Gigi putih dengan 'Bleaching'. Bahayakah?

Kini memutihkan gigi, menjadi sesuatu yang umum terjadi dan banyak dilakukan. Namun, sebelum memutuskan untuk melakukannya, ada baiknya memperhatikan hal-hal berikut ini.

488 views   |   shares
  • Memiliki gigi putih cemerlang adalah impian setiap orang. Namun, sayangnya makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari memengaruhi warna gigi. Minuman berkafein seperti teh dan kopi, apalagi kebiasaan merokok, membuat gigi berwarna.

  • Bleaching gigi merupakan salah satu perawatan yang dapat dilakukan untuk membuat gigi menjadi lebih putih dan cerah. Perawatan tersebut menggunakan bahan pemutih gigi yang terbilang aman, apabila berada di bawah pengawasan dokter gigi.

  • Namun sebelum memutuskan untuk melakukan perawatan ini, ada beberapa hal yang perlu diketahui:

  • Harus di atas 18 tahun

  • Menurut drg. Reiny Agustina dari Siloam Hospitals, anak di bawah 18 tahun, tidak disarankan untuk melakukan tindakan ini karena ruang pulpa pada gigi mereka masih luas. Bila dipaksakan, bisa mengakibatkan gangguan pada pulpa gigi dan rasa sensitif yang berlebih.

  • Gigi vital atau non vital?

  • Gigi non vital merupakan gigi yang sudah mati, misalnya karena patah atau karena proses karies sehingga dapat berubah warna karena kematian jaringan. Sedangkan gigi vital merupakan gigi yang masih berfungsi dengan baik.

  • Menurut Prof. drg. Heriandi S. SpKGA., PhD, bleaching gigi vital bisa dilakukan di rumah (home bleaching), maupun di dokter gigi (office bleaching). Sedangkan untuk bleaching gigi non vital, maka perawatannya harus dilakukan langsung di klinik karena butuh obat-obatan tertentu. Tetapi harus diingat, meskipun dilakukan di rumah, tetapi produk bleachingnya itu harus tetap dari Dokter Gigi.

  • Tidak semua gigi bisa dibleaching

  • Pasien-pasien yang memiliki gigi berlubang dangkal, gigi berlubang dalam yang hampir mengenai ruang saraf dan pembuluh darah, gigi hipersensitif, dan terdapat tambalan yang buruk dan rusak, harus dilakukan perbaikan dan perawatan terlebih dahulu sampai kondisi giginya membaik.

  • Tidak boleh terlalu sering

  • Frekuensi melakukan tindakan pemutihan gigi di klinik dokter gigi tidak boleh terlalu sering dan dalam jangka waktu yang berdekatan. Sebaiknya Anda boleh melakukan pemutihan gigi kembali, setelah warna gigi anda berubah kembali seperti warna semula. Rata-rata waktu bertahannya warna gigi setelah tindakan pemutihan adalah 1 tahun, tergantung kebiasaan makan, minum, dan merokok setiap pasien.

  • Jangan di sembarang tempat

  • Sayangnya, banyak orang yang melakukan tindakan bleaching gigi di sembarang tempat. Padahal mereka tidak tahu jenis bahan kimia yang digunakan untuk memutihkan gigi mereka. Jadi, jika Anda ingin melakukan bleaching gigi, sebaiknya datanglah ke dokter gigi terpercaya atau ke rumah sakit terdekat.

  • Advertisement
  • Efek akibat bleaching

  • Menurut drg. Citra Kusumasari SpKG, beberapa efek samping yang mungkin terjadi:

  • a. Nyeri setelah prosedur (pulpalgia)

  • Gejala nyeri yang terus-menerus, dapat terjadi selama atau setelah prosedur dan menetap selama 24-48 jam. Intensitas pulpalgia berkaitan dengan durasi dan temperatur prosedur. Jika sensitif terhadap rasa dingin berlanjut, gunakanlah fluor topikal (yang dioles) dan pasta gigi pengurang sensitif.

  • b. Kerusakan pulpa (kerusakan ruang saraf dan pembuluh darah pada gigi)

  • Sebaiknya tindakan pemutihan tidak dilakukan pada rongga mulut yang memiliki gigi berlubang, dentin yang terbuka atau yang sudah dekat tanduk pulpa. Oleh karena itu, semua tambalan yang tidak baik harus diganti dulu dan gigi dengan tambalan yang besar merupakan kontraindikasi untuk tindakan pemutihan gigi.

  • c. Kerusakan jaringan keras

  • Hidrogen peroksida dapat menyebabkan kerusakan yang menyebabkan jaringan keras gigi menjadi lebih mudah rusak dan dapat menyebabkan lubang gigi baru.

  • d. Kerusakan mukosa

  • Dapat terjadi ketika bahan pemutih berkontak dengan jaringan pada rongga mulut. Pencegahannya adalah mengaplikasikan krim pelindung atau katalase, dan bila terjadi kerusakan mukosa, bilas dengan air yang banyak.

  • Terkait efek samping, menurut drg. Citra, Anda tidak perlu khawatir, karena Dokter Gigi dapat melakukan tindakan pencegahan terjadinya efek samping setelah tindakan pemutihan gigi. Misalnya pengaplikasian krim pelindung gusi selama prosedur pemutihan gigi, penggunaan bahan pemutih gigi dengan kandungan yang aman, dan menggunakan karet pelindung gigi dan gusi.

  • Sedangkan pencegahan terjadinya kerusakan email setelah tindakan pemutihan gigi, antara lain menggunakan bahan pemutih gigi dengan kandungan yang aman, serta mengaplikasikan fluor untuk mengembalikan mineral-mineral gigi yang hilang.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Gigi putih dengan 'Bleaching'. Bahayakah?

Kini memutihkan gigi, menjadi sesuatu yang umum terjadi dan banyak dilakukan. Namun, sebelum memutuskan untuk melakukannya, ada baiknya memperhatikan hal-hal berikut ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr