Belajar dari kisah sukses 5 pengusaha kertas daur ulang

Kesabaran dan ketelatenan adalah modal utama yang wajib dimiliki oleh seseorang ketika hendak terjun menjadi seorang pengrajin kertas daur ulang.

1,731 views   |   5 shares
  • Ada banyak barang tidak terpakai di sekitar kita, salah satu yang mungkin mudah dijumpai adalah kertas-kertas bekas yang menumpuk tidak terurus. Namun, tahukah Anda bahwa kertas-kertas tersebut dengan berbekal ketelatenan sebenarnya bisa disulap menjadi berbagai macam kerajinan menarik yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

  • Seperti 5 orang berikut ini, mereka mampu menjadikan kertas-kertas bekas yang tidak terpakai menjadi berbagai macam kerajinan menakjubkan, bahkan mereka juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dengan omset hingga ratusan juta dalam sebulan. Ingin tahu siapa sajakah mereka?

  • 1. Pengusaha miniatur patung dari kertas daur ulang

  • Sebagian orang menganggap kertas-kertas tidak terpakai hanya menjadi sampah dan akan dibakar atau dijual kepada tukang loak. Tetapi tidak demikian bagi seorang seniman kertas Patty dan Allen Eckman, asal Amerika, bagi mereka kertas-kertas bekas sangat bermanfaat dan bisa diubah menjadi karya seni yang sangat indah. Selama lebih dari 15 tahun mereka telah menekuni profesi sebagai seorang pembuat miniatur, menggunakan sedikit campuran asam dan bubur kertas, mereka bisa membuat berbagai bentuk karakter patung dengan nilai seni sangat tinggi.

  • 2. Pengusaha suvenir pernikahan dan ulang tahun

  • Pemilik CV. Bintang Emas, Yunita Adistira, asal Bekasi, berhasil meraih kesuksesan dengan mengubah kertas-kertas bekas yang awalnya hanya digunakan sebagai alas pembungkus makanan menjadi berbagai jenis souvenir menarik untuk acara pernikahan dan ulang tahun. Ia mengaku, awal usahanya tersebut terinspirasi dari hobinya mengolah limbah kertas bekas untuk mengisi waktu luang. Kini, usahanya telah berkembang pesat, menurutnya masyarakat sangat tertarik untuk membeli hasil karyanya karena sangat unik dan menarik.

  • 3. Pengusaha panel atau ornamen dinding

  • Saat krisis ekonomi melanda Indonesia pada tahun 1997 silam membuat Sumarsono, seorang karyawan di salah satu perusahaan periklanan di Jakarta, harus menerima dirinya di PHK dari tempatnya bekerja. Namun, hal tersebut tidak membuatnya lantas patah semangat. Pada tahun 2007, Sumarsono berusaha bangkit dengan mengolah bubur kertas menjadi panel atau ornamen hiasan dinding. Mengetahui karyanya bisa dijual, ia pun memperbanyak produksi hingga akhirnya sekarang dikenal luas hingga kawasan Bogor, Cibinong dan Depok.

  • Advertisement
  • 4. Pengusaha replika alat transportasi

  • Wahyudi, 38, warga kampung Kamurang - Bogor, menyulap lembar demi lembar kertas koran menjadi beragam replika alat transportasi mulai dari sepeda, sepeda motor, tank, perahu, becak, mobil hingga pesawat terbang. Sebelum menekuni bidang tersebut, Wahyudi ternyata lebih dahulu telah menggunakan bahan baku rotan, bambu, limbah kayu dan botol air mineral bekas. Namun, menurutnya dengan menggunakan bahan-bahan tersebut hasil yang diperoleh dirasa kurang maksimal. Suatu hari seorang teman memberi saran agar dia memanfaatkan kertas koran sebagai bahan dasaranya. Kini, kerajinan tangan Wahyudi telah dikenal hingga mancanegara dan untuk ke depannya dia tidak hanya ingin membuat replika alat-alat transportasi saja, tetapi juga beberapa khas yang berkaitan dengan kota Bogor.

  • 5. Pengusaha perkakas rumah tangga

  • Adalah Yusuf, 35, asal kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Melalui tangan-tangan terampilnya beragam bentuk perkakas rumah tangga seperti vas bunga, asbak, taplak meja, keranjang sampah, kap lampu, tempat alat tulis, wadah telefon genggam, tas wanita, hingga sandal jepit telah dibuatnya. Untuk bisa menjadi sebuah produk menarik, teknik yang ia gunakan sebetulnya sangat sederhana. Pertama-tama kertas bekas dipotong sesuai ukuran lalu dipelintir menggunakan batang lidi, setelah itu dianyam sedemikian rupa sesuai bentuk yang diinginkan lalu diberi lem. Sebagai penguat ia menggunakan kertas sak semen karena menurutnya kertas bekas sak semen lebih tahan terhadap air dan tidak mudah robek.

  • Melihat bagaimana usaha serta keterampilan kelima orang di atas menyadarkan kita bahwa rejeki serta keberhasilan sebetulnya bisa dicapai dengan memanfaatkan hal-hal yang sering kita anggap remeh. Kesabaran dan ketelatenan adalah modal utama yang wajib dimiliki oleh seseorang ketika hendak terjun menjadi seorang pengrajin kertas daur ulang, ujar Yusuf yang hanya tamatan SMA.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Belajar dari kisah sukses 5 pengusaha kertas daur ulang

Kesabaran dan ketelatenan adalah modal utama yang wajib dimiliki oleh seseorang ketika hendak terjun menjadi seorang pengrajin kertas daur ulang.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr