6 tanda Si Kecil mengalami dehidrasi dan seringkali tidak Anda sadari

Bayi dan anak-anak memiliki risiko dehidrasi lebih besar dari orang dewasa.

560 views   |   shares
  • Air menghuni lebih dari 70 persen tubuh manusia. Dengan memegang fungsi krusial dalam menjalankan metabolisme tubuh, kekurangan air dapat membawa masalah besar bagi kesehatan.

  • Ketika jumlah cairan tubuh yang hilang atau terpakai lebih besar dari asupan yang diperoleh, tubuh akan mengalami kekurangan cairan atau kita kenal dengan istilah dehidrasi. Dehidrasi dapat terjadi karena beberapa hal, mulai dari kurang memasukkan cairan (minum), buang air kecil berlebihan, terlalu banyak berkeringat (akibat cuaca panas atau berolahraga), hingga berbagai kondisi penyakit, seperti diare dan muntah.

  • Bayi dan anak-anak memiliki risiko dehidrasi lebih besar dari orang dewasa. Kelompok cilik ini paling rentan terkena diare dan mengalami muntah-muntah. Selain itu, dengan perbandingan luas permukaan tubuh terhadap volume yang lebih besar, bayi dan anak-anak akan kehilangan cairan tubuh lebih banyak ketika mengalami demam. Sayangnya, si cilik cenderung mengabaikan rasa hausnya dan banyak yang belum mampu mengambil minuman secara mandiri.

  • Mengingat berbahayanya dehidrasi, terutama bagi si kecil, waspadalah terhadap 6 tanda dehidrasi pada anak yang kerap disepelekan atau luput dari pengamatan orang tua.

  • 1. Frekuensi buang air kecil

  • Kekurangan cairan akan berakibat berkurangnya pula jumlah cairan yang dikeluarkan tubuh, salah satunya melalui air seni. Jika Si Kecil masih menggunakan popok, Anda dapat menghitung berapa jumlah popok basah yang dihasilkannya. Masalah muncul ketika Anda membiarkan anak Anda menggunakan popok sekali pakai (pospak) dalam jangka waktu lama. Periksalah pospak setiap 2-3 jam sekali. Jika ia buang air kecil tak sesering biasanya, Anda perlu segera meningkatkan asupan cairannya. Tidak buang air kecil lebih dari 6 jam atau frekuensi yang berkurang setengah dari biasanya sudah menjadi alarm untuk Anda bahwa ini adalah gejala dehidrasi gawat pada anak.

  • 2. Warna air seni

  • Selain frekuensi buang air kecil, perhatikan pula warna air seni yang dikeluarkan oleh anak. Semakin pekat warna air seni, berarti semakin tinggi tingkat keparahan dehidrasi. Kekurangan cairan akan memicu ginjal untuk bekerja lebih keras. Fungsi ginjal untuk menyaring racun dan zat buangan tubuh, terpacu untuk menahan air lebih banyak karena jumlah yang dikeluarkan terlalu sedikit. Akibatnya konsentrasi zat buangan dalam urine menjadi lebih tinggi dan warnanya terllihat lebih pekat, selain volumenya yang juga menjadi lebih sedikit.

  • Advertisement
  • 3. Terlihat lesu dan mengantuk

  • Dehidrasi membuat fungsi sistem-sistem dalam tubuh kita terganggu, sehingga untuk bergerak pun rasanya berat. Saat anak berkurang kelincahannya, memilih untuk diam, atau mengantuk sepanjang hari, Anda patut meningkatkan kewaspadaan dan memberinya minum lebih banyak. Jagalah anak supaya tetap dalam keadaan sadar, karena kehilangan kesadaran mengharuskan Anda untuk segera membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan intensif.

  • 4. Menangis tanpa air mata

  • Selain air seni, tubuh juga mengeluarkan cairan melalui air mata. Indikator ini menjadi penting pada anak, mengingat anak-anak cenderung menangis dan rewel saat tidak enak badan. Perhatikan mata anak Anda. Apakah ada air mata yang mengalir? Jika air mata tidak mengalir, perhatikan lebih jauh, apakah matanya masih lembap? Keringnya air mata, apalagi mata kering, adalah pertanda anak sedang mengalami dehidrasi.

  • 5. Ubun-ubun cekung (pada bayi)

  • Kepala bayi memiliki bagian lunak, yaitu pada bagian ubun-ubun (fontanel). Pada bagian ini, tulang tengkorak bayi belum tersambung untuk memberikan ruang pertumbuhan otak bayi yang masih berlangsung. Ubun-ubun di bagian atas kepala bayi ini akan terlihat hingga rentang usia 7-19 bulan. Ubun-ubun yang menjadi cekung adalah salah satu gejala dehidrasi. Dokter anak biasanya akan memeriksa kondisi ubun-ubun, sebagai pendukung diagnosa dehidrasi.

  • 6. Elastisitas kulit

  • Kecukupan cairan tubuh akan menjadikan kulit elastis. Pemeriksaan elastisitas kulit atau sering disebut sebagai skin turgor adalah indikator lain apakah anak Anda terserang dehidrasi. Anda juga dapat melakukan uji ini untuk melihat seberapa parah dehidrasi yang diderita anak Anda. Cubitlah bagian punggung tangan penderita dengan ibu jari dan jari telunjuk Anda. Lalu hitunglah berapa lama kulit akan kembali ke bentuknya semula. Jika kulit kembali seperti semula dengan segera, berarti kecukupan cairan terpenuhi. Waktu kembali 2 detik menandakan dehidrasi sedang dan di atas 2 detik berarti Si Kecil sedang menghadapi dehidrasi yang mengkhawatirkan.

  • Ketika anak Anda mengalami dehidrasi lakukan segera rehidrasi dengan meminumkan ASI dan/atau cairan elektrolit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Untuk bayi di bawah 6 bulan, pemberian ASI (atau susu formula sesuai petunjuk dokter) sudah cukup menggantikan cairan tubuh. Hindari memberikan air mineral biasa dan aneka minuman lain yang tidak memiliki komposisi elektrolit yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Perhitungan umum untuk cairan elektrolit ini adalah 50 ml per kg berat badan anak diberikan dalam 3-4 jam secara bertahap, atau ikuti petunjuk dokter. Saat anak tidak dapat menerima asupan cairan melalui minum karena kerap muntah, maka Anda perlu membawanya ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan guna mendapatkan infus cairan tubuh untuk anak Anda.

  • Advertisement
  • Kewaspadaan dan aksi sigap Anda adalah detik-detik berharga bagi keselamatan dan kesehatan Si Kecil. Pantaulah selalu kondisi anak dengan seksama dan teruslah menambah wawasan Anda untuk selalu siap melakukan pertolongan pertama kala diperlukan.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

6 tanda Si Kecil mengalami dehidrasi dan seringkali tidak Anda sadari

Bayi dan anak-anak memiliki risiko dehidrasi lebih besar dari orang dewasa.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr