Seberapa besarkah pengaruh sentuhan fisik dalam mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil?

Sudah cukupkah Anda memberikan sentuhan fisik kepada anak?

149 views   |   shares
  • Setiap orang membutuhkan sentuhan fisik yang lembut dan menghangatkan seperti pelukan, apalagi anak-anak. Pelukan orangtua adalah sesuatu yang esensial dan tak bisa ditawar dalam proses menumbuhkan mental yang kuat dan tangguh pada anak. Ya, justru kelembutan dan kehangatanlah yang membuat anak lebih tangguh.

  • Demikian dikatakan menurut Reni Murni, seorang motivator dan trainer nasional, pelukan orangtua kepada anak dapat mengurangi tekanan permasalahan pada si anak, memulihkan dan menstabilkan emosi, dan memengaruhi psikologi anak. "Pelukan ayah membuat anak cerdas, merasa dicintai dan dihargai, mandiri dan pemberani. Pelukan ibu membuat anak sabar, lebih empati, penyayang dan lembut," katanya.

  • Selain itu, banyak literatur yang mengungkapkan dampak positif dari sentuhan fisik (yang sehat tentunya) antar manusia di segala usia. Menurut buku Touch: The foundation of experience tulisan Barnard dan Brazelton, physical touch dapat melepaskan stres, mengurangi kecemasan dan depresi serta meningkatkan rasa nyaman. Sentuhan adalah modal penting untuk menciptakan hubungan yang hangat dan menyenangkan serta dapat mengomunikasikan rasa aman, penerimaan, playfulness dan empati kepada anak.

  • Namun, Reni mengakui, masih banyak orangtua yang tidak bisa menunjukkan kasih sayang secara verbal kepada anak dan berpendapat bahwa memenuhi kebutuhan ekonomi lebih penting daripada kasih sayang. Padahal, bukti kasih sayang, setidaknya pelukan, sangatlah penting bagi perkembangan emosional anak. Lantas berapa kali pelukan yang diperlukan anak dari orangtuanya?

  • Reni memaparkan bahwa empat kali pelukan dalam sehari dapat mengurangi tekanan pada anak dan delapan kali pelukan dapat memulihkan, menenangkan, dan menstabilkan emosi. Sementara itu, 12 kali pelukan dalam sehari dapat memengaruhi kondisi psikologis anak menjadi lebih baik. "Sebuah studi mengatakan, pelukan antara orangtua dapat meningkatkan kecerdasan anak. Merangsang produksi hormon oksitosin," ujarnya.

  • Nah, karena pentingnya sentuhan ini, ada baiknya kita mengetahui aplikasi sentuhan melalui aktivitas permainan-permainan yang menyenangkan, hangat, lembut, penuh kasih sayang, dan sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan anak. Apa sajakah itu?

    1. Structuring Touch
  • Sentuhan ini artinya membuat aktivitas bermain menjadi lebih terorganisir dan teratur misalnya sentuhan diaplikasikan ketika orangtua dan anak masuk ke dalam suatu ruangan. Biasanya dengan cara yang teratur yaitu berpegangan tangan sambil melangkah masuk ke ruangan atau saling memegang pinggang atau pundak beriringan masuk ke ruangan.

  • Advertisement
  • 2.

  • Challenging Touch

  • Sentuhan ini diaplikasikan dalam bentuk physical assistance atau guidance yang dapat membantu anak agar berhasil dalam menyelesaikan tantangan dalam permainan. Misalnya, dalam aktivitas bermain lompat bantal, saat anak diminta melompat dari atas bantal, orangtua siap menangkap anak dalam pelukan ketika mereka akan mendarat ke lantai.

  • 3.

  • Engaging Touch

  • Permainan berupa tepuk tangan atau membuat handstack merupakan bentuk sentuhan yang digunakan dalam permainan. Respons anak terhadap sentuhan, adalah kuncinya. Karena di permainan ini, sentuhan yang membuat rasa nyaman sangat penting untuk ditekankan. Jangan sampai sentuhan menjadi hal yang tidak menyenangkan bagi anak

  • 4.

  • Nurturing Touch

  • Bentuknya diaplikasikan dalam permainan check up. Yakni, melakukan pengecekan apakah anak memiliki luka atau memar ataupun tahi lalat di tubuhnya. Kemudian dioleskan dengan lotion, feeding atau mengayunkan anak dalam dekapan sambil bernyanyi. Sentuhan seperti ini dapat membantu menengangkan anak dan merupakan kegiatan yang biasanya terbangun antara bayi dan ibunya.

  • Apa gunanya permainan lewat sentuhan ini? Yakni, menciptakan hubungan yang aktif dan kaya akan emosi yang positif antara anak dan orangtua, hasil akhirnya adalah menciptakan perubahan persepsi terhadap diri anak sebagai sosok yang berharga dan patut disayang; dan persepsi terhadap bentuk hubungan yang terjalin sebagai hubungan yang positif dan bermanfaat.

  • Ketika orangtua dan anak merasa saling terlibat satu sama lain, maka interaksi ini akan membantu orangtua untuk membangun regulasi diri anak dan untuk mengomunikasikan cinta, kegembiraan, dan keamanan kepada anak. Anak akan merasa aman, berharga, diperhatikan, dan dimengerti. Hal ini biasanya disebut sebagai "membangun hubungan dari dalam ke luar (inside-out)".

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Seberapa besarkah pengaruh sentuhan fisik dalam mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil?

Sudah cukupkah Anda memberikan sentuhan fisik kepada anak?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr