Peran orangtua dalam meningkatkan pemahaman spiritual anak

Sering-seringlah berdoa secara pribadi maupun bersama dengan pasangan Anda. Memohonlah kebijaksanaan kepada Tuhan, sehingga Anda berdua mampu menuntun anak-anak ke jalan yang benar.

158 views   |   5 shares
  • Selama ini banyak orang beranggapan bahwa nilai kecerdasan seorang anak hanya diukur melalui kemampuannya dalam bidang akademik, sedangkan kematangan kepribadian yang ditunjukkan melalui nilai-nilai etika seakan-akan diabaikan.

  • Anak yang baik dan memiliki akhlak mulia tidak turun begitu saja dari langit, tetapi harus dibentuk sedemikian rupa melalui didikan secara berkesinambungan. Menurut Ir. Jarot Wijanarko, meningkatkan pemahaman spiritual anak sebenarnya hal yang sederhana, hanya membutuhkan empat hal utama, yaitu: Ajaran, Hukuman, Apresiasi dan Keteladanan.

  • Ajaran dan peraturan

  • Pada bagian pertama untuk meningkatkan pemahaman spritual anak adalah dengan menyampaikan ajaran dan membentuk perilaku anak melalui peraturan praktis. Peraturan mesti dibuat di rumah atau di kelas jika diterapkan di sekolah. Di sini orangtua dan juga guru perlu memahami bahwa tanpa adanya peraturan yang jelas anak-anak akan terbiasa hidup liar, bersikap semaunya sendiri dan akhirnya hanya akan menjadi pembuat masalah.

  • Hukuman

  • Sikap memberontak dan berani melawan muncul karena anak tidak pernah ditegur saat melakukan kesalahan, bahkan cenderung dimanja. Umumnya, anak-anak bertingkah laku demikian hanya untuk mencari perhatian karena di rumah orangtuanya cenderung membiarkan dirinya berbuat apa saja.

  • Namun, perlu dipahami bahwa hukuman yang diberikan kepada anak bukanlah sebuah bentuk penindasan, sebaliknya dengan memberikan hukuman berarti orangtua berusaha mendisiplinkan anak, mengasihi, memerhatikan serta membantunya membangun karakter.

  • Apresiasi

  • Cara paling efektif saat orangtua ingin memberikan apresiasi atas perilaku anak adalah saat mereka mampu berbuat kebaikan. Melalui apresiasi yang orangtua berikan diharapkan anak akan selalu mengenangnya hingga ia tumbuh dewasa.

  • Senada dengan hal tersebut, menurut praktisi pendidikan, Munif Chatib, sebelum orangtua memberikan apresiasi kepada anak, sebaiknya memerhatikan beberapa hal, yaitu: Pertama, pilih waktu yang tepat. Menurutnya, jika pemilihan waktu salah, maka apresiasi yang orangtua berikan tidak akan mampu dipahami oleh anak dengan sepenuhnya. Kedua, ketika anak tidak lagi mengulangi perbuatan-perbuatan buruknya. Contoh, mulai rajin berdoa, rajin merapikan kembali tempat tidurnya, tidak lagi menyakiti sahabatnya, dan sebagainya. Ketiga, ketika anak mampu membuat sebuah karya, jangan pernah tunda lagi untuk segera memberikan apresiasi kepadanya. (Puji upayanya, bukan hasilnya)

  • Advertisement
  • Keteladanan

  • Orangtua merupakan tempat bagi seorang anak untuk tumbuh menyangkut tubuh, akal budi, hubungan sosial, kasih serta kerohanian. Orangtua juga merupakan sumber bagi anak untuk memperoleh energi, perhatian, dukungan, kasih, serta komitmen. Gabungan dari hal-hal tersebut mampu membuat anak melihat dan merasakan bahwa orangtua merupakan teladan utama yang wajib ditiru. Namun, jika orangtau sampai gagal memberikan teladan hidup yang benar, maka akibatnya anak-anak akan mengalami krisis iman, mereka juga akan mudah tergoda untuk melakukan perbuatan-perbuatan buruk yang dapat menghancurkan masa depan mereka.

  • Saran bagi orangtua

  • Anak-anak merupakan pusaka terindah yang pernah Tuhan berikan kepada Anda. Sebagai orangtua, jangan biarkan kehidupan spiritual anak-anak runtuh akibat ketidakpedulian yang sebetulnya bisa dihindari. Secara pribadi, ada beberapa saran yang ingin saya bagikan kepada Anda untuk memperkuat kehidupan spiritual anak-anak, sebagai berikut:

    1. Sering-seringlah berdoa secara pribadi maupun bersama dengan pasangan Anda. Memohonlah kebijaksanaan kepada Tuhan, sehingga Anda berdua mampu menuntun anak-anak ke jalan yang benar.

    2. Perkaya wawasan Anda dengan membaca buku-buku berkaitan dengan perkembangan anak. Makin luas wawasan Anda, maka akan makin mudah bagi Anda menerapkan ajaran dan memasuki kehidupan anak-anak.

    3. Janganlah menjadi orangtua yang keras kepala. Bersedialah mendengarkan nasihat dan keluh kesah anak-anak, sehingga di mata mereka Anda bukan menjadi sosok yang ditakuti, tetapi menjadi pribadi di mana mereka boleh menaruh harapan serta kepercayaan.

    4. Anda perlu memahami bahwa dalam proses pertumbuhan, pemahaman anak-anak berkaitan dengan kerohanian tumbuh secara bertahap. Jangan pernah memaksakan kehendak, bersikaplah sabar dan arahkan anak-anak melalui tutur kata serta teladan yang baik.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Peran orangtua dalam meningkatkan pemahaman spiritual anak

Sering-seringlah berdoa secara pribadi maupun bersama dengan pasangan Anda. Memohonlah kebijaksanaan kepada Tuhan, sehingga Anda berdua mampu menuntun anak-anak ke jalan yang benar.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr