Cara menyikapi istri yang gemar berbelanja online

Sejauh apakah berbelanja online masih bisa dipertimbangkan wajar?

86 views   |   shares
  • Mungkin Anda pernah mendengar atau membaca kisah suami yang akhirnya memilih menjadi gelandangan karena ulah sang istri yang gila berbelanja online. Seperti yang dilansir oleh shanghaiist.com, kisah ini terjadi pada tanggal 11 November 2014 tepatnya di Provinsi Guangdong, China.

  • Dalam kisah ini diceritakan bagaimana seorang istri dengan kalapnya berbelanja online menggunakan fasilitas internet yang dimilikinya sampai menghabiskan kurang lebih dua puluh juta rupiah dalam satu hari. Betapa shoknya sang suami mendapati istri yang bertindak di luar batas. Tidak terima dengan perbuatan istrinya yang menghabiskan uang hasil jerih payahnya dengan cara seperti itu, akhirnya sang suami memutuskan untuk pergi dari rumah dan tidur seperti gelandangan di dalam pipa beton di pinggir sawah.

  • Sungguh memprihatinkan bukan? Tentu saja kejadian seperti itu, harusnya dapat membuka pikiran setiap istri untuk lebih bijaksana dalam berbelanja. Anda sebagai istri pastinya tidak ingin suami Anda akhirnya bersikap nekat seperti suami dalam pemberitaan di atas bukan?

  • Kemudahan dan kenyamanan memang dirasakan bila berbelanja online. Dengan fasilitas internet dan gadget di tangan, Anda sudah dapat membeli barang-barang apa saja yang Anda inginkan. Semakin banyak dan beragamnya online shop yang menjajakan dagangannya membuat Anda seringkali tergoda dan tidak tahan untuk segera memilikinya. Tinggal duduk manis, mengutak-atik gadget, melakukan transaksi, barang langsung dikirim ke tempat tujuan. Tak heran pengalaman berbelanja online begitu menyenangkan dilakukan.

  • Hal inilah yang sering menjadi kecemasan para suami yang memiliki istri suka berbelanja secara online. Karena ujung-ujungnya adalah terjadinya perilaku pemborosan. Alhasil, pengeluaran rumah tangga menjadi membengkak dan tidak terkontrol.

  • Sudah tugas suamilah untuk membantu istri keluar dari kebiasaan berbelanja online. Karena "gila" berbelanja sama halnya dengan kebiasaan buruk yang dapat merusak mental seseorang dan merusak hubungan suami istri.

  • Berikut cara menyikapinya:

  • 1. Lakukan perlahan-lahan

  • Memaksanya untuk tidak berbelanja online lagi tidak ada gunanya. Istri Anda akan berpikir keputusan Anda itu tidak adil. Berbelanja merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kaum hawa, jadi jangan pernah berpikir untuk menjauhkan hal tersebut dari kegiatan istri. Hanya saja, tuntunlah istri untuk dapat berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan bukan keinginan. Jika mungkin dalam sebulan istri Anda bisa berbelanja online lebih dari 10 kali, beri pengertian padanya sisi buruk suka berbelanja online. Dengan begitu yang dulunya sebulan 10 kali, perlahan-lahan berkurang intensitas belanjanya menjadi 3 kali sebulan.

  • Advertisement
  • 2. Batasi penggunaan kartu kredit

  • Salah satu alasan istri suka berbelanja secara online karena adanya promo kartu kredit yang ditawarkan, misalnya pemberian diskon setiap bertransaksi secara online. Apalagi bila ditambah dengan pengiriman gratis membuat istri tidak berpikir panjang lagi untuk bertransaksi. Dengan adanya fasilitas kartu kredit tersebut semakin menjerumuskan istri untuk berbelanja lagi dan lagi. Untuk itu batasi penggunaan limit kartu kredit yang digunakan istri Anda agar istri tahu batasan penggunaannya.

  • 3. Alihkan perhatiannya

  • Jangan biarkan istri Anda seharian dengan gadgetnya. Kesempatan untuk berbelanja secara online terbuka lebar. Media sosial dan situs dapat diakses untuk melihat berbagai macam barang atau produk yang mungkin dapat membuat mata semua wanita terlena. Untuk itu, cobalah untuk mengalihkan perhatiannya pada kegiatan lainnya misalnya mengajaknya mengobrol, berkebun atau memasak bersama, atau hal positif lainnya. Dengan begitu, istri tidak lagi fokus pada keinginannya untuk berbelanja secara online.

Bantu kami menyebarkan

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Cara menyikapi istri yang gemar berbelanja online

Sejauh apakah berbelanja online masih bisa dipertimbangkan wajar?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr