Amankah mainan yang Anda berikan untuk si kecil?

Memberikan mainan untuk anak, tidak bisa sembarangan. Apalagi bagi mereka yang masih berusia di bawah lima tahun dan masih mengalami periode memasukkan semua benda ke mulut. Keamanannya perlu diperhatikan dengan seksama.

70 views   |   shares
  • Mainan adalah hadiah yang paling efektif untuk membuat mata seorang anak berbinar-binar penuh kebahagiaan, betul? Rasanya yang dibelikan dengan yang membelikan pun bisa jadi ikut senang. Namun tunggu, jangan terlalu gegabah dalam menuruti keinginan anak untuk membeli suatu mainan yang ditunjuknya. Banyak hal yang wajib diperhatikan dengan seksama.

  • Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) pernah mengumumkan penemuan zat berbahaya yang terkandung dalam mainan edukasi anak yang banyak dijual bebas di pasar Indonesia. Mainan-mainan tersebut mengandung zat yang sangat berbahaya bagi anak seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), cadmium (Cd) dan chromium (Cr).

  • Mainan-mainan anak yang diuji adalah mainan edukasi yang berbentuk sempoa, puzzle, balok ukur berwarna, balok rumah-rumahan, rumah hitung kayu, dinosaurus kayu serta kotak pos yang semuanya menggunakan cat pewarna. Jadi jangan ambil risiko anak-anak Anda teracuni bahan-bahan berbahaya tersebut dan pilih mainan yang aman untuk anak Anda.

  • Pertimbangan memilih mainan anak

  • Orangtua harus selalu memerhatikan label yang tertera pada kemasan mainan anak, baik rincian bahan yang digunakan juga kategori umur yang tercatat pada kemasan mainan.

  • Karena selain zat-zat berbahaya yang terkandung dalam mainan dapat membahayakan anak dalam tumbuh kembang mereka dalam jangka waktu bertahap dan lama, ada juga bahaya yang mengintai dari penggunaan mainan yang tidak sesuai kategori umur, yaitu bahaya tersedak.

  • Di negara-negara barat seperti, Amerika Serikat, ada sebuah komisi yang mengawasi dan mengatur peredaran mainan yang aman untuk anak. Seperti bahan yang dibuat dan asal mainan. Dan untuk beredar di Amerika, maka mainan tersebut harus memenuhi semua standar yang telah ditetapkan.

  • Beberapa pertimbangan umum untuk memilih mainan yang aman untuk anak

    • Mainan harus dapat dicuci

    • Mainan yang diberi cat harus bebas dari logam timah

    • Mainan untuk karya seni harus berlabel tidak beracun

  • Mempertimbangkan dan memerhatikan keselamatan anak pada waktu bemain mainan favorit mereka harus menjadi prioritas orangtua. Jangan mempertimbangkan sejarah atau mahalnya mainan tersebut.

  • Pertimbangan sebaiknya lengkap, baik dari segi kualitas mainan, usia mereka dan merupakan kesukaan mereka. Sebagai orangtua pasti Anda mengenal dan memahami anak Anda lebih daripada orang lain. Dan jangan menyerahkan anak untuk memilih jika mereka belum bisa menentukan pilihan mainan yang aman dan baik untuk diri mereka sendiri.

  • Advertisement
  • Memilih mainan sesuai dengan umur anak

  • Psikolog Anak di Klinik Psikologi Rainbow Castle, Devi Sani menjelaskan, dalam membelikan mainan, orangtua wajib memerhatikan manfaat dari perkembangan anak itu sendiri. Anda harus paham betul mainan itu sesuai atau tidak dengan usia anak. Hal ini untuk menghindari kesalahan dalam membelikan mainan.

  • Pilihlah mainan yang sesuai dengan usia anak. Jangan sampai salah, risikonya sangatlah besar. Anak bisa tersedak mainan, terluka, dan iritasi. Bahkan menimbulkan risiko penyakit jangka panjang akibat paparan zat kimia berbahaya yang terkandung dalam mainan.

  • Untuk orang awam bukan perkara mudah mengenali kandungan zat kimia pada mainan. Anda harus cermat memastikan logo sertifikasi mainan. Namun ini saja tidak cukup, sebab tidak semua mainan dikemas dengan label yang memadai. Belum lagi, teknologi yang ada membuat siapa saja bisa memalsukan label.

  • Paling gampang adalah dengan mencium baunya. Kalau bau menyengat, itu menandakan mainan tersebut mengandung bahan berbahaya. Tanda mainan aman biasanya mainan tersebut dapat dicuci. Elastis atau tak mudah patah sehingga mainan tersebut tak bakal memiliki ujung meruncing.

  • Cara lainnya adalah dari warna mainan. Perbedaan mainan berbahan plastik daur ulang memiliki warna yang buram atau tidak cerah. Harga yang ditawarkan juga relatif murah.

  • Eko Wibowo Utomo, Ketua Asosiasi Importir & Distributor Mainan Indonesia mengatakan, zat kimia berbahaya pada mainan ini adalah merkuri dan timbal. Kandungan zat kimia ini menjadi berbahaya jika terjadi migrasi bahan kimia tersebut ke tubuh anak. Apalagi pada anak di bawah usia tiga, saat anak sering memasukkan mainan ke mulut.

  • Jadi, buat para orangtua jangan tergiur dengan mainan murah. Kepedulian dan ketelitian orangtua dalam memilih mainan sangatlah penting. Tapi yang paling baik untuk dilakukan adalah dengan mengawasi mereka saat sedang bermain. Bahkan turut bergabung dalam permainan akan lebih baik lagi, karena akan mendekatkan emosi antara orangtua dan anak.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Amankah mainan yang Anda berikan untuk si kecil?

Memberikan mainan untuk anak, tidak bisa sembarangan. Apalagi bagi mereka yang masih berusia di bawah lima tahun dan masih mengalami periode memasukkan semua benda ke mulut. Keamanannya perlu diperhatikan dengan seksama.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr