Cerdas berbagi peran antara orangtua dan pengasuh

Anak berada di tangan pengasuhnya setiap hari tapi bukan berarti kualitas pendidikannya terabaikan.

99 views   |   2 shares
  • Menjadi ibu bekerja, artinya Anda harus rela dan mampu mendelegasikan sebagian tugas kepada pengasuh. Ya, yang dimaksud di sini adalah pengasuh di rumah maupun pengasuh di tempat penitipan anak. Sebab, tanpa rasa percaya dan kerelaan, maka, tugas pengasuhan yang sebetulnya bisa berjalan baik akan menjadi lebih buruk.

  • Namun demikian, Anda pun harus memahami beberapa hal sebelum memercayakan 'setengah' pengasuhan anak Anda kepada siapa pun yang akan menjaganya selama Anda bekerja. Para psikolog dari Rumah Dandelion pernah membahas mengenai hal ini. Hal-hal yang penting untuk diperhatikan orangtua saat berbagi peran dengan pengasuh, adalah:

  • 1. Pengasuh sebagai penyedia lingkungan yang aman untuk anak: Bayi dan balita punya kecenderungan untuk berada dalam situasi bahaya karena rasa penasaran mereka. Jatuh, tersedak, terbentur, sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, pastikan pengasuh anak kita memastikan keamanan anak. Atau minimal, jika anak terluka, pengasuh perlu segera mengabari orangtua dan jujur menceritakan masalahnya agar orangtua segera dapat menyelesaikan masalahnya.

  • 2. Peran pengasuh sebagai penyedia perhatian dan stimulasi rutin: Bayi masih sangat bergantung pada perhatian dari orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Bahkan, interaksi dan perhatian yang didapat pada tahun awal kehidupan bayi merupakan bekalnya memandang relasi sosial yang di bawa sampai dewasa.

  • Oleh karena itu, penting untuk mencari pengasuh yang mampu merespons bayi, bahkan mampu menstimulasi perkembangan bayi. Terdengar sulit? Ya, sebenarnya yang paling penting adalah bayi tidak diabaikan kebutuhannya. Pengasuh di tempat penitipan anak biasanya sudah terlatih untuk membuat program kegiatan.

  • Namun untuk pengasuh di rumah, orangtua bisa menyiapkan terlebih dahulu stimulasi yang ingin diberikan, lalu minta pengasuh yang melakukannya dengan anak. Tentunya dengan pengawasan rutin ya.

  • 3. Pengasuh memiliki kewajiban untuk mengenal anak lebih dekat secara individu: Ingatlah bahwa tak ada 2 anak di dunia ini yang sama persis. Oleh karena itu, pendekatan dan kebutuhannya juga berbeda-beda. Dengan demikian anak akan mendapatkan pengalaman unik dan proses perkembangannya pun lebih optimal.

  • Untuk ART di rumah, cara mengajarkan dengan membantu mereka melakukan observasi. Bisa dengan menyebutkan kata kuncinya agar mereka lebih "ngeh". Misalnya: "Mbak lihat ya kemarin kakak kalau makan ditambah kecap lebih suka. Kalau adik tidak suka manis." Lama kelamaan ART mampu belajar cara membedakan anak antar-individu.

  • Advertisement
  • 4. Pengasuh perlu menjalin komunikasi yang intens dengan orangtua: Konsistensi adalah hal penting dalam stimulasi bayi dan anak-anak. Oleh karena itu, pengasuh dan orangtua yang sepakat dalam aturan dan stimulasi jelas diperlukan.

  • Komunikasi intens juga dilakukan untuk berbagi informasi, sudut pandang dan hasil observasi dari perilaku anak. Banyak cara dapat dilakukan untuk menerapkan hal ini; menelepon secara teratur pada jam-jam tertentu, memiliki daftar cek lis untuk menandai perilaku tertentu yang muncul, juga rutinitas pertanyaan pada pengasuh saat sampai di rumah.

  • Menambahkan hal ini, Ellizabeth Santosa, seorang psikolog anak mengatakan bahwa seperti apa pun baiknya kriteria pengasuh atau daycare, yang terbaik tetap penguatan peran keluarga. Sebab, menurutnya, tak jarang kini orangtua "keenakan" karena sudah ada pengasuh maka perannya sedikit demi sedikit menjadi terkikis.

  • "Orangtua jangan menyerahkan sepenuhnya kepada pengasuh, stimulasi yang dititip ke ART, atau dilakukan di daycare, harus dilakukan juga oleh orangtua saat berinteraksi dengan anak," ujarnya. Peran orangtua, kata Elizabeth, tidak tergantikan. Ibu dan ayah tetaplah pengasuh utama bagi seorang anak.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Cerdas berbagi peran antara orangtua dan pengasuh

Anak berada di tangan pengasuhnya setiap hari tapi bukan berarti kualitas pendidikannya terabaikan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr