Kondisi tubuh dilihat dari siklus menstruasi Anda

Terlambat menstruasi bisa jadi sinyal ada yang salah dengan kondisi kesehatan Anda.

18,910 views   |   2 shares
  • Mengontrol tanggal menstruasi di era serba gawai ini memang jadi lebih mudah, karena ada aplikasinya. Karena itu, Anda pun jadi lebih tahu mengenai siklus menstruasi yang normal atau tidak. Apalagi jika memang sedang menunggu buah hati, terlambat menstruasi bisa jadi langsung membuat Anda senang. Lalu bagaimana jika ternyata, tidak hamil namun menstruasi?

  • Ovarium normalnya melepaskan satu sel telur setiap bulannya, dan sekitar 14 hari setelah sel telur dilepaskan, jika tidak dibuahi, lapisan dalam rahim akan meluruh dan periode menstruasi pun dimulai. Jika ovarium tidak melepaskan sel telur seperti seharusnya, rahim tidak akan bisa menerima tanda-tanda yang ia butuhkan untuk memulai periode menstruasi. Nah, apa saja yang bisa menyebabkan hal in terjadi?

  • Berikut ini beberapa faktor yang harus Anda perhatikan, jika menstruasi Anda terlambat:

  • 1. Stres

  • Saat stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol. Peningkatan hormon kortisol dapat membuat otak memutuskan mana fungsi tubuh yang penting dan tidak penting, dan ini akan berlangsung hingga stres berakhir. Fungsi vital seperti aliran darah ke paru-paru dan otot meningkat, sedangkan sistem pencernaan dan reproduksi akan terganggu. Jika sistem reproduksi terganggu maka menstruasi pun akan terhambat.

  • 2. Sakit

  • Sakit dapat memicu terjadinya stres, entah itu sakit berat atau mungkin Anda hanya terkena batuk biasa, siklusnya sama seperti yang terjadi pada stres.

  • 3. Berat badan

  • Penurunan atau kenaikan berat badan yang ekstrem dapat memengaruhi hipotalamus. Baik kenaikan maupun penurunan berat badan ekstrim, berpengaruh pada estrogen berlebih atau kekurangan. Hal ini berakibat siklus menstruasi menjadi tersendat.

  • 4. Olahraga berlebihan

  • Ketika olahraga berat, sebaiknya Anda pastikan asupan kalori Anda tercukupi. Jika tidak tercukupi, maka akan mengarahkan pada penurunan berat badan drastis, dan berakhir dengan kurangnya estrogen yang diproduksi. Sebaiknya tidak memaksakan diri berolahraga saat sakit, terluka atau cuaca sedang tidak baik, karena ini menjadi salah satu tanda olahraga yang dijalani mulai berlebihan.

  • 5. Perubahan jam tubuh

  • Ketika terjadi perubahan jadwal, seperti Anda mengganti rutinitas bekerja menjadi malam hari, atau ketika berpergian yang jauh di mana perbedaan waktu di tempat asal dan tempat tujuan sangat drastis, jam tubuh pun menjadi berantakan. Fungsi jam tubuh adalah mengatur hormon, dan juga mengatur siklus menstruasi. Jika tubuh Anda telah terbiasa dengan perubahan rutinitas tersebut, siklus menstruasi pun akan kembali normal.

  • Advertisement
  • 6. Menyusui

  • Beberapa perempuan tidak mengalami siklus menstruasi selama beberapa bulan ketika sedang masa menyusui. Hal ini disebabkan hormon yang memegang peran penting dalam menyusui alias hormon prolactin menekan ovulasi.

  • 7. Pil kontrasepsi

  • Ada beberapa jenis obat yang dapat memengaruhi siklus menstruasi, seperti pil KB, antidepressan, corticosteroids, beberapa jenis antipsikotik. Pil kontrasepsi ditujukan untuk mencegah terjadinya ovulasi, ini berarti juga mencegah terjadinya siklus menstruasi.

  • 8. Gangguan tiroid

  • Jika kelenjar tiroid, yang mengendalikan metabolisme tubuh tidak bekerja dengan baik, jadwal menstruasi akan terganggu.Gejala lain dari gangguan tiroid adalah kelelahan yang ekstrim, rambut rontok, meningkatnya bobot tubuh, dan merasa dingin terus-menerus ketika orang lain merasa nyaman dengan suhu sekitar.

  • 9. Sindrom ovarium polikistik

  • Kondisi ini memengaruhi hormon yang melepaskan sel telur yang sudah matang. Pada wanita yang menderita sindrom ovarium polikistik, sel telurnya tetap berada di ovarium, karena itu tak akan terjadi pembuahan. Gejalanya biasanya dimulai dengan siklus menstruasi yang tidak teratur.

  • 10.Polycystic Ovary Symptom(PCOS)

  • PCOS merupakan sebuah kondisi di mana hormon diproduksi tidak seimbang, terjadi pada perempuan. Gejala yang muncul dapat berupa munculnya bulu halus di sekitar muka dan dada, kesulitan menurunkan berat badan, dan keluhan masalah fertilitas.

  • 11. Penyakit kronis seperti celiac

  • Penyakit celiac ditandai dengan intoleransi terhadap gluten. Jika penyakit kronis ini tidak ditangani akan menyebabkan stres, sehingga sangat mungkin untuk mengalami gangguan siklus menstruasi.

  • 12. Prematur menopause

  • Perempuan di bawah usia 40 tahun bisa mengalami prematur menopause. Seperti yang kita tahu bahwa menopause berarti menjadi titik final sistem reproduksi pada perempuan. Sebelum mengalami menopause, siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

  • Dokter Spesialis Kandungan, Alyssa Dweck, M.D., mengatakan bahwa secara alami, tubuh kita memiliki cara untuk "melindungi" kita dari kehamilan jika sedang berada pada kondisi sangat strss. tubuh mencegah ovulasi terjadi, dan membuat kita kekurangan estrogen, inilah yang menyebabkan menstruasi tidak datang.

  • Sementara dr. Irfan Mulyana Mustofa, SpOG. menjelaskan; jika tidak mengalami menstruasi selama tiga periode berturut-turut dan tes kehamilan pribadi menunjukkan hasil yang negatif, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter. Sehingga dokter bisa melakukan evaluasi menyeluruh, seandainya ada sesuatu yang salah dengan tubuh Anda.

  • Advertisement
Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Kondisi tubuh dilihat dari siklus menstruasi Anda

Terlambat menstruasi bisa jadi sinyal ada yang salah dengan kondisi kesehatan Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr