Seberapa seringkah kita boleh memuji anak? Seperti apa dampaknya?

Memberikan pujian, adalah salah satu hal yang amat baik dalam langkah-langkah optimalisasi tumbuh kembang seorang anak. Namun, masih baikkah pujian saat diberikan terlalu sering?

812 views   |   2 shares
  • Pernahkah merasa sedih karena dibilang "Ah, masa gitu saja enggak bisa?" atau "Kamu kok kalah sama si itu?" dan kalimat-kalimat ejekan semacam itu? Ucapan seperti ini menurunkan rasa percaya diri seseorang dan membuatnya merasa tidak bisa apa-apa lalu merasa minder.

  • Menurut Psikolog Anak, Devi Raissa M.Psi. dari klinik Rainbow Castle, anak-anak, terutama yang berusia dini, amat mengagumi orangtuanya. Ditambah lagi kognitif mereka yang terbatas. Membuat anak-anak akan percaya pada apa pun yang dikatakan orangtuanya. "Orangtuanya bilang bahwa kuda bisa terbang, ia akan percaya. Anak tidak berpikir lebih jauh, bahwa untuk terbang membutuhkan sayap," ujarnya.

  • Nah, begitupun jika orangtua mengatakan anak nakal, sedari anak kecil. Anak juga akan percaya dan membawa konsep diri negatif itu sepanjang hidupnya. Bersyukur bila anak memiliki pemikiran positif dan ia bisa mengubah mindsetnya bahwa ia memiliki kelebihan juga, di luar kekurangan. Tetapi jika tidak, ia akan selamanya memiliki konsep diri negatif.

  • Namun demikian, rasa bangga orangtua pada anaknya yang terlalu berlebihan sehingga membuatnya terlalu sering memuji sang buah hati pun tidak berdampak baik. Bahkan, ternyata hal ini bisa berakibat negatif pada tumbuh kembang anak.

  • Menurut sebuah studi, anak-anak yang berpikir bahwa mereka cukup pintar dan cerdas kurang memerhatikan pelajaran yang ada. Studi tersebut menjelaskan, memberi tahu anak-anak bahwa mereka pintar berbanding terbalik dengan mengajarkan bahwa kecerdasan dapat tumbuh dan berubah.

  • Akibatnya, anak-anak beranggapan bahwa kecerdasan adalah hasil turunan genetik dan bukan keterampilan yang bisa diasah. Jika orangtua melontarkan pujian terlalu sering kepada anak, berikut ini akibatnya:

  • 1. Anak mengharapkan pujian. Memuji anak terlalu sering, bahkan ketika ia tidak seharusnya mendapatkan pujian, akan membuat anak mengharapkan pujian terus-menerus.

  • 2. Anak meragukan pujian yang Anda lontarkan. Semakin besar anak, maka semakin besar kemungkinan ia akan berpikir: "Apakah yang dikatakan ibuku benar bahwa aku benar-benar ahli dalam hal ini?" Anak akan menyadari bahwa ia tidak berhak mendapatkan pujian tersebut.

  • 3. Anak tidak belajar menghadapi kegagalan. Ketika mengalami kegagalan, reaksi anak yang terlalu sering dipuji adalah putus asa. Akibatnya, anak kesulitan bangkit dari keterpurukannya.

  • 4. Anak memiliki rasa percaya diri yang terlampau tinggi. Pujian bisa membuat anak percaya bahwa ia memiliki keahlian di atas kemampuannya. Hal ini akan menyebabkan anak menggapai target di atas kemampuannya, seperti dilansir

  • Advertisement
  • Young Parents.

  • 5. Anak merasa bahwa ia sangat hebat. Memuji kelebihan anak terus-menerus tanpa menyeimbangkan dengan memberikan kritik yang membangun tentang kekurangannya akan membuat anak berpandangan bahwa ia lebih penting dibandingkan orang lain.

  • Oleh karena itu, orangtua sebaiknya mengubah pujiannya saat anak memberikan hasil ujian yang baik. Daripada memuji anak pintar, ganti dengan kalimat "Wow, hasil belajar kamu benar-benar berhasil" atau "Kamu benar-benar menguasai pelajaran ini". Cobalah untuk lebih menghargai usahanya, bukan kepintarannya.

  • Cara ke dua, coba gunakan kesalahan sebagai bahan untuk belajar. "Banyak orangtua yang menghindar dari kesalahan anaknya dengan mengatakan 'Tidak apa-apa, nanti kamu pasti bisa' tanpa memberi kesempatan untuk mencari tahu di mana letak kesalahannya," kata seorang psikolog Dr. Hans Schroder.

  • Sebagai orangtua, Anda justru diharapkan untuk membiarkan si buah hati mengalami kesalahan sehingga dia dapat belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dan mencarikan jalan keluar yang terbaik.

  • Hal yang sama pun diungkapkan oleh Devi. Orangtua, sebaiknya, sedari dini memuji anak secara spesifik atas kemampuan positifnya. Jika ia kesulitan akan satu hal, alih-alih memberi label negatif atau menekankan pada kekurangannya, orangtua dapat mengajak anak berdiskusi dan bersama memikirkan langkah untuk memecahkan masalah.

  • Sehingga anak pun menjadi pribadi yang memiliki konsep diri positif. Mengetahui, walaupun ia mempunyai kekurangan, ia juga memiliki kelebihan yang dapat ia banggakan.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Seberapa seringkah kita boleh memuji anak? Seperti apa dampaknya?

Memberikan pujian, adalah salah satu hal yang amat baik dalam langkah-langkah optimalisasi tumbuh kembang seorang anak. Namun, masih baikkah pujian saat diberikan terlalu sering?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr