Alasan pria tidak mempercayakan ‘keuangan keluarga’ pada istrinya

Padahal julukan 'menteri keuangan' dalam keluarga disematkan kepada istri, yang bertugas mengatur kesejahteraan keluarga.

1,237 views   |   10 shares
  • Sekalipun terikat dalam satu ikatan pernikahan, suami dan istri mempunyai tanggung jawab dan tugas yang berbeda. Sebagai pemimpin rumah tangga suami berperan sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab atas kesejahteraan keluarganya, dalam hal ini sebagai pencari nafkah dalam keluarga. Sedangkan istri sebagai pendamping atau penolong suami bertanggung jawab dalam mengatur segala hal yang berhubungan dengan keluarga seperti, merawat anak dan mengatur keharmonisan rumah tangga, membantu dan mendukung suami serta tidak kalah pentingnya yaitu sebagai pengelola keuangan dalam rumah tangga.

  • Tentu Anda sering mendengar, julukan yang disematkan kepada istri sebagai 'Menteri keuangan' dalam keluarga. Ini karena sudah menjadi kewajiban sang istri lah untuk bertanggung jawab mengatur dan mengelola keuangan keluarga setiap bulannya, mengatur pengeluaran rumah tangga dengan baik agar keluarga tetap sejahtera. Ketika pengeluaran keluarga tidak dikelola secara tepat, hati-hati masalah keuangan bisa menjadi masalah besar dalam keluarga Anda.

  • Lalu, bagaimana jika suami sebagai kepala keluarga tidak memercayakan istri menjadi 'menteri keuangan' dalam rumah tangga? Kenapa dan apa saja alasannya?

  • 1. Kurang perencanaan

  • Salah satu jalan untuk bisa mengatur keuangan adalah adanya perencanaan keuangan. Pengeluaran bisa jadi lebih besar dari pemasukan jika perencanaan keluarga tidak dibuat dengan baik. Seorang istri harus bisa mengalokasikan dan mengelola nafkah yang diberikan suami dengan tepat. Untuk itu, perencanaan keuangan haruslah terlebih dahulu dibuat. Pastikan istri Anda mempunyai perencanaan keuangan yang matang, agar Anda bisa memercayakan keuangan keluarga pada istri Anda.

  • 2. Tidak realistis

  • Anggaran belanja harus dibuat secara realistis, tidak dibuat berlebihan dan tidak dibuat terlalu sedikit. Anggaran belanja yang realistis akan membantu Anda bersikap objektif soal pengeluaran yang berlebihan. Jika istri Anda tidak bisa bersikap realistis dalam pengeluaran artinya Anda belum bisa memercayakannya untuk mengelola keuangan keluarga.

  • 3. Belanja sesuai 'mood'

  • Namanya juga wanita, sangat mudah tergoda dengan yang namanya berbelanja. Untuk sesuatu barang yang disukai, mereka rela mengeluarkan uang untuk membelinya meskipun tahu bahwa barang tersebut tidak sedang dibutuhkan. Jika sifat ini sulit dikendalikan, tentu akan terjadi pembengkakan pengeluaran. Hal inilah yang ditakutkan oleh para suami sehingga enggan mempercayakan urusan uang pada istrinya.

  • Advertisement
  • 4. Terlalu 'royal'

  • Seorang suami tentu mengetahui kelemahan istrinya menyangkut masalah uang. Ketika menyadari bahwa istrinya adalah tipe wanita yang terlalu royal, boros dan suka menggunakan uang secara berlebihan hanya untuk kesenangan-kesenangan yang tidak penting, maka mereka memiliki alasan yang kuat untuk tidak memercayakan keuangan keluarga diatur oleh istri.

  • 5. Lebih menyukai kredit

  • Fasilitas kredit sudah merajalela di mana saja, bahkan beli baju saja bisa kredit. Kemudahan ini membuat siapa saja merasa diuntungkan untuk sesaat. Inilah yang membuat para istri tergiur dengan metode berbelanja kredit. Kantong menipispun masih tetap bisa bergaya, mungkin seperti itu dalam pikirannya. Kekhawatiran ini yang akhirnya membuat suami mengurungkan niatnya untuk mempercayakan keuangan pada istrinya.

  • 6. Suka belanja online

  • Seiring majunya teknologi, kegemaran berbelanja pun ikut berubah. Media sosial menjadi sarana munculan online shop yang menawarkan berbagai macam barang. Sasaran empuknya adalah para wanita termasuk para istri. Tidak heran banyak istri yang "lapar mata" ketika melihat barang-barang online yang menarik dan tidak berpikir panjang untuk membelinya. Dalam sekejap tanpa terasa berbelanja online-pun menjadi gaya hidup baru yang dapat menguras dompet dalam sekejap.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Ezra adalah seorang suami yang bekerja dalam bidang digital marketing di sebuah perusahaan asing. Dia menggemari olahraga, traveling, membaca, menonton film, teknologi dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ikuti akun Twitternya di .

Alasan pria tidak mempercayakan ‘keuangan keluarga’ pada istrinya

Padahal julukan 'menteri keuangan' dalam keluarga disematkan kepada istri, yang bertugas mengatur kesejahteraan keluarga.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr