Mengapa kita tidak boleh terlalu sering mengonsumsi "mi instan"

Meskipun rasanya enak dan penyajiannya praktis, Anda tidak boleh keseringan mengonsumsi mi instan.

996 views   |   8 shares
  • Siapa sih yang tidak mengenal mi instan? Saya yakin semua orang tahu dan pernah mencicipi makanan instan yang satu ini. Keberadaan mi instan memang sudah merajalela di segala penjuru, khususnya di wilayah Asia. Kebutuhan mi instan semakin hari semakin meningkat dan itu menandakan bahwa mi instan sangat digemari oleh masyarakat.

  • Berbagai macam merk, rasa, jenis dan penyajian mi instan yang ditawarkan oleh produsen mi instan membuat masyarakat sulit terlepas dari "godaan" makanan cepat saji ini. Selain rasanya yang menggoda, harganya yang terjangkau, proses pembuatannya juga cepat dan mudah. Itulah sebabnya mi instan sangat digemari oleh semua kalangan.

  • Tidak ada yang salah dengan mengonsumsi mi instan, namun untuk makanan yang satu ini, Anda perlu menaati beberapa aturan. Meskipun rasanya enak dan penyajiannya praktis, Anda tidak boleh keseringan mengonsumsi mi instan. Mengapa? Karena yang serba instan itu sifatnya tidak sehat dan jika dikonsumsi secara berlebihan akan berdampak buruk bagi kesehatan Anda.

  • Sebelum Anda menjadi "kecanduan" pada mi instan, ada baiknya Anda mengetahui alasan mengapa Anda tidak boleh mengonsumsi mi instan terlalu sering, dengan demikian Anda bisa mengurangi intensitas mengonsumsinya. Penyebab utama karena pada mi instan dan bumbu penyedapnya terdapat zat yang berbahaya bagi tubuh, yang dapat menyebabkan:

  • 1. Kerusakan hati dan ginjal

  • Proplene Glycol merupakan salah satu zat berbahaya yang terkandung dalam mi instan yang dapat menyebabkan gangguan kerja pada hati dan menyebabkan gagal ginjal.

  • 2. Diabetes dan kencing manis

  • Kandungan gula yang terdapat pada mi instan dapat menyebabkan penyakit diabetes dan kencing manis.

  • 3. Tekanan darah tinggi

  • Mi instan dapat memicu tekanan darah meningkat karena adanya kandungan natrium yang tinggi pada bumbu dan bahan pengembangnya. Banyaknya natrium yang Anda konsumsi, maka kadar asam lambung juga ikut meningkat sehingga tekanan darah Anda naik.

  • 4. Kerusakan usus

  • Pewarna makanan dan mosium glutamat (MSG) yang terdapat pada mi instan dapat menyebabkan kerusakan pada usus. Kedua zat tersebut jika dikonsumsi berlebihan akan membuat usus bocor atau usus buntu. Dampaknya pencernaan Anda pun akan terganggu.

  • 5. Kanker

  • Hindari penyakit kanker hati, kanker usus, kanker otak dengan meminimalisir mengonsumsi mi instan. Penggunaan styrofoam sebagai wadah mi instan juga pemicu kanker, dikarenakan ketika terkena air panas, styrofoam akan bereaksi dengan zat-zat berbahaya lainnya yang terdapat pada mi instan yang dapat membahayakan kesehatan Anda.

  • Advertisement
  • 6. Kolesterol

  • Kandungan garam yang cukup tinggi pada mi instan dapat memicu meningkatnya kadar kolesterol.

  • 7. Gangguan otak

  • Terlalu sering mengonsumsi mi instan dapat menyebabkan gangguan pada jaringan otak sehingga terjadi penurunan fungsi atau kerja otak.

  • 8. Obesitas

  • Mi instan bersifat mengenyangkan untuk sesaat. Mi instan tidak dapat dijadikan makanan utama. Mi instan memberi efek lapar lebih cepat dibanding nasi. Hal inilah yang cenderung membuat Anda untuk mengonsumsi mi instan berkali-kali karena kembali merasa lapar. Ketika tidak lagi terkontrol, maka terjadilah obesitas belum lagi jumlah lemak dan sodium yang tinggi pada mi instan.

  • 9. Keguguran

  • Mengapa ibu hamil pantang untuk mengonsumsi mi instan? Karena dapat berisiko mengalami keguguran dikarenakan terdapat zat kimia dan pengawet yang berbahaya bagi janin.

  • Jika tidak kepepet, sebaiknya hindari mengonsumsi mi instan. Meskipun saat ini belum kelihatan dampak negatifnya, akan lebih baik bila Anda mencegahnya sebelum terjadi. Jangan keseringan dan berlebihan dalam mengonsumsi mi instan karena kesehatan Anda yang jadi taruhannya. Mulailah untuk hidup sehat dengan mengonsumsi makanan-makanan yang sehat dan bergizi.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Mengapa kita tidak boleh terlalu sering mengonsumsi "mi instan"

Meskipun rasanya enak dan penyajiannya praktis, Anda tidak boleh keseringan mengonsumsi mi instan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr