7 Cara Berbicara Mengenai Keintiman dengan Pasangan Kita dan Tetap Menjadi Teman

Mengapa seks dan keintiman fisik adalah hal yang sulit atau tabu untuk dibicarakan dengan pasangan kita?

4,131 views   |   4 shares
  • Mengapa seks dan keintiman fisik adalah hal yang sulit atau tabu untuk dibicarakan dengan pasangan kita? Sebagai seorang terapis dan pelatih, saya sering mendengar hal ini dialami oleh pasien saya. Mereka tahu apa yang ingin mereka katakan kepada pasangan mereka, namun mereka tidak tahu bagaimana memulai pembicaraan tentang apa yang ada dalam pikiran mereka, perasaan mereka, rasa frustasi mereka atau apa saran mereka. Keliatannya lebih mudah untuk menghindari topik pembicaraan ini daripada membicarakannya. Namun, kurangnya komunikasi ini mengakibatkan sakit hati dan salah paham bagi banyak pasangan. Berikut ini 7 petunjuk yang dapat membantu anda untuk memulai percakapan mengenai hal ini dan Anda tetap dapat menjadi teman untuk pasangan Anda pada akhirnya:

  • 1. Waktu adalah Segalanya

  • Waktu yang kita miliki sangatlah berharga. Membicarakan hubungan intim tidak seperti membicarakan warna apa yang Anda inginkan bagi kamar tidur Anda. Terutama jika Anda baru saja akan memulai percakapan ini. Para wanita, beritahu pasangan Anda bahwa Anda ingin memiliki waktu untuk berbicara berdua dengan pasangan Anda mengenai hal yang penting dan ini bisa makan waktu mungkin 10 menit, atau terkadang sampai sehari atau lebih. Lalu berikan kesempatan kepada pasangan Anda untuk memutuskan kapan Anda dan pasangan Anda dapat membicarakan hal ini. Lebih baik Anda tidak langsung ke titik soal ketika berbicara mengenai hal ini. Para pria, jangan coba-coba untuk memulai percakapan ini ketika pasangan Anda sedang sibuk mengurus anak-anak, atau sesaat sebelum Anda berharap mengadakan hubungan intim. Bawalah pasangan Anda jalan-jalan bersama atau sambil mengemudikan mobil berdua, di mana pasangan Anda dapat memberikan perhatian penuh kepada Anda.

  • 2. Bersikaplah Jujur Terhadap Diri Sendiri

  • Bahkan sebelum Anda ingin memulai percakapan ini, luangkanlah waktu untuk mencari apa motif Anda sendiri untuk melakukan ini. Apa harapan-harapan Anda? Apakah Anda ingin mencari pelampiasan dan kambing hitam? Apakah ini hanya untuk berbagi ide dan gagasan semata? Apakah untuk mengungkapkan ketidakpuasan Anda? Apakah Anda mencari perubahan sebagai hasil dari pembicaraan Anda? Adalah penting untuk memahami alasan yang mendasari Anda dan membicarakannya terlebih dahulu dengan pasangan Anda sehingga percakapan dapat menjadi sesuatu yang produktif dan akan membawa Anda lebih dekat bersama, bukannya menciptakan jurang pemisah.

  • 3. Jadilah Pendengar yang Penuh Minat

  • Karena pembicaraan ini dapat menjadi sesuatu yang bisa mengintimidasi, dan mungkin dapat menjadi sesuatu yang mengusik untuk melontarkan suatu pertanyaan, seperti "Jadi bagaimana menurutmu tentang hubungan intim kita?" dan akan menerima jawaban seperti "BAIK", kemudian "KAMU PIKIR", "OKAY, ITU HAL YG MUDAH" Lalu Anda pindah ke topik pembicaraan yang lain. Namun, apa itu informasi yang benar-benar ingin Anda cari? Cobalah untuk menggali lebih dalam dengan menanyakan pasangan Anda, apa maksud dari jawaban "BAIK" menurut pasangan Anda. Mintalah pasangan Anda untuk memberitahu Anda hal-hal tertentu yang dia suka tentang hubungan intim Anda. Anda mungkin akan terkejut apa yang akan mulai dia katakan, walau hanya dengan sedikit dorongan.

  • Advertisement
  • 4. Tekankan Hal-hal Positif

  • Dengan kata lain, mulailah percakapan Anda dengan menekankan hal-hal yang dapat membina hubungan Anda - apa pun itu. Jika Anda menyukai bau harum pasangan Anda, itu dapat dijadikan awal dari percakapan Anda. Dia adalah pasangan Anda, seseorang yang pantas mendapatkan cinta dan hormat dari Anda. Pasangan Anda akan lebih bersedia untuk mendengarkan apa yang akan Anda katakan jika dia merasa Anda peduli tentang perasaan dan hubungan yang Anda miliki dengan pasangan Anda. Akhiri percakapan dengan hal-hal yang baik, sehingga dapat menciptakan inti percakapan yang positif dengan bahan pembuka dan penutup yang menyenangkan.

  • 5. Sedikit Sentuhan Fisik dapat Membantu

  • Jika Anda akan membicarakan hal ini sambil berjalan kaki atau dengan mengemudikan mobil Anda, berpegangan tangan, sentuhan pada lutut kaki atau apa pun itu yang dapat membuat anda merasa nyaman. Sedikit sentuhan pada pasangan Anda memungkinkan pasangan Anda tahu bahwa Anda sungguh-sungguh ikut berpartisipasi dalam percakapan ini serta membantu Anda menjalin hubungan dengan pasangan Anda selama percakapan dan diskusi yang cukup rentan ini.

  • 6. Jangan Mengubah Topik

  • Jika Anda berbicara tentang keintiman, maka berbicaralah hanya mengenai hubungan intim Anda. Jangan jadikan saat ini waktu untuk mengeluarkan uneg-uneg bagi urusan rumah tangga lainnya, seperti masalah keuangan, atau masalah giliran siapa untuk membuang sampah. Itu akan mengalihkan pembicaraan dari masalah yang pelik ini. Demikian pula, sekali saja Anda mencoba untuk mengeluh dan menjadi keras hati, Anda seperti menikam pasangan Anda. Cobalah ingat alasan utama Anda ingin membicarakan hal ini dengan pasangan Anda dan cobalah untuk mengatasi masalah. Simpanlah masalah tentang siapa yang akan membuang sampah untuk percakapan di waktu yang lain. Jika Anda secara konsisten tidak dapat berdiskusi serius tanpa menjadi "PANAS" dan "MERUSAK", maka Anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk minta bantuan seorang terapis atau pakar untuk menolong Anda agar lebih efektif memecahkan permasalahan ini.

  • 7. Undanglah Kekuasaan yang Lebih Tinggi untuk Membantu Anda

  • Sebelum anda memulai percakapan ini dengan pasangan Anda, luangkan waktu sedikit untuk memusatkan diri dan memohon kekuasaan yang lebih tinggi untuk membantu Anda. Anda mungkin akan menerima kejelasan, memiliki hati yang lebih terbuka, bersedia serta mampu mendengarkan pasangan Anda tanpa mengeraskan hati. Ini juga merupakan cara untuk meningkatkan keintiman rohani dalam diri Anda.

  • Advertisement
  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Syane Nathalia dari artikel asli "7 ways to talk about intimacy with your spouse and still be friends" karya Kristin Hodson.

Baca, hidupkan, bagikan!

Kristin regularly presents at various universities and to community groups on relationships and perinatal mental health and sexuality as well as finding balance and wellness in everyday living. She has a passion for women’s mental health, human and relational sexuality, spirituality and relationships. Kristin is a wife and mom of two children.

Situs: http://www.thehealinggroup.com

7 Cara Berbicara Mengenai Keintiman dengan Pasangan Kita dan Tetap Menjadi Teman

Mengapa seks dan keintiman fisik adalah hal yang sulit atau tabu untuk dibicarakan dengan pasangan kita?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr