Dampak negatif penggunaan perangkat gadget bagi perkembangan emosi anak

Anak-anak harus paham bahwa aktif dalam penggunaan gadget bisa menguntungkan maupun merugikan semua tergantung pada mereka bagaimana memanfaatkan perangkat tersebut dengan bijaksana.

225 views   |   2 shares
  • Di era informasi seperti saat ini agaknya sulit bagi seseorang untuk menjauhkan diri dari perangkat gadget, perangkat gadget saat ini telah berubah menjadi kebutuhan primer karena mampu menawarkan berbagai kemudahan dalam beraktivitas. Perangkat gadget juga tidak lagi dimonopoli oleh kaum dewasa saja, tetapi anak-anak masa kini juga sangat mengandalkan perangkat gadget baik untuk keperluan pendidikan atau hanya sekedar untuk bersenang-senang mengisi waktu luang.

  • Namun di balik segala kemudahan yang ditawarkan, ternyata perangkat gadget memiliki sisi negatif bagi perkembangan dan kestabilan emosi anak. Bahkan para ahli kesehatan menyarankan supaya anak-anak usia 0-2 tahun untuk sementara waktu tidak diperbolehkan terpapar perangkat gadget, anak usia 3-5 tahun sebaiknya penggunaan perangkat gadget dibatasi hanya satu jam dalam sehari dan anak-anak usia 6-18 tahun tidak lebih dari 2 jam dalam sehari. Akan tetapi faktanya, penggunaan perangkat gagdet pada anak justru meningkat hingga 5 kali dari batas yang disarankan. Memainkan perangkat gadget melebihi waktu yang disarankan dapat membuat seorang anak tumbuh dengan kepribadian antisosial, hal ini disebabkan anak tidak pernah mengenal bagaimana cara berinteraksi sosial dengan orang lain.

  • Dampak paling buruk dari penggunaan perangkat gadget secara berlebihan adalah kecanduan. Bagi anak-anak efek kecanduan terhadap perangkat gadget dapat membentuk mereka menjadi lebih agresif serta sulit dikendalikan, anak-anak juga mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi, berani melawan orangtua, bahkan sampai terlibat dalam sebuah perkara kriminal.

  • # Apa yang orangtua bisa lakukan untuk membantu anak-anak agar terhindar dari efek negatif perangkat gadget?

  • Sebelum memulai ada baiknya orangtua memahami terlebih dahulu beberapa tahapan pengenalan gadget pada anak berdasarkan usia. Dikutip dari Mitrakeluarga, berikut penjelasannya:

  • Anak usia 2 hingga 4 tahun

  • Dampingi anak-anak ketika berinteraksi dengan perangkat gadget. Tujuannya bukan semata-mata untuk keselamatan anak, tetapi juga untuk memastikan bahwa anak-anak bisa memperoleh pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkuat ikatan emosional antara orangtua dan anak.

  • Anak usia 4 hingga 7 tahun

  • Pada usia ini anak-anak umumnya mulai tertarik untuk melakukan eksplorasi sendiri. Oleh sebab itu, orangtua wajib mempertimbangkan untuk memberikan batasan-batasan situs maupun permainan apa saja yang boleh mereka kunjungi dan mainkan.

  • Advertisement
  • Anak usia 7 hingga 10 tahun

  • Dalam masa ini anak-anak mulai mencari informasi mengenai kehidupan sosial di luar keluarga mereka. Inilah saatnya di mana tekanan pertemanan dan kelompok bermain memiliki dampak yang sangat signifikan. Pada usia ini pulalah anak-anak mulai meminta kebebasan lebih banyak kepada orangtua. Anak-anak memang harus didorong untuk melakukan eksplorasi sendiri, meskipun demikian bukan berarti tanpa adanya partisipasi serta pendampingan dari kedua orangtua.

  • Anak usia 10 hingga 12 tahun

  • Pada masa pra-remaja anak-anak membutuhkan lebih banyak pengalaman serta kebebasan. Pada usia 12 tahun, anak-anak mulai mengasah kemampuan dan nalar berpikir mereka. Anak-anak perlu memahami bahwa tidak semua yang dilihatnya di internet adalah benar dan bermanfaat, pula belum tentu apa yang disarankan oleh teman-temannya memiliki manfaat positif.

  • Anak usia 12 hingga 14 tahun

  • Inilah saat di mana anak-anak mulai aktif menjalani kehidupan sosial mereka, dalam masa ini orangtua harus waspada terhadap apa saja yang dilakukan oleh anak- anak. Pada masa ini pula merupakan saat yang paling tepat bagi orangtua untuk bercerita dan membagikan informasi penting mengenai hal-hal seksual kepada anak-anak.

  • Anak usia 14 hingga 17 tahun

  • Masa ini adalah masa yang paling menarik dan penuh tantangan dalam kehidupan seorang remaja, di mana seorang remaja akan mulai matang secara fisik, emosi dan juga intelektual mereka. Orangtua bisa mulai meminta saran dan pendapat kepada anak atau sekedar mendiskusikan sesuatu untuk mencapai kesepahaman.

  • # Saran bagi orangtua

  • Anak-anak butuh diberi pengertian akan bahaya dari penggunaan perangkat gadget secara berlebihan. Anak-anak harus paham bahwa aktif dalam penggunaan gadget bisa menguntungkan maupun merugikan semua tergantung pada mereka bagaimana memanfaatkan perangkat tersebut dengan bijaksana. Berikut beberapa hal yang orangtua bisa lakukan untuk membantu anak-anak:

    1. Memberi pengertian kepada anak akan dampak negatif penggunaan perangkat gadget secara berlebihan.

    2. Menjadi gerbang informasi serta teknologi.

    3. Mengakomodasi serta mengawasi kegemaran anak.

    4. Tegas dalam penerapan batasan waktu penggunaan perangkat.

    5. Keterbukaan informasi.

    6. Dampingi selalu anak-anak ketika mereka aktif dalam kegiatan online.

    7. Orangtua wajib bisa membangun hubungan dekat dengan anak dan menjalin komunikasi aktif bersama mereka.

    8. Orangtua harus mampu menjadi teladan baik bagi anak.

    9. Orangtua harus mampu memperkuat keimanan anak, sehingga anak-anak memiliki kendali terhadap dirinya.

    10. Dorong anak-anak untuk melakukan kegiatan bermanfaat di luar ruangan.

  • Advertisement
1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Dampak negatif penggunaan perangkat gadget bagi perkembangan emosi anak

Anak-anak harus paham bahwa aktif dalam penggunaan gadget bisa menguntungkan maupun merugikan semua tergantung pada mereka bagaimana memanfaatkan perangkat tersebut dengan bijaksana.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr