Kenali Dispraksia, penyebab gangguan pada koordinasi gerak pada anak

Dengan terapi yang tepat, anak yang terkena gangguan dispraksia juga bisa tumbuh sebagai anak yang percaya diri.

6,908 views   |   8 shares
  • Sesuai dengan tahap usianya, setiap anak memiliki tahap tumbuh kembangnya masing-masing. Namun saat bayi Anda bermasalah dengan berbicara, merangkak, berguling, atau kesulitan mengembangkan daya insting dan imajinasinya, lalu berlanjut memiliki hambatan pada konsentrasi dan pendengaran saat usia sekolah, Anda perlu waspada! Masalah tersebut bisa saja menunjukkan gejala dyspraxia.

  • Dyspraxia berasal dari kata "dys" yang artinya tidak mudah atau sulit dan "praxis" yang artinya bertindak atau melakukan. Dyspraxiaatau dispraksia adalah gangguan pada anak dalam mengorganisasi gerakan akibat kurangnya kemampuan otak dalam memproses informasi sehingga pesan tidak dapat ditransmisikan secara benar. Dispraksia dikenal dengan beberapa istilah, antara lain Development Coordination Disorder (DCD), Clumsy Children Syndrome, Perceptuo-motor Dysfunction,danMotor Learning Disability.

  • Gangguan dispraksia sangat berbeda dengan anak yang memiliki Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), Attention Deficit Disorder (ADD),Disleksia (kesulitan membaca, menulis dan mengeja) dan Discalculia (kesulitan menangkap konsep dalam matematika).

  • Memang gejala dispraksia mirip dengan disleksia namun dispraksia justru mencakup persoalan yang lebih luas dan bervariasi. Gangguan dispraksia terjadi saat sinyal perintah otak anak diacak sehingga saat ia mencoba memerintahkan untuk melakukan sesuatu, otot tidak dapat membaca sinyal tersebut. Akibatnya, anak mengalami kesulitan menjalani proses berpikir, merencanakan sesuatu dan melakukan tugas sensorik dan motorik halus serta kasar seperti menangkap bola, memegang sendok dan garpu.

  • PENYEBAB DAN JENIS DISPRAKSIA

  • Walaupun hingga saat ini belum diketahui penyebabnya, dispraksia diduga disebabkan oleh ketidaksempurnaan perkembangan neuron motor di otak sehingga gagal membentuk suatu koneksi dan menyebabkan sinyal tidak sampai ke otak. Akibatnya anak gagal merespon saat ada perintah atau permintaan.

  • Ada 3 jenis dispraksia yaitu dispraksia motor dimana anak tidak mampu bergerak dan mengatur berbagai gerakan sesuai dengan rencana, dispraksia verbal yaitu ketidakmampuan menghasilkan bunyi dan membentuk kata dan dispraksia oral dimana anak tidak mampu menghasilkan gerakan mulut seperti mengunyah dan sulit berbicara.

  • WASPADA GEJALA DISPRAKSIA

  • Jangan cepat mengambil kesimpulan saat anak menunjukkan satu atau gejala dispraksia. Kenali beberapa gejala sehingga Anda dapat langsung berkonsultasi dengan dokter, psikolog atau terapis untuk mendapatkan penangannya yang tepat. Apa saja saja gejala dispraksia yang patut diwaspadai? Berikut beberapa gejala sesuai dengan 3 tahap usia anak:

  • Advertisement
  • Usai bayi-batita (0-3 tahun)

  • Waspada saat bayi dan batita anda tidak atau sedikit mengoceh karena dapat membuat perkembangan bahasanya tertunda dan memiliki masalah saat mulai berbicara seperti sedikit mengucapkan huruf konsonan. Berguling, merangkak dan berjalan juga akan memperlambat tumbuh kembangnya karena ia mengalami otot kaku-tegang (hipertonia) atau otot lemas-lentur (hipotonia).

  • Usia balita (3-5 tahun)

  • Kesulitannya untuk berbicara dengan jelas membuat ia memililki keterbatasan dalam mengembangkan kata-kata. Tidak hanya itu ia memiliki kesulitan dalam melakukan ketrampilan dalam aktivitas sehari-hari, seperti:

    • Sulit memegang pensil dan gunting.

    • Menghindari mainan yang bersifat konstruksi dan imajinatif sepertiblocks dan puzzle.

    • Sulit mengunyah makanan padat, lebih suka makan dengan menggunakan jari tangan dan sering menumpahkan air minum.

    • Sulit untuk menggunakan pakaiannya sendiri.

    • Tidak mampu mengubah kecepatan dan sering kehilangan keseimbangan saat berjalan dan berlari, sehingga ia sering menabrak dan jatuh.

    • Sulit menjalani kegiatan fisik seperti memanjat, naik tangga, lompat, namun memiliki aktivitas motorik yang sangat tinggi seperti mengayun-ayunkan dan menghentakan kaki saat duduk, bertepuk tangan dan menari.

  • Usia sekolah

  • Saat memasuki usai sekolah, anak dengan dispraksia akan memiliki gangguan konsentrasi dan ketrampilan untuk mendengarkan sehingga ia tidak mampu mengikuti instruksi dan sulit menjawab pertanyaan sederhana meski tahu jawabannya. Selain itu ia kurang memiliki ketrampilan dalam membaca, menulis, dan mengekspresikan diri karena sebagian anak dispraksia mengalami articulatory dyspraxia yang menyebabkan ia sulit berbicara dan mengeja sehingga sulit bergaul dengan teman sebayanya.

  • Kesulitan gerakan fisik yang ia alami saat balita akan berlanjut pada tahap usia sekolah seperti sulit mengikat tali sepatu, menyikat gigi, dan mengancing baju. Ia pun tidak mengerti konsep "di atas, di bawah, di dalam, di luar" dan bingung menentukan kiri dan kanan serta lebih mudah marah karena frustasi.

  • TERAPI DAN PENGOBATAN

  • Anak dispraksia biasanya kurang percaya diri saat harus berada di lingkungan sosial. Walaupun dispraksia tidak dapat disembuhkan secara total dan ada kemungkinan untuk kambuh, namun dengan serangkaian terapi yang tepat akan menurunkan tingkat kesulitannya dalam mengkoordinasi gerakan.

  • Advertisement
  • Penanganan berupa terapi dan pengobatan sangat bervariasi tergantung dengan kebutuhan masing-masing anak. Mintalah agar anak diterapi satu lawan satu sehingga berjalan lebih efektif.

  • Selain melibatkan terapis bicara, fisioterapis, terapi okupasi dan psikolog, Anda juga dapat memberikan alat bantu tulis seperti komputer dan mengajaknya olahraga seperti berenang. Yang terpenting adalah kesabaran untuk menerima keadaan anak dalam kondisi apapun, sehingga mereka juga dapat mencintai dirinya sendiri dan tumbuh sebagai anak yang percaya diri.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Kenali Dispraksia, penyebab gangguan pada koordinasi gerak pada anak

Dengan terapi yang tepat, anak yang terkena gangguan dispraksia juga bisa tumbuh sebagai anak yang percaya diri.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr