Meminta barang-barang dikembalikan setelah putus dari pacar. Wajarkah?

Ketika putus dengan pacar, wajarkah meminta kembali barang pribadi Anda dikembalikan?

2,477 views   |   shares
  • Saat masih pacaran, Anda mungkin tidak segan-segan memberikan sesuatu yang spesial kepada pasangan Anda sebagai bentuk tanda kasih sayang dan perhatian Anda padanya. Terkadang, Anda tidak lagi memikirkan berapa harga yang harus Anda bayar untuk membeli suatu barang untuk diberikan kepada pacar Anda hanya untuk membuatnya bahagia atau sebagai cara Anda mempertahankan hubungan yang sedang Anda jalin. Tentu saja, barang-barang tersebut adalah yang terbaik yang dapat Anda berikan.

  • Tetapi, bagaimana jika misalnya hubungan putus? Wah, sia-sia dong semua pemberian itu. Sebagai pihak yang memberi tentunya merasa rugi banyaklah. Masa iya, si pemberi akan memintanya kembali atau apa mungkin si penerima akan mengembalikannya cuma-cuma tanpa harus diminta? Repot juga kalau situasinya seperti itu.

  • Bagaimana jika kejadian seperti itu menimpa hubungan Anda? Ketika putus dengan pacar, wajarkah meminta kembali barang pribadi Anda dikembalikan?

  • "Kalau aku sih tergantung kondisinya. Jika yang memutuskan hubungan tersebut adalah aku atau penyebab berakhirnya hubungan tersebut karena kesalahanku, aku pikir sebaiknya aku tidak perlu meminta kembali barang-barang pribadiku yang dulu aku berikan padanya. Meminta barang-barangku kembali toh tidak akan memperbaiki hubungan itu lagi kan? Namun jika barang tersebut memang sangat berarti buat aku, tentunya aku akan mencoba memintanya kembali secara baik-baik.".

  • "Buat saya, wajar-wajar saja sih meminta kembali barang-barang pribadi kita ketika putus dengan pacar. Misalnya, sewaktu pacaran, Anda meminjamkan motor kepada pacar Anda, dengan tujuan motor tersebut digunakan untuk keperluan antar jemput Anda ke kampus dan pastinya buat pergi pacaran dong. Motor itu setiap harinya dibawa pulang oleh pacar Anda. Maklum saat itu, pacar Anda belum memiliki kendaraan pribadi sendiri. Jadi tanpa ragu Anda memberikan motor itu untuk pacar Anda gunakan. Toh, gak mungkin juga dibawa kabur dong. Tanpa diduga, eh hubungan Anda dan dia harus bubar di tengah perjalanan cinta Anda. Bagaimana nasib motor Anda?. Apakah Anda masih ikhlas dipakai si dia? Tentu saja tidak kan. Nah, kalau seperti itu adanya, wajarlah kalau Anda memintanya kembali. Putus artinya dia kehilangan hak juga atas motor itu. Bener gak?".

  • "Jika sudah diberikan, untuk apa diminta kembali? Itu artinya, Anda tidak ikhlas saat memberikannya. Ingat tidak, apakah saat memberikannya ada paksaan dari pacar Anda? Ingat tidak waktu memberikan barang tersebut, itu inisiatif Anda sendiri? Jadi, jangan merendahkan harga diri Anda deh dengan meminta kembali barang-barang pribadi Anda dari mantan Anda. Kecuali jika dahulu Anda hanya meminjamkan padanya, wajarlah jika Anda memintanya kembali. Dan Anda berhak untuk memintanya kembali kerena Anda dan dia tidak punya hubungan apa-apa lagi.".

  • Advertisement
  • Pastinya tidak ada yang ingin hubungannya berakhir. Hubungan Anda lebih berharga dari semua barang yang diberikan. Tetapi, Anda tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Setiap hubungan punya risikonya masing-masing.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Meminta barang-barang dikembalikan setelah putus dari pacar. Wajarkah?

Ketika putus dengan pacar, wajarkah meminta kembali barang pribadi Anda dikembalikan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr