Hidup lebih sehat dengan sedikit makan. Benarkah?

Jika tidak diperhatikan dengan baik, terbukti beberapa penyakit dapat menyerang tubuh manusia akibat asupan makanan yang berlebihan.

474 views   |   3 shares
  • Setiap makhluk hidup di bumi khususnya manusia membutuhkan makanan sebagai sumber tenaga yang diperlukan oleh mereka untuk melakukan berbagai aktivitas setiap harinya. Di Indonesia sendiri yang merupakan negara kepulauan yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan kebudayaan juga memiliki berbagai macam masakan dan kuliner yang sangat lezat untuk dinikmati. Setiap makanan yang dikonsumsi pun memiliki nilai kandungan gizi yang berbeda-beda. Meskipun demikian, dari keseluruhan asupan yang masuk ke dalam tubuh manusia tidak hanya membawa keuntungan yang baik bagi kesehatan tubuh. Jika tidak diperhatikan dengan baik, terbukti beberapa penyakit dapat menyerang tubuh manusia akibat asupan makanan yang berlebihan.

  • Mungkin Anda pernah mendengar ungkapan makan lebih sedikit dapat membuat manusia lebih sehat dan memperpanjang usia, benarkah demikian? Untuk membuktikan teori ini mari kita simak beberapa sumber berikut ini. Menurut John Price, seorang profesor biokimia dari Universitas Brigham Young, ketika seseorang membatasi konsumsi kalori, ada peningkatan linear dalam jangka hidup sehingga dapat disimpulkan bahwa pembatasan menyebabkan perubahan yang nyata yang dapat memperlambat laju penuaan. Selain itu, dalam penelitian terhadap seekor tikus, para peneliti dari Universitas Brigham Young menemukan bahwa ketika sel penghasil protein melambat, maka proses penuaan akan melambat juga.

  • Meskipun penelitian tersebut belum diujicobakan terhadap manusia, namun para peneliti tersebut mengatakan bahwa penemuan yang didapatkan masih relevan karena tujuan penelitian itu ditujukan bagaimana pentingnya untuk merawat tubuh.

  • Lain halnya dengan Dr. Maoshing Ni seorang pakar pengobatan anti-penuaan Taois yang disadur dari bukunya yang berjudul Secrets of Longevity, penelitian yang dilakukan olehnya dengan melakukan survei terhadap orang-orang berumur seratus tahun ke atas. Dr. Maoshing Ni menemukan bahwa sebagian besar dari mereka yang hidup dengan makan lebih sedikit dibandingkan dengan orang kebanyakan, dan beberapa lainnya sering berpuasa karena hidup dalam kesederhanaan, menurutnya keuntungan yang didapatkan oleh tubuh dengan mengonsumsi makanan lebih sedikit adalah mengurangi beban yang diberikan pada pencernaan tubuh dan sistem metabolisme tubuh.

  • Jadi, jika mau disimpulkan dari kedua sumber di atas, sebenarnya yang harus dilakukan untuk dapat menjaga kesehatan tubuh adalah dengan tidak memberikan beban berlebihan pada tubuh dengan mengonsumsi makanan secara berlebihan dalam satu waktu sekaligus. Mengurangi porsi makanan yang dimakan cukup membantu tubuh untuk memproses makanan dan tidak membuat penumpukan kotoran dalam tubuh yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit. Inilah makna dari mengurangi makan dapat membuat usia lebih panjang yaitu dengan mengurangi porsi yang dikonsumsi saat makan. Cara lain untuk hidup lebih sehat adalah dengan tidak mengonsumi alkohol, cukup berolahraga, cukup istirahat, tidak merokok dan selalu menjaga berat ideal tubuh serta yang tidak kalah pentingnya adalah menjauhi stres. Dengan melakukan gaya hidup sehat seperti inilah hidup kita menjadi lebih bermakna dan jauh dari serangan penyakit yang dapat mengganggu kesehatan tubuh.

  • Advertisement
1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Andreas Kurniawan lulus sarjana S1 Teknik Informatika tahun 2009 di STMIK MDP. Memulai karir sebagai IT officer di sebuah Bank selama 1 tahun sebelum akhirnya bekerja di PT. Thamrin Brothers sebagai analis sampai saat ini. Email:

Hidup lebih sehat dengan sedikit makan. Benarkah?

Jika tidak diperhatikan dengan baik, terbukti beberapa penyakit dapat menyerang tubuh manusia akibat asupan makanan yang berlebihan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr