemudian hari agar mampu membangun kehidupan pribadi dan keluarga yang jauh lebih baik.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Saatnya mengubah pandangan menjadi positif dalam menghadapi setiap masalah

Kehidupan penuh dengan keputusan atau tindakan yang diambil dan selalu memiliki dampak yang baik maupun buruk. Bagaimana mengubah tantangan menjadi penyemangat untuk bangkit?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr