Gairah bercinta akan turun usai setahun menikah. Benarkah?

Tidak jarang keretakan rumah tangga antara suami dan istri juga seringkali diawali oleh terganggunya interaksi keduanya dalam hal ini.

9,477 views   |   6 shares
  • Kebahagiaan! Itulah satu-satunya perasaan yang tentunya dirasakan oleh pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan. Hidup bersama dengan sang pujaan hati dalam ikatan perkawinan tentu saja menjadi salah satu target dan impian banyak orang. Pada masa inilah banyak sekali hal baru yang menyenangkan yang dapat dilakukan bersama-sama dengan pasangan dan pastinya hal itu akan membawa kebahagiaan dalam hidup. Dari resepsi, masa bulan madu, menentukan tempat tinggal sampai soal keintiman bersama pasangan. Memang pada kenyataannya, keintiman pasangan di ranjang ini disebut-sebut memengaruhi tingkat kebahagiaan suatu rumah tangga. Tidak jarang keretakan rumah tangga juga seringkali diawali oleh terganggunya interaksi keduanya dalam hal ini.

  • Seiring berjalannya waktu berdasarkan survei yang dilakukan oleh Pakar Kesehatan Hubungan dan Percintaan asal Amerika Serikat, Dr. Lada Schwartz mengatakan bahwa pasangan suami istri rata-rata memang akan mengalami penurunan gairah untuk bercinta setelah usia pernikahan memasuki usia satu tahun. Tetapi, Dr. Lada Schwartz juga menambahkan, jangka waktu yang disebutkan tersebut tidaklah selalu sama, dapat berbeda-beda pada setiap pasangan tergantung dari bagaimana suami dan istri mampu mengatasinya dengan usaha seperti memberikan inovasi atau variasi yang diberikan. Selain itu, komunikasi yang lancar juga menjadi faktor penting dalam rangka usaha memperbaiki kualitas hubungan intim, agar kembali membangkitkan energi positif di dalam rumah tangga mereka.

  • Mengenai penyebab yang membuat masalah ini terjadi, Schwartz menemukan sekitar 40 persen dari wanita mengalami fase sementara masalah seksual di dalam kehidupan mereka yang membuat libido mereka menurun seperti perubahan hormon, stres, dan kecemasan. Selain itu, masalah gangguan seksual yang menimpa para wanita juga dapat berasal dari gangguan seksual wanita seperti masalah gairah, masalah orgasme, sampai pada gangguan nyeri seksual yang dapat mengganggu kehidupan intim dengan suami.

  • Meskipun demikian, masalah seperti ini merupakan persoalan yang tidak hanya dihadapi oleh salah satu pihak saja, baik itu istri maupun suami turut memiliki kewajiban untuk bersama menemukan solusi yang tidak merugikan pasangannya. Karena masih merupakan hal yang wajar jika pasangan suami istri mengalami masa-masa seperti ini, mengingat kondisi fisik dan secara emosional setiap pribadi tidak selalu mendukung akibat terpengaruh oleh aktivitas dan pekerjaan setiap harinya. Di sinilah dibutuhkan usaha terpenting yaitu keterbukaan, serta membangun komunikasi yang baik dengan pasangan agar persoalan yang terjadi dapat diatasi dengan baik tanpa harus mengorbankan hal lain dalam pernikahan. Sebab komunikasi yang terbuka dan sehat nyatanya memang harus terus dilakukan dalam rumah tangga agar apa pun yang menjadi kendala atau masalah, setiap pasangan mampu menghadapi dan mengatasinya bersama-sama dengan benar.

  • Advertisement
1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Andreas Kurniawan lulus sarjana S1 Teknik Informatika tahun 2009 di STMIK MDP. Memulai karir sebagai IT officer di sebuah Bank selama 1 tahun sebelum akhirnya bekerja di PT. Thamrin Brothers sebagai analis sampai saat ini. Email:

Gairah bercinta akan turun usai setahun menikah. Benarkah?

Tidak jarang keretakan rumah tangga antara suami dan istri juga seringkali diawali oleh terganggunya interaksi keduanya dalam hal ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr