Mengajarkan si kecil untuk berinisiatif dan tulus ketika meminta maaf

Setiap ada pertengkaran, setiap itu juga kita sebagai orangtua, sering memaksa kakak dan adik saling meminta maaf. Iya, meminta maaf itu baik, namun apakah dipaksa untuk saling memaafkan tetap sama baiknya?

232 views   |   1 shares
  • Setelah bertengkar antarsaudara, kebanyakan orangtua akan memaksa anak-anak mereka untuk saling berbaikan, dan meminta maaf satu sama lain. Kita melakukan hal ini biasanya karena kita berpikir akan mengajari anak-anak cara memperbaiki situasi setelah konflik.

  • Namun ternyata, sebuah penelitian yang dilakukan pada pasangan dewasa oleh John Gottman, peneliti pasangan di AS, menunjukkan saat orang dewasa dipaksa untuk meminta maaf pada pasangannya sebelum ia benar-benar siap, tidak memperbaiki hubungan. Justru malah membuat kebencian dan hubungan pun menjadi semakin buruk.

  • Di dalam buku Peaceful Parent, Happy Siblings: How To Stop the Fighting and Raise Friends for Life. t_ulisan psikolog Dr. Laura Markham mengatakan dirinya pun tak pernah membaca penelitian apa pun mengenai memaksakan anak untuk meminta maaf, namun saat ditanya apa yang dipelajarinya dari tindakan tersebut, yang terkuak adalah "Sebetulnya meminta maaf tanpa kesungguhan hati adalah kebohongan" atau "Saat aku marah, aku benci meminta maaf. Itu malah membuat aku lebih marah pada saudaraku".

  • Jadi, sepertinya tindakan memaksa anak-anak agar meminta maaf jadi pelajaran yang salah ya. Lalu apa dong yang sebaiknya dilakukan?

  • 1. Fokus dalam membantu anak berkomunikasi ketimbang memaksakan ritual

  • Jika Anda membantu anak-anak mengekspresikan kebutuhan serta keinginan mereka, saling mendengarkan dan berdiskusi mengenai konflik itu, anak-anak akan menyembuhkan rasa kesalnya di level yang lebih dalam, maka permintaan maaf pun akan keluar dengan tulus.

  • 2. Tunggu hingga marahnya reda

  • Jika ia masih marah, artinya ia memiliki kebutuhan untuk didengarkan, sebelum ia bisa mendengar perspektif dari saudaranya.

  • 3. Ketika marahnya reda, berikan semangat untuk memperbaiki hubungan dengan saudaranya

  • "Kakak sayang kamu dan selalu perhatian. Ketika kamu meneriaki dia, wajahnya terlihat sangat sedih, lho. Kira-kira bagaimana ya caranya agar kamu bisa berbaikan lagi dengannya?".

  • 4. Jika ia menawarkan untuk meminta maaf, dengarkan suaranya

  • Jika ia terdengar jengkel atau marah, katakan saja dengan lembut "Meminta maaf adalah perbuatan yang sangat baik untuk memperbaiki keadaan, sayang, tapi Bapak/Ibu tidak mau kamu meminta maaf tanpa kesungguhan hati. Bapak/Ibu tidak meminta kamu untuk mengatakan hal yang tidak jujur, kelihatannya itu tidak akan membuat orang merasa lebih baik."

  • Advertisement
  • 5. Berikan ide untuk memperbaiki

  • Jika anak tidak tahu harus melakukan apa dan meminta saran:

    • Bantu mereka memperbaiki mainan yang tadi menjadi keributan

    • Buat sebuah gambar atau buat daftar di kartu; 3 hal yang paling ia suka mengenai saudaranya

    • Beri pelukan hangat

    • Ajak saudaranya bermain sesuatu yang diinginkan

    • Bantu saudaranya menyelesaikan tugas rumahnya

    • Membuat kesepakatan dan ditandatangani, saling berjanji untuk tidak mengulang semua tindakan buruk dan berikan penjelasan bagaimana mereka akan mengatasi situasi serupa di masa depan

  • Namun tetap ingat, bahwa Anda tidak sedang membuat anak membayar konsekuensinya. Anda sedang mendidiknya untuk melihat dirinya sebagai orang baik yang akan memperbaiki situasi setelah melakukan sesuatu yang buruk. Jadi, ia yang harus memilih apa yang akan dilakukannya untuk membuat kondisi membaik. Anda hanya bisa memberi ide.

  • 6. Bagaimana jika si kecil berkata "Aku gak mau memperbaiki apa-apa sama kakak!"

  • Berikan pengakuan atau pernyataan bahwa ia masih marah dan alasannya. Namun setelahnya, berikan ekspektasi.

  • "Iya, Bapak/Ibu bisa lihat kamu masih marah sehingga tidak mau memperbaiki apa pun sama kakak. Bapak/Ibu juga tahu kok, meskipun kamu dan kakak bertengkar, kalian saling sayang, dan situasi akan membaik jika kamu melakukan sesuatu untuk memperbaiki. Mungkin kamu butuh waktu hingga marahnya reda, sekarang Bapak/Ibu tidak bisa membantu kamu, tapi kita bisa ngobrol lagi nanti saat kamu sudah siap. Saat itu, Bapak/Ibu yakin kamu sudah tahu harus melakukan hal baik apa.."

  • 7. Menjadi panutan

  • Anak-anak belajar dari kita untuk memperbaiki hubungan yang terganggu. Jadi, selalulah meminta maaf dan mencari cara untuk melakukan rekoneksi setiap kali hubungan Anda dan anak merenggang karena konflik.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Mengajarkan si kecil untuk berinisiatif dan tulus ketika meminta maaf

Setiap ada pertengkaran, setiap itu juga kita sebagai orangtua, sering memaksa kakak dan adik saling meminta maaf. Iya, meminta maaf itu baik, namun apakah dipaksa untuk saling memaafkan tetap sama baiknya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr