Bertahan menghadapi banjir yang 'rutin' menyambangi tempat tinggal

Bencana banjir, umum terjadi di banyak titik. Apa yang harus saya lakukan?

73 views   |   shares
  • Hujan masih terus turun, dan meski titik yang terkena tak sebanyak di akhir Februari lalu, namun masih ada cukup banyak wilayah yang tergenang banjir. Tak hanya di Jabodetabek, namun juga di beberapa wilayah Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Beberapa orang yang tinggal di daerah yang kerap banjir sudah menjadi terbiasa dan terlatih. Tapi bagaimana dengan yang tidak terbiasa?

  • Menurut Albert Maramis, pakar kesehatan dari WHO; banjir membawa risiko bagi kesehatan psikologis dan fisik. Ketika bencana ini datang, anak-anak menyaksikan kecemasan dan ketakutan orangtuanya, mereka juga kehilangan binatang peliharaan mereka, kelelahan emosional dan kerusakan fisik dapat mempersulit anak-anak dan orang dewasa untuk terlepas dari pemulihan akibat bencana ini.

  • Apa reaksi umum dari anak-anak dan keluarga yang terkena musibah ini?

  • 1. Meningkatnya rasa kekhawatiran, ketidakadilan, marah, sedih, dan putus asa

  • 2. Anak menjadi tidak mau jauh dari orangtuanya atau pengasuhnya

  • 3. Ketakutan yang berlebihan pada hal-hal tertentu seperti suara hujan, air deras, atau guntur

  • 4. Penurunan kinerja di sekolah

  • 5. Tidak nafsu makan dan gangguan pada tidur

  • 6. Demam, sakit perut, dan sakit kepala

  • Karena itu, jika Anda merasa wilayah tempat tinggal mulai terancam rawan banjir, maka, jangan sampai hal-hal traumatis terjadi pada anak-anak. Persiapkan segala hal sebaik mungkin, bagi seluruh anggota keluarga.

  • Apa saja yang harus dipersiapkan dan dilakukan mengenai musibah ini?

  • Save the Children mengatakan; Dalam sebuah bencana, yang paling rentan jadi korbannya adalah orangtua dan anak-anak, maka lembaga khusus yang memiliki misi untuk menyelamatkan anak-anak marginal, sakit, maupun korban bencana merumuskan beberapa tips agar anggota keluarga aman saat banjir datang:

  • 1. Memberikan informasi pada anak

  • Sebelum banjir terjadi, orangtua perlu menginformasikan kepada anak tentang segala sesuatu yang menyangkut banjir. Katakan pada mereka bahwa bencana banjir bisa terjadi di mana saja dan korbannya bisa siapa saja. Ada baiknya gunakan foto dan video. Tanamkan juga bahwa banjir bukan kolam renang, air menggenang di jalan itu berbahaya karena dapat terjatuh, infeksi, dan bahaya hewan.

  • 2. Asuransi

  • Jika memungkinkan, asuransikan bangunan dan kendaraan Anda dari kerusakan akibat bencana banjir. Memiliki asuransi untuk bangunan, kendaraan maupun kesehatan sangat penting karena kita tak bisa menduga apa yang akan terjadi nantinya saat bencana terjadi.

  • Advertisement
  • 3. Mempersiapkan segalanya

    • Siapkan alat komunikasi yang bisa dibawa ke mana pun saat keadaan darurat.

    • Ibu hamil, bayi, anak-anak, dan orangtua yang paling rentan terhadap penyakit menular, jika memungkinkan pindahkan mereka di daerah yang tidak terkena banjir. Air banjir banyak sekali mengandung kuman, bakteri yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

    • Pindahkan perabotan, barang-barang berharga (seperti; surat dan dokumen penting atau foto kenangan) ke tempat yang tinggi di rumah.

    • Siapkan pakaian secukupnya dalam koper kecil, juga barang-barang penting di dalam mobil, jadi jika masih mungkin meninggalkan rumah sebelum banjir tinggi, maka tidak lagi panik.

    • Titipkan hewan peliharaan ke tempat yang aman dan tidak banjir.

    • Persiapkan alat-alat kesehatan seperti P3K, obat-obatan umum lainnya atau obat-obatan yang harus dikonsumsi dengan khusus.

  • 4. Ikuti saran dari pemerintah setempat dan para relawan banjir

  • Saat banjir terjadi, pemerintah akan membuat tempat pengungsian untuk warga. Selain itu, akan ada tim evakuasi dari lembaga pemerintah dan berbagai lembaga yang akan menunjukkan ke mana dan apa yang harus dilakukan.

  • 5. Ajak anak mengenal air

  • Ajari anak prinsip sederhana air. Bahwa air akan melintasi daratan yang lebih rendah. Hal tersebut bisa diterapkan saat banjir agar mereka memahami bahwa mereka harus berada di tempat ketinggian agar dapat terhindar dari kejaran air. Katakan pada anak-anak bahwa banjir juga mengandung bakteri, virus, dan berbagai penyakit yang berbahaya di tubuh manusia. Selain itu, menghindari air itu perlu agar tidak terkena setruman listrik dari sumber elektronik di sekitar rumah.

  • Jelaskan pada anak-anak mengenai situasi ini, tambahkan juga agar jangan pernah mencoba berjalan menyeberangi arus banjir ketika arus tersebut deras, karena kemungkinan terseret arus besar. Hal ini penting dapat melatih kewaspadaan mereka.

  • 6. Ajari kebersihan

  • Jika memungkinkan akses pada air bersih, maka ajak anak untuk selalu mencuci tangan terutama sebelum makan. Jangan lupa untuk mandi. Jika hal itu tidak memungkinkan, selalu sediakan cairan antiseptik pembersih tangan padanya.

  • 7. Bersihkan sisa banjir

  • Saat banjir sudah surut dan keadaan aman, biasanya orang-orang akan kembali ke rumah masing-masing untuk mengecek keadaan. Sebelum anak menjelajahi seluruh isi rumah, cek dulu kondisi listrik dan berbagai peralatan yang lain. Jangan sampai anak justru terluka maupun sakit karena rumah belum cukup aman untuknya.

  • Advertisement
Klik pilihan berbagi di bawah ini

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Bertahan menghadapi banjir yang 'rutin' menyambangi tempat tinggal

Bencana banjir, umum terjadi di banyak titik. Apa yang harus saya lakukan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr