Tetap bijaksana menyikapi kasus predator seksual anak yang merebak saat ini

Mempersiapkan mereka menghadapi ancaman dan sisi kelam dunia, adalah modal yang perlu disediakan oleh setiap orangtua.

151 views   |   1 shares
  • Berita terungkapnya sebuah grup di media sosial Facebook, yang ternyata berisi kaum pedofilia dan predator seksual terhadap anak, tak ayal menggemparkan Indonesia. Official Candy's Group yang memiliki lebih dari 7000 anggota ini, mempertontonkan secara nyata aksi para anggota dalam melakukan aneka kejahatan seksual kepada anak-anak di bawah umur. Mereka mengunggah foto dan video porno yang memperlihatkan bukti kejahatan mereka. Belum lagi, aneka percakapan dan pernyataan yang menunjukkan sudah tak ada lagi hati nurani luhur pada para manusia keji ini.

  • Sontak, banyak orang tua merasakan hal yang nyaris serupa. Takut, geram, cemas, campur aduk menjadi satu. Sepertinya, keamanan anak-anak untuk bermain, bergaul, dan hidup tenang bahagia semakin sulit untuk didapatkan.

  • Sebagai ibu dari dua anak balita, saya merasakan aneka emosi dalam menyikapi berita ini. Di satu sisi, saya ingin para pelaku mendapatkan ganjaran seberat-beratnya. Saya juga berharap bahwa pemerintah mengambil langkah tegas untuk melindungi generasi emas Indonesia dari bahaya predator seksual anak seperti ini. Terlebih, bisnis pornografi anak yang telah menjadi ladang komersialisasi tingkat dunia, menjadikan kekerasan seksual terhadap anak seakan lumrah saja dilakukan oleh beberapa kalangan. Bahkan, keterangan dari pihak berwajib, menyatakan bahwa banyak sindikat serupa yang lebih profesional dan terorganisir dalam menjalankan aksi-aksi bejatnya, membuat saya semakin merinding.

  • Pada sisi lain, saya menyadari, dengan perkembangan zaman yang semakin kompleks, tantangan yang dihadapi oleh anak-anak kita pun semakin rumit. Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, mereka akan dihadapkan pada situasi yang di luar dugaan, bukan zona nyaman mereka, maupun lingkungan yang tidak diharapkan.

  • Mempersiapkan mereka menghadapi segala ketidakpastian, ancaman, dan sisi kelam dunia, adalah modal yang perlu disediakan oleh setiap orang tua, termasuk saya. Saya tidak selalu bisa berada di sisinya untuk memberikan perlindungan dan membiarkan ia bersembunyi di balik punggung saya. Anak-anak sangat penting untuk dapat membentengi dirinya sendiri. Berani berkata "tidak" atas segala kebathilan. Tetap berjalan lurus, meskipun berbagai godaan berusaha menariknya ke jurang kegelapan.

  • Advertisement
  • Bagaimana cara kita membekali anak-anak supaya terlindungi dari ancaman para predator seksual?

  • Pertama, memberikan pendidikan seks sejak usia dini, bahkan sejak ia masih berusia balita. Pendidikan seks seyogyanya dimulai dari lingkungan terkecil dan terdekat anak, yaitu orang tuanya. Sayang, masih banyak orang tua yang salah kaprah terhadap pendidikan seks. Memandangnya sebagai topik yang tabu untuk dibicarakan secara terbuka, apalagi bagi anak-anak balita. Pendidikan seks bukan upaya memperkenalkan seksualitas dengan pornografi. Beberapa materi inti pendidikan seks yang wajib diperkenalkan kepada anak di antaranya :

    • Pengenalan organ dan sistem reproduksi manusia, khususnya yang dimiliki oleh anak, termasuk proses-proses alami yang akan ia jalani dalam kehidupannya

    • Bagaimana menjaga organ seksual, mulai dari kebersihan, kesehatan, hingga menutupinya dari orang lain sebagi bagian dari norma agama dan sosial

    • Mengenali sentuhan baik dan sentuhan tidak baik, yang dilakukan terhadap bagian-bagian tubuh anak, termasuk siapa yang diperkenankan menyentuhnya

    • Hubungan seksual sebagai sesuatu yang pribadi dan hanya dilakukan pada koridor yang sesuai norma (yaitu pada pasangan menikah)

    • Memahami kelainan-kelainan seksual yang dialami oleh orang-orang di dunia dan bagaimana menyikapinya

  • Selain pendidikan seks, orang tua juga perlu membangun kedekatan fisik dan emosional terhadap anak. Biasakan kepada anak untuk selalu jujur dan bercerita kepada orang tua. Perhatikan kebutuhan anak untuk disayangi dengan tulus. Membangun komunikasi berkualitas dengan anak, ini adalah sebuah tantangan besar bagi saya dan mungkin juga Anda. Terlebih, dengan maraknya penggunaan gawai dan berbagai godaan lainnya, yang membuat kita sering tidak terkoneksi optimal dengan anak dalam sebuah hubungan sosial yang semestinya.

  • Pekerjaan rumah besar lainnya adalah membuat anak waspada dan sigap mengambil tindakan saat terjadi krisis. Biasanya, di benak kita, yang penting untuk diajarkan kepada anak adalah bahaya terhadap orang asing (stranger danger). Namun, fakta yang banyak terjadi di lapangan, para predator seksual ini mampu mendekati anak sehingga tidak terasa asing. Atau, yang lebih mencemaskan, para pelaku adalah orang yang telah dikenal baik oleh sang anak.

  • Advertisement
  • Di sinilah, sebagai orang tua, kita sangat perlu untuk selalu peka terhadap kondisi anak. Kenali dengan siapa anak bersosialisasi. Tajamkan radar ketika terjadi sesuatu di luar kebiasaa, perubahan perilaku anak seperti murung, menghindar, ketahuan menutupi sesuatu, dan sejenisnya. Apapun dapat terjadi, bahkan dari hal sepele yang selama ini biasa kita pandang sebelah mata. Tak ada salahnya pula, Anda memperkenalkan bela diri kepada anak. Bela diri akan membantu anak membangun refleks dan kewaspadaan, selain sebuah senjata perlindungan kala bahaya datang mengancam.

  • Pornografi dan kejahatan seksual adalah sahabat karib yang saling mendukung. Membentengi anak dari pornografi, juga menjadi langkah penting untuk menjauhkan anak dari ancaman predator seksual. Kasus kejahatan seksual erat kaitannya dengan kecanduan pornografi, dimulai dari menyaksikannya dan meningkat menjadi pembuat karya pornografi itu sendiri.

  • Sebuah ketakutan yang lebih merisaukan, ketika anak kita lolos dari jeratan pelaku predator seksual, namun ia sendiri terjerumus menjadi pelaku kejahatan atau penyimpangan seksual itu sendiri. Sebuah bencana yang tak kalah merusak masa depannya. Pastikan Anda dan pasangan selalu ada, menjalankan peran orang tua dengan seimbang, sehingga anak mendapatkan sosok lengkap dari Papa dan Mama. Dua figur gender yang saling melengkapi pemahamannya dalam menjalani hidup sebagai manusia seutuhnya.

  • Pada akhirnya, sebuah harapan dipanjatkan, semoga setiap anak dapat hidup damai tanpa ancaman predator seksual ataupun godaan baginya tenggelam ke dalam lembah hitam.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Tetap bijaksana menyikapi kasus predator seksual anak yang merebak saat ini

Mempersiapkan mereka menghadapi ancaman dan sisi kelam dunia, adalah modal yang perlu disediakan oleh setiap orangtua.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr