6 alasan wanita meninggalkan suami yang sesungguhnya dicintainya

Saat wanita bertindak atas segala tekanan yang dialaminya, bisa jadi perpisahan adalah keputusan pamungkasnya. Apa saja alasan wanita mengambil keputusan ini?

5,634 views   |   54 shares
  • Kodrat alami wanita yang lemah lembut bisa berubah menjadi tegas bila merasa terus-menerus dilukai. Ketegasan itu bisa berujung gugatan cerai di pengadilan. Lalu apa sebenarnya akar masalahnya sehingga peristiwa yang tidak pernah diimpikan itu harus ditempuh. Ada paling tidak enam alasan yang memicu keputusasaan para wanita ini:

  • 1. Merasa ditelantarkan

  • Dr. Willard F. Hartley, seorang psikolog sekaligus penasihat pernikahan melukiskan kesendirian seorang istri dalam sebuah sajak seperti di bawah ini:

  • "Aku selalu terluka karena merasa sendiri dan ditelantarkan

  • Suamiku bukan lagi temanku...

  • Dia tidak pernah ada sewaktu aku membutuhkan...

  • Saat dia melukai perasaanku, tak ada permintaan maaf...

  • Dia hidup seperti kami tidak menikah, dia tidak pernah menganggapku".

  • 2. Terpaksa mengambil tanggung jawab utama keluarga

  • Dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu kadang peran pencari nafkah keluarga berpindah dari suami ke istri. Istri yang awalnya sebagai pendukung berubah menjadi pemeran utama. Selain penghasil utama keluarga, dia masih mengurus makanan dan kebutuhan rumah tangga. Peran ini tidak boleh berlangsung terlalu lama. Semakin lama hal ini berlangsung kondisi pernikahan menjadi semakin rentan perpecahan. Wanita yang merasa kelelahan tanpa melihat adanya perubahan dari sang suami bisa berakibat tuntutan cerai di pengadilan.

  • 3. Bertengkar untuk masalah yang sama

  • Berbeda pendapat yang berujung pada pertengkaran adalah bunga dalam pernikahan. Pemicunya bisa bermacam-macam, sehingga diperlukan rambu-rambu agar persoalan tersebut tidak melebar. Masalah dapat menjadi serius bila pertengkaran terus-menerus terjadi untuk masalah yang sama. Ini menunjukkan bahwa sang suami tidak berusaha mengubah perilakunya.

  • 4. Tidak tersambung secara emosional

  • Tersambung secara emosional berarti adanya ikatan baik jasmani maupun batin. Setiap pasangan sebaiknya membutuhkan satu dengan lainnya, dapat berbagi di saat suka dan duka. Adanya ikatan jasmani berarti adanya sentuhan-sentuhan kasih sayang, sedangkan sentuhan batin terjadi saat pasangan dapat saling mengungkapkan isi hati tanpa ada rasa takut atau khawatir. Keberadaan hal-hal inilah yang membawa keduanya saling merindukan. Bila hal tersebut tidak ada, maka hubungan tersebut menjadi hampa dan kehampaan yang berlangsung lama akan memicu sang istri menuntut cerai.

  • 5. Terlibat tindak kriminal

  • Tindak kriminal yang sering terjadi adalah penipuan dan pencurian. Ada saja suami yang mencari penyelesaian masalah ekonomi dengan mencari jalan singkat seperti ini. Kadang-kadang ada yang terlibat judi dengan harapan cepat untung besar dan setelah uang habis mencari solusi cepat dengan mencuri. Jika sampai menjadi kriminal, tentu hal ini akan dapat mempermalukan seluruh keluarga dan berujung pada istri yang merasa stres dan memutuskan untuk berpisah.

  • Advertisement
  • 6. Tidak ada jalan lain untuk bisa bahagia

  • Ada kalanya istri sudah kehabisan akal dalam menyelesaikan konflik dan ketidakserasian dalam keluarga. Saat sudah tidak ada lagi jalan sepakat dalam segala hal, yang ada di depan matanya hanyalah keinginan berpisah untuk menemukan kembali kedamaian hati dan kebahagiaan.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

6 alasan wanita meninggalkan suami yang sesungguhnya dicintainya

Saat wanita bertindak atas segala tekanan yang dialaminya, bisa jadi perpisahan adalah keputusan pamungkasnya. Apa saja alasan wanita mengambil keputusan ini?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr